
Happy reading
💕💕💕💕💕
"Sayang, kemarilah." titah papa Dev kepada istrinya pagi itu
"Ada apa yank?" tanya mama Mentari, ya walaupun sudah memiliki anak ke romantisan dua orang itu tak pernah hilang contohnya saja dari panggilan yang tak pernah berubah sejak dulu
"Dapet email dari Vano kata nya mereka sekarang di Indonesia bahkan sudah sampai." ucap papa Dev
"Hahk.... aku bermimpi? sayang coba cubit pipi ku, apa aku bermimpi?" mama Mentari antusias bahkan menampar-nampar kecil pipi nya
"tidak sayang ini beneran dan mereka pagi ini akan menuju rumah kita." ucap Papa Dev lagi
"Aku harus masak, ya ya aku harus masak yang enak Dev... Cinta... cinta tolong mama di dapur." Mentari langsung meninggalkan suaminya dan berlarian ke dapur sambil memanggil-manggil anak bungsunya itu.
"Aku kira cuma gula yang manis ternyata aku juga. " ucap Cinta di depan cermin
"Cinta.. " teriak mama Tari
"Iya iya. " jawab Cinta langsung berlarian ke dapur
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*
Di sisi lain
tok.... tok.... tok....
Dara dan Adit seketika langsung berdiri dan merapikan pakaian mereka yang acak-acakan
ceklek....
"Maaf tuan, mohon jangan berisik karna nyonya di sebelah kamar anda sangat terganggu di karna kan suara kalian kencang sekali." ucap petugas motel itu
"He he he kau pikir lucu? enak aja nyalahin saya, dia ni pak yang duluan." ketus Dara lalu ikutan nimbrung menyalahi Adit
"Lain kali tuan nyonya kalau ingin bulan madu pilih lah hotel yang mewah juga kedap suara, permisi." ucap petugas itu lagi kepada Adit dan Dara yang mematung.
Mereka berdua pun saling tatap "Jangan bilang kau menginginkan malam pertama dengan ku. " goda Adit kembali menutup pintu kamar dan berjalan duduk di pinggir ranjang
"Dih... jangan ge'er, lagian jika emang wanita menikah yang paling mereka takuti itu ya malam pertama. " jawab Dara ikutan berjalan menuju jendela hotel itu
"takut?" Adit mengulangi kata-kata Dara
__ADS_1
"Teruntuk wanita yang mau nikah tapi takut malam pertama, nikahlah sama psikopat biar langsung malam terakhir." sindir Adit
"Gila." ketus Dara namun ponsel Adit berdering kembali
"Hallo ma. " ucap Adit di telpon sedangkan Dara hanya diam melihat nya
"Kau lama sekali menjemput kami, pagi ini kau langsung datang saja ke alamat rumah teman mama yang mama kirim di pesan, pagi ini titik karna mama dan papa mu sudah menuju kesana." ucap mama lala panjang lebar lalu mematikan sepihak panggilan itu tanpa mendengarkan anaknya bicara sama sekali
Adit membuka pesan dan melihat alamat yang di berikan mama nya dan sedikit merasa aneh
"bukannya ini alamat rumah mu Dara?" tanya Adit mendekati Dara lalu menyodorkan pesan di ponselnya itu
Dara melihatnya " iya benar ini alamat rumah ku,." ucap Dara membetulkan
"Jangan-jangan, Ayo ambil semua barang mu." Adit langsung mengambil kunci mobil nya
Bersambung...
Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?
__ADS_1