
Happy reading
🌱🌱🌱🌱🌱
Sejak saat itu kedekatan Angga dan Cinta semakin dekat bahkan Cinta yak sungkan-sungkan bercanda dengan atasannya itu kalau sedang berdua bahkan Cinta sering sekali menggoda nya.
pagi ini seperti biasa Cinta akan pergi magang ditempat nya kerja "Pa, mamah mana?" tanya Cinta kepada papa Dev yang sedang membaca koran dirumah
"Coba lihat di dapur." ucap papa Dev kepada putrinya itu
"Iya deh." Cinta pun langsung berjalan kearah dapur.
Namun saat tiba di dapur Cinta yang melihat wajah Mama nya yang sedang serius masak seakan tak bisa di ganggu membuat ia tak berani mendekat.
"Duhhh.." gumam Cinta bingung maju atau mundur , karna ia tau dirinya bagaikan tom dan jerry kalau bertemu dengan Mama nya.
Akhirnya Cinta kembali ke ruang tamu menemui papah nya "Pah." panggil Cinta
"Kenapa balik lagi kesini? bukannya tadi mau menemui Mama mu?" tanya papah Dev sambil merapikan koran yang sudah ia baca tadi
__ADS_1
"Ga jadi... Cinta takut." ucap gadis itu bergidik ngeri
"Hahha... tumben-tumbennya takut." tanya papah Dev, karna ia tau anaknya itu tak pernah kalah jika berdebat dengan istrinya.
"Cinta tadi mau minta uang sama mamah tapi liat wajah nya begitu serius masak bikin nyali Cinta down duluan pah? Kira-kira Mama kenapa ya pah?" Cinta menceritakan keluh nya lalu bertanya ada apa dengan mamanya itu
Papa Dev berfikir sejenak lalu seketika ia teringat kejadian pagi tadi di kamar bersama istrinya "Owh itu... mamah mu pasti masih ngambek dengan papah." ucap papa Dev
"Tanpa alasan?" selidik Cinta
"Ada pesan Chat masuk di ponsel papa, bahkan papa ga kenal. mamah kamu main marah-marah ga jelas, papa di suruh ngaku yang bahkan papa sendiri ga tau, alhasil ngambek sampe sekarang deh." ucap papa Dev sambil menghela nafas nya
"Drama lagi." gumam Cinta geleng-geleng kepalanya
"pertama?" tanya Cinta ikutan ngerumpiin Mama nya sendiri.
"Pertama ngoceh dengan kecepatan 125 km / jam perkalimat,, dan sudah pasti kau pun pernah kan merasakan nya?" ucap papa Dev sambil menunjukan Cinta bahwa mereka berdua selalu menjadi korban
"Ehemm... betul sekali... terus yang kedua?" Cinta membenarkan ucapan papa nya, dirinya semenjak kak Dara tidak lagi dirumah itu, maka Cinta selalu jadi imbas mamah nya jika ribut dengan papanya sendiri.
__ADS_1
"Yang kedua, ngoceh singkatsingkat." jawab papa Dev
"Contohnya?" tanya Cinta dan papa Dev langsung berdiri dan memperagakan gaya bicara seperti istrinya.
"Ohh, y, gpp, terserah." ujar papa Dev meniru dan mengingat betul cara bicara istrinya kalau lagi ngambek
"Ya betul betul itu,, pas banget seperti mamah." Cinta terkekeh melihat tingkah papa nya yang begitu konyol meniru gaya mamanya itu
"Benerkan?" tanya papa Dev
"Bener-bener,, terus yang ketiga atau yang terakhir apa pah?" tanya Cinta
"Yang ketiga ya ini seperti di dapur sekarang, diam seribu bahasa, nah.. ini yang paling berbahaya , makanya papa terkadang memilih pura-pura mati aja dah." ucap papa Dev dan mereka berdua seketika tertawa terbahak-bahak jika mengingat kembali sikap istri dan mamanya itu.
"Kalian membicarakan ku?" Tiba-tiba Mama Tari datang dan sudah berkacak pinggang di hadapan papa Dev juga Cinta
Papa Dev yang merasa terancam bahaya langsung mendekati istrinya "entahlah,dari sekian ribu orang, senyuman mu adalah yang paling aku rindukan." kata papa Dev kepada istrinya agar dapat membujuk ibu ratu namun seketika Cinta ikut bersuara
"Modus."
__ADS_1
Bersambung.....
Maaf baru update 🙏🙏 terimakasih udah mau baca karya receh othor dan udah kasih bunga juga vote 🙏🙏 terimakasih semua nya