Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Dinas?


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹


Siang itu setelah perdebatan dan saling sindir menyindir orang tua dan anak bungsunya itu dan berakhir tetep Cinta harus pulang dengan orang tuanya di karnakan Mama Tari tidak ingin merepotkan anak sulung dan menantunya jika malam harus bolak balik hanya untuk mengantar adik mereka yang mana jarak rumah mereka pun lumayan jauh.


Setelah Cinta pulang Wahi pun pamit pulang kepada Adit dan Dara, ia juga berterima kasih karna selama seminggu ini sudah diijinkan tinggal dirumah mereka dan wahi akan pulang kerumah kakak nya yang ada di Indonesia dan masih satu kota dengan Adit juga Dara.


"Jadi kau mau pulang ke rumah kakak mu?" tanya Adit


"Ya.." jawab Wahi


"Baiklah,, besok dokter Joe sudah ada di Indonesia dan dia akan kembali menjalankan pemeriksaan untuk mu, kakak harap kau tidak bertingkah seperti anak kecil lagi dan kabur-kaburan paham." Adit mengingatkan Wahi agar tidak mengulangi kesalahan kesalahan sebelum nya


"Ya baiklah, " jawab Wahi dengan malas mendengar nama Joe


"Mau kami antar kan?" Dara ikut bicara


"Arah rumah kakak ku dengan arah rumah kalian beda jurusan." jawab Wahi


"Biar aku saja yang mengantar nya." ucap Angga ingin membantu


"Beneran?" Tiba-tiba Wahis seakan senang mendengarnya, ia seakan mendapatkan kesempatan setelah Cinta simentel lehe itu ga ada.


"Iya.. apa kau mau?" tanya Angga


"Ya." jawab Wahi

__ADS_1


"Terimakasih mau membantu, maaf merepotkan." jawab Adit


"Tidak apa-apa brothers." Angga menepuk bahu Adit pelan


Akhir nya mereka pun berpisah di Mall tersebut


Adit dan Dara pun sore itu langsung pulang ke apartemen mereka setelah belanja keperluan dapur meraka dan akhirnya meraka pun tiba di dalam rumah ternyaman bagi setiap pasangan berumah tangga.


"Mau ngapain?" tanya Dara melihat suaminya Hendra ke dapur


"Mau masak, laper." ucap Adit sambil memegang perut nya


"Kenapa harus bicaranya gitu? mau nyindir aku gitu?" tuding Dara merasa tersinggung saat suaminya bilang mau masak, karna yang Dara tau dalam berumahtangga tugas dapur dan memasak itu seorang istri bukan suami


"Aku laper Dara jangan cari-cari masalah." ucap Adit terus bejalan kedapur mereka namun secepat kilat Dara berlari dan menghadang langkah suaminya.


"Nggak mau." ucap Dara lagi namun


Cup


Cup


Cup


Adit mengecup seluruh wajah Dara bertubi-tubi secara tiba-tiba membuat wanita itu mematung seketika dan tanpa sadar merenggang tangannya.


Melihat reaksi istrinya Adit pun hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala dan berjalan masuk kedapur mereka .

__ADS_1


"Kau." Dara yang baru sadar langsung membalikan tubuhnya sambil memegang pipi yang barusan di cium oleh suaminya.


"Kenapa? baper?" goda Adit sambil mengambil minuman dingin dikulkas mereka


"Dih...ge-er.. aku itu lebih tua dari kamu ya jadi harus sopan, cium gak bilang-bilang." ketus Dara berjalan mendekati suaminya sambil berkacak pinggang


"Tapi aku suamimu nyonya Dara." ucap Adit dengan tegas ikutan menatap Dara sambil berkacak pinggang juga.


"Tapi secara umur aku lebih tua dari mu hubby dan aku lahir duluan tau." ucap Dara tak mau kalah


Ple tak.....


Adit langsung menjentikan jarinya ke kening Dara


"Tapi secara pernikahan yang mana istri sangat bucin kepada suaminya ini,kau...DARAMITA PRATIWI." ketus Adit sambil menunjukkan telunjuk nya tepat dihidung Dara dan sedikit menekannya


"Harus menghormati suamimu, catet." ucap Adit lagi


"Ya.. bawel."Dara mengerucutkan bibir nya


" Cup cup... gitu dong... ntar malem jangan lupa ya baju nya di pake... mau dinas kan?" goda Adit langsung meninggalkan Dara didapur iti sendirian


"Dinas malam?"


Bersambung...


__ADS_1


__ADS_2