Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Jadwal periksa kehamilan.


__ADS_3

Happy reading


♥♥♥♥♥


Semenjak hari itu menjadi terakhir kali dimana Cinta tidak lagi menghubungi kakaknya bahkan menelpon orangtua nya pun sangat jarang sekali,gadis itu benar-benar bertekad menyelesaikan pendidikan nya bagaimana pun cara nya nanti.


Siang ini Dara seperti biasa USG kandungannya ke dokter kandungan yang memang dikhususkan untuk keluarga nya itu, perut yang sudah begitu besar ditambah jalan sudah sulit apalagi bernafas terkadang apa yang di lihat didepan nya semua salah, yang paling menderita ialah Adit yang selalu menjadi sasaran Dara jika kesal sendiri, kalau kelelahan sendiri, apalagi perut nya yang suka kencang sendiri, bayi yang begitu aktif didalam perut membuat Dara selalu ngos-ngosan.


"Sayang apa tadi sudah menelpon dokter Tiara sebelum kita pergi tadi?" tanya Adit kepada istrinya untuk memastikan kembali bahwa mereka menunggu memang karna sudah berjanji pada dokter obgin tersebut, namun Dara beranggapan lain dan mulai bertingkah lagi.


"Hubby, kau meragukan aku? kau menganggap ku sedang berbohong? pikun begitu? sehingga aku lupa? begitu." ucap Dara sambil berusaha berdiri karna pinggang nya begitu mudah sakit dan kram kalau terlalu bergerak dengan cepat dan reflek.


"hey... bukan begitu yank, maksudnya itu,, ehm... takutnya kita nunggu lama ternyata dokter Tiara ada pasien lain." ucap Adit sambil berfikir bagaimana bicara agar tidak membuat istrinya itu tersinggung lagi.


"Tapi istrimu ini sudah menelpon nya tadi pagi dan sudah berjanji siang ini, hubby." jawab Dara lagi tak ingin dirinya di salahkan

__ADS_1


"Ya udah iya iya... kita tungguin aja ya." Adit pun sambil melirik jam tangannya kembali duduk untuk menunggu dokter yang akan memeriksa kandungan istrinya itu.


Namun tak lama mereka yang sedang duduk menunggu dokter Tiara pun tiba dan menemui pasangan suami istri itu.


"Pak Adit, bu Dara." sapa dokter Tiara


"Eh.... dok." Adit langsung melihat siapa orang yang menghampiri mereka dan ternyata itu adalaah orang yang sedari tadi dirinya juga istrinya menunggu.


"Kenapa datang sekarang pak? buk?" tanya dokter Tiara dengan wajah heran.


"Loh, kok malah bertanya dok? saya mundurkan jadwal meeting saya siang ini karna istri saya bilang jadwal periksa setelah jam makan siang, bahkan kami menunggu hampir setengah jam disini loh dok." ucap Adit sedikit merasa kesal karna dokter itu malah bertanya bukan nya meminta maaf akan keterlambatan nya datang dan tidak tepat waktunya ia.


"Jadi begini pak, pagi tadi saya sudah mengkonfirmasi bu Dara akan jadwal periksa nya mau di jam berapa? Namun beliau meminta saya meriksa nya di jam setelah makan siang dan saya meng oke kan permintaan istri bapak, terus setengah jam kemudian bu Dara kembali menelpon untuk meminta di ganti jadwal periksa nya jam empat sore dan saya pun oke saja... maka dari itu jam segini saya masih melakukan cek atau meng USG pasien lain."tutur Dokter tiara panjang lebar, menjelaskan kekeliruan tersebut


Adit kembali menatap wajah istrinya yang mana sedari tadi membuang muka menatap ke arah lain dan Adit paham itu "Owh jadi begitu dok?" tanya Adit dan Dokter Tiara pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Ternyata saya salah... maafkan saya dokter, silahkan lakukan tugas mu... masih ada waktu satu jam lagi tugas anda untuk pasien lain.. hehe. sorry dok." ucap Adit sambil tersenyum paksa kepada dokter Tiara


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu." setelah dokter itu pergi Adit langsung mendekati Dara sangat dekat emnbaut Dara terasa sesak.


"Hubby.. minggir, jangan begini.. aku sulit bernafas." ucap Dara dengan wajah cemberut


"Apa ini semua? kau mempermainkan suamimu?" tuding Adit menatap tajam istrinya


"Tidak" jawab Dara cepat


"Lalu?"tanya Adit


" Ehmmmm.. "Dara bingung


" Ehmmm... apa?"tanya Adit lagi

__ADS_1


"Ehmm... ini kemauan anak mu didalam perut,,, minggir aku amu ke toilet." Dara langsung berjalan meninggalkan suaminya disana demi menghindari masalah yang ia ciptakan.


Bersambung....


__ADS_2