
Happy reading
♥♥♥♥♥
Setelah drama pagi saling sindir menyindir tersebut akhirnya Dara dan Adit memilih pergi dengan cepat menuju kantor mereka dan meninggalkan Cinta dan Wahi di apartemen mereka.
Dan kini Adit dan Dara sudah ada didalam mobil menuju kantor "Maafkan adik ku yang tidak sopan." ucap Dara melihat Adit sekilas yang sedang menyetir lalu kembali menatap ke arah jendela luar mobil
"Kenapa minta maaf?" Adit balik bertanya
"Ya karna adik ku tidak sopan bicara bahkan kepada tamu mu." ucap Dara lagi dan ia menunduk malu akan sikap Cinta yang menurut nya kekanak-kanakan
"Gak papa, aku suka." jawab Adit santai sambil menyetir mobil mereka
"Kau tidak marah?" Dara kembali bertanya
"Kenapa harus marah?"
"Ya maksud ku Cinta sudah tidak sopan." ucap Dara lagi
"Gak papa," jawab Adit
Dan tak lama mereka pun sampai di depan halaman kantor DETA GROUP dan Adit dengan sigap turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya, Dara turun dengan elegant samas sperti biasanya namun kali ini ia langsung mengalungkan tangannya di tangan Adit.
Mereka berdua pun masuk kedalam kantor dan semua karyawan yang ada di lantai satu itu memberi hormat kepada kedua bos mereka
"Selamat pagi pak, buk." ucap karyawan disana
__ADS_1
"Pagi." sapa Adit sedangkan dara seperti biasa diam dan terus berjalan menuju lift
"Pagi bu Dara." Saat hendak masuk kedalam lift ternyata Meta lebih dulu menghampiri Dara dengan berkas ditangannya
"Pagi pak Adit." sapa Meta juga kepada bos barunya itu namun Adit hanya membalasnya dengan senyuman
"Apa agenda pagi ini?" tanya Dara
"Kita ada rapat penting bersama perusahaan pak angga buk dan akan diadakan rapat jam sepuluh pagi ini." ucap Meta lagi
"urus semua nya nanti hubungi aku jika sudah akan dimulai rapat nya." perintah Dara dan ia langsung masuk lift bersama Adit
"Apa kau masih mempercayai nya? tanya Adit sedang kan Dara hanya diam
" ehm... maksud ku apa dia nanti nya tidak akan berbuat curang padamu nanti, secara dia." Adit hendak memperjelas kata-katanya namun seketika Dara memotong pembicaraan nya
"Bulan depan masa kontrak dia habis dan aku pastikan aku tidak akan memperpanjang kontrak nya." ucap Dara seperti biasa tegas dan penuh wibawah bicara kepada Adit yang sebenarnya notabene suaminya sendiri.
Mereka pun tiba didalam ruangan Dara.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan tersebut saling pandang lalu kembali menatap kursi biasa Dara duduki diruangan itu dan kembali mereka saling tatap.
"Suamimu ini CEO kan?" Adit menunjukan dirinya dan bertanya kepada Dara
"Ya." jawab Dara membenarkan
"Kau CEO juga?" tanya Adit menunjuk Dara
__ADS_1
"iya lah." jawab Dara sedikit mengerucutkan bibirnya kepada Adit
"Tapi kursi kebesaran nya cuma ada satu." Adit kembali menujukan kursi di ruangan itu dan Dara ikut arah tunjuk suaminya itu
"Besok aku pesankan satu kursi lagi supaya kita satu ruangan dan mempermudahkan mu bila ingin bertanya hubby." ucap Dara mengambil inisiatif untuk kursi satu lagi nanti nya
"Tapi itu besok kan?" tanya Adit dan langsung berjalan menuju kursi kebesaran itu dan duduk disana lalu Adit menepuk-nepuk pahanya di hadapan Dara
"Kemarilah,, hari ini biar suamimu yang memangku mu bekerja, ayo sini duduk dipangkuan ku." ucap Adit lagi dengan bangganya ia memberi saran sendiri
"Duduk di.. disana?" ucap Dara terbata-bata karna malu akan sikap suaminya itu
"Iya disini." gumam Adit menepuk-nepuk pahanya
"Seperti nya kurang baik seperti itu, biar aku duduk di sofa saja." Dara menolak secara halus karna ini di kantor bukan di rumah mereka
namun saat Dara berjalan menuju sofa ponsel Adit berdering.. Adit Langsung mengangkat telpon tersebut
"Hallo." ucap Adit
"Apa? ya.. baik lah aku kesana sekarang." Adit langsung berdiri dan berlarian keluar ruangan membuat Dara bengong memperhatikan suaminya yang tanpa pamit langsung pergi begitu saja
"Dia begitu cemas? ada apa?" batin Dara
Bersambung....
Salam hangat
__ADS_1
~P
Lubuklinggau menyapa 🙏😊