
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Sore itu semua orang sudah berkumpul di kediaman DETA family alias di rumah orangtuanya Dara, bahkan mama dan papa Adit pun sudah tiba lebih dulu disana , sedangkan yang menyuruh mereka kumpul belum juga menunjukan batang hidung nya. bahkan Cinta pun sudah di suruh pulang dan sudah tiba di rumah nya.
"Mana sih anak itu?" tanya Mama Lala sudah mulai bosan menunggu anak dan menantunya itu
"Sabar." ucap papa Vano kepada istrinya.
"jangan ajari aku tentang sabar, karna selama ini aku sudah begitu sabar menghadapi kamu dan anak mu itu." ujar Mama Lala kepada suaminya
"Kebalik sayang." jawab papa Vano pelan
"Bilang apa?" tanya mama Lala yang mendengar samar-samar suaminya bicara seakan menyalahi dirinya .
__ADS_1
"Maksud mas, iya kamu bener.. istri sekaligus ibu yang paling sabar, terimakasih sayang." ucap papa Vano seakan terpaksa namun sebisa mungkin ia tahan agar tak menimbulkan drama baru yang akan memperlakukan diri nya nanti karna ulah istrinya itu.
"Begitu dong." ucap Mama Lala bangga akan dirinya sendiri
"Besan diminum teh nya nanti dingin loh." ucap Mama Tari yang tiba-tiba datang menghampiri kedua sahabat nya diiringi dengan papa Dev yang baru turun dari lantai dua habis membersihkan dirinya karna baru pulang dari luar.
"Vano, udah lama datang?" tanya Dev membuka obrolan kepada besan laki-laki nya itu
"sekitar setengah jam an lah." ucap Papa Vano
"owh... iya iya,, diminum gih." papa Dev mengajak besannya untuk kembali minum minuman yang sudah dibuatkan istrinya itu .
Cinta yang sedari tadi kamar rebahan sejenak mulai terganggu karna suara para orang tua tersebut begitu berisik.
"heboh banget kalau udah kumpul." cicit Cinta mengumpat para orang tua itu.
__ADS_1
"Ini lagi AC di kamar pake acara rusak segala, mana tukang servis nya belum dateng-dateng." Cinta ngedumel kesal karna tiba-tiba pulang je rumah tadi AC kamar nya mati dan terpaksa diringa menggunakan kipas angin dari pada kepanasan.
Cinta kembali baring di atas tempat tidur nya dan langsung membuka ponselnya namun saat ia membuka ponselnya tertera nama pak Angga dan gadis itu langsung senyum-senyum sendiri melihat kontak nama bos tempat ia magang tersebut.
"Pengen ngechat duluan tapi takut dikira suka, padahal emang iya." ucap Cinta terkekeh sendiri di kamar nya.
Cinta pun kembali men scroll ponselnya ke bawah melihat status WA teman nya.
"Cinta irairi sama temen-temen Cinta yang siklus percintaan nya kaya gini, kenalan, deket, nyaman, jadian, bahagia sampai nikah. Kenapa giliran Cinta cuma deket, deket, deket, deket aja terus sampai ultraman jadi ultramilk." ucap Cinta mendengus kesal.
"Cuma bisa planga plongo melihat story orang-orang pada pacaran." ucap nya lagi
"Baru kali ini Cinta ngerasain lelahnya rebaha... huhffffss." gadis itu menarik nafas dalam-dalam sambil melihat putaran kipas angin
"Berat bener beban hidup." ucap Cinta lagi
__ADS_1
"Sangking beratnya beban hidup, curhat sama kipas angin aja kipasnya geleng-geleng." ujar Cinta lagi dan langsung berdiri untuk keluar kamar, karna ia merasa jika lama-lama bicara sendirian kalau ga kipas nya yang rusak dia nya yang mulai ga waras.
Bersambung....