Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Toilet yang sama.


__ADS_3

Happy reading


♥♥♥♥♥


Siang itu Adit masih berada di dalam toilet cafe tersebut namun tanpa di sangka di tempat yang sama Dara dan Angga pun makan siang di cafe super lengkap itu dan mereka sama-sama tidak menyadari keberadaan masing-masing.


"Mau pesen makan apa?" tanya Angga kepada Dara yang sedang duduk dengan santainya disana


"Terserah bapak saja." ucap Dara malas untuk memilih makanan siang itu


"Kok terserah?Ada apa? apa tempatnya kurang nyaman?" tanya Angga merasa khawatir jika Dara tidak nyaman disana


"Ehmm.... tidak-tidak... tempat nya bagus dan disini rekomendasi banget kok, saya samaan aja makannya dengan bapak." ucap Dara lagi


"Dara kalau diluar jam kerja panggil saja mas saja jangan terlalu formal okey." ucap Angga karna merasa Dara terlalu kaku kepadanya karna kemungkinan prihal pekerjaan dan saling menghormati


"Ahhh... ya baik lah mas Angga." jawab Dara tersenyum kecil seakan ia bisa mengobrol an menjawab kata dengan santai tanpa ada ketegangan antara keduanya


"Ya sudah mau makan apa?" tanya Angga lagi


"Terserah mas aja, aku ke toilet bentar dan mas pesan aja dulu makanannya." jawab Dara sambil berdiri


"Mau di temenin?" ucap Angga lebih ke menggoda Dara


"Hahk... temenin? tidak... tidak.. aku bukan anak kecil ya?" ketus Dara melotot kan matanya ke arah Angga namun laki-laki itu melihatnya dengan gemes.


"Kirain? ya udah pergi lah, jangan lama." ucap Angga lagi mempersilahkan Dara untuk ke toilet


Dara pun berjalan menuju toilet wanita di cafe tersebut dan ia pun masuk kedalam toilet untuk membersihkan wajahnya sedikit dengan air mengalir.


Namun tak lama Dara keluar dari dalam toilet dan berjalan menuju meja nya tanpa melihat ke arah jalan dan tiba-tiba


Brukkk....


"Aws...." Dara meringis kesakitan karna ia disenggol seseorang dan mereka pun saling membalikan tubuh


"Kamu..?" Dara dan orang itu saling tunjuk


__ADS_1


"Ngapain disini?" tanya Adit langsung menghalangi jalan Dara dengan tangannya


"Aku... sedang makan siang." jawab Dara jujur


"Sama siapa?" tanya Adit lagi


Dara celingukan melihat ke arah meja ia dan Pak Angga partner kerja nya itu "Sama Mas Angga." jawab Dara pelan


Adit memutar matanya melihat arah tatapan Dara "Mas? kau panggil dia mas?" tanya Adit sambil menunjukan jarinya ke arah meja dimana ada Angga yang sedang duduk disana


"Ya." jawab Dara sambil menganggukan kepalanya sedangkan Adit bengong


"Lalu kau kesini ngapain? dan sama siapa?" Dara balik bertanya kepada Adit yang masih diam berdiri menatap Angga dengan wajah tidak suka nya


Namun saat Adit hendak menjawab dengan siapa ia kesini Dara terlebih dahulu melihat wahidah ada disana tanpa melihat adanya Cinta


"Aku kesini." jawab Adit terputus


"Owh... tidak perlu di jelasin, kau kesini dengan wanita sahabatmu itu kan? lebih memilih meninggalkan pekerjaan mu demi untuk makan siang romantis? lebih memilh mengabaikan istrimu demi wanita lain begitu kan?Cih... " Ucap Dara panjang lebar lalu menepis tangan Adit dan hendak pergi dari sana namun Adit langsung mendorong Dara hingga terperangkap di tembok itu dengan tangan Adit yang menghalanginya


"Berhenti omong kosong Dara." ucap Adit tidak suka dengan tuduhan seperti itu


Adit melepaskan penghalang tangannya dari Dara yang hendak pergi namun sebelum Dara semakin jauh melangkah Adit pun bicara


"Kau menuduh ku, lantas kau itu apa? makan bersama pria lain sedangkan kau wanita bersuami." sindir Adit membuat Dara terpancing emosi


"Apa maksudmu hahk?" ucap Dara berkacak pinggang di hadapan Adit


"Ya maksudku, kau bisa saja menjelekan keburukan ku tapi apa kau sudah seratus persen betul?" tantang Adit kepada Dara yang notabene istrinya sendiri


"Dara ada apa?" Tiba-tiba Angga datang menghampiri dua orang tersebut dan Angga bisa melihat wajah emosi dan kekecewaan dari raut wajah Dara.


"Katakan pada ku ada apa Dara?" tanya Angga memegang Bahu Dara namun dengan sigap Adit menepis tangan Angga dan langsung mengangkat Dara masuk kedalam gendongan nya


"Disaat wanita sakit hati , disitulah para laki-laki sok jadi dokter, tapi maaf dia istri ku biarkan kami selesaikan nya berdua. permisi." ucap Adit kepada Angga sambil tersenyum miring


Bersambung....


Bantu vote like dan komen ya karya othor receh ini 🙏🙏🤭

__ADS_1


sambil nunggu othor up mampir ya di karya temen othor 🙏🙏



PEMBALASAN GADIS ABNORMAL


(Dhevy Yuliana)



Sheina adalah gadis yang mempunyai kelainan di wajahnya.


dan karena itulah, dirinya selalu di buly. dan pada suatu hari, karena sudah merasa tidak tahan, akhirnya gadis itu, meluapkan emosinya.


"eh iya, saya lupa dia kan hanya punya satu mata," guru itu, berucap dengan nada angkuhnya.


"makanya kamu itu nggak cocok sekolah di sini, karena kamu, bukan manusia," sambungnya membuat semua orang tertawa.


Deg


tiba tiba, hati dan jantung Sheina, merasa sakit karena di hina dan di permalukan seperti ini.


apalagi, orang itu adalah seorang yang seharusnya menjadi contoh.


Sheina yang sebelumnya menunduk, dengan cepat gadis itu, menegakkan wajahnya.


"maaf Bapak Rian yang terhormat, saya rasa, kata kata anda, sungguh sangat tidak pantas dari orang yang berpendidikan tinggi dan jabatan sebagai pahlawan itu. ternyata, benar apa kata orang, bahwa orang yang ber etika tidak di ukur dari penampilannya," Sheina segera berlalu pergi.


meninggalkan tempat itu, berderai air mata.


hingga membuat hati Rian terasa terganggu.


dan dengan susah payah, guru tampan itu, menyadari perbuatannya.


akankah Sheina luluh, ataukah malah menjauh? kiita simak ya?



"

__ADS_1


__ADS_2