
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang itu Dara berkeliling mencari keberadaan Adit di sana namun ia belum juga menemukan di mana suaminya itu.
"Duh dia dimana? tadi bilangnya angkat telpon sebentar." Gumam Dara bercarian keberadaan Adit
Mata Dara berkeliaran menatap setiap sudut ruangan itu namun tidak menemukan suaminya.
"Dimana sih?" Dara bertanya-tanya sambil meletakan kedua tangannya di pinggang
"Nona cari siapa?" seorang pria datang menghampiri Dara dari belakangnya dan Dara pun langsung memutarkan tubuhnya menghadap kearah suara
"Hubby." panggil Dara kaget
"Tarra.. "Adit mengagetkan Dara dengan menenteng sebuah paper bag
" Kaget tau, Apaan itu?" tanya Dara menunjuk kearah paper bag ditangan Adit
"Coba tebak suamimu ini beli apa?" tanya Adit
"Nggak tau." Dara mengangkat bahunya tidak tau
"Coba tebak, apa?" gumam Adit sambil menggerak-gerakan paper bag di tangannya
"Makanan?"
"No." jawab Adit
"Tas?" tanya Dara lagi
"Bukan." jawab Adit
__ADS_1
"Perhiasan, sepatu, ehm."
"Salah." jawab Adit lagi
"Terus apa dong?" tanya Dara heran dan membingungkan
"Coba lihat aja langsung." Adit langsung memberikan paper bag yang ada di tangannya kepada Dara
Dara langsung membuka paper bag kecil itu namun tiba-tiba mulutnya menganga "Ini?" mata Dara seketika melotot ke arah suaminya setelah melihat isi di dalam paper bag tersebut
"Itu buat istriku tercinta, ambil dan pakai lah nanti malam." ucap Adit seraya menggoda istrinya lalu Adit berjalan kembali menuju meja dimana mereka makan siang tadi.
"Lingerie? dia bener-bener menguji kesabaran ku." umpat Dara dalam hati lalu ikut menyusul Adit yang kembali ke meja mereka
" Hay... apa kalian sudah selesai semua makannya?apa kita mau maen games?" tanya Adit
"Ajak Om Angga boleh?" Cinta meminta ijin kepada kakak iparnya dengan memasang wajah memelas alah Cinta
Adit melihat Cinta lalu kembali melihat Angga " Di panggil Om? pupptsss." Adiy langsung menahan tawanya
"Mau kan Om? mau kan?" Cinta menggoyang-goyangkan bahu Angga
Sedangkan Wahi memutar bola mata jengah melihat tingkah bocah ingusan baginya itu.
"Oke oke... ayo.. " Angga pun akhirnya menyetujui
"Bentar... saya bayar dulu bon nya." Adit pun langsung menuju kasir sedangkan mereka berempat hanya menunggu.
"Wahi kenapa dari tadi diam aja?" Iseng Angga menanyainya
"Ah.. gak papa, dibalik diam ku ada rasa ingin nikah." gumam Wahi
"Apa?" Angga menatap wahi butuh penjelasan
__ADS_1
"Aku." Wahi hendak menjawab pertanyaan angga namun Cinta lebih dulu
"Maksud kak Wahi bosen bicara takut disangka gila, iya kan kak?" Cinta lebih dulu
"Owh." Gumam Angga manggut-manggut sedangkan Dara hanya bisa geleng-geleng kepala
Namun Wahi langsung menarik telinga Cinta mendekat ke bibirnya
"Awhh.... " Cinta meringis
"Sakit tau." ketua Cinta
"Takut kesaing?." bisik Wahi
"Kamu itu cantik kalau kamu itu kurus." bisik Wahi mengina tubuh Cinta yang lumayan berisi
"Kamu juga cantik kalau ga punya mulut." Cinta menarik telinga Wahi dan membisikan nya tepat di depan gadis itu lalu Cinta beranjak pergi dari sana karna kakak ipar nya pun telah selesai membayar tagihan mereka.
"Kenapa tadi sama Wahi?" Angga berjalan mendekati Cinta yang berjalan lebih dulu menuju tempat games di Mall tersebut
"Dia bilang Cinta gendut, ya Cinta ga terimalah walaupun kenyataan nya bener." ucap Cinta mengerucut kan bibirnya membuat Angga gemes akan tingkah gadis itu.
"Puppssstt...." Angga menahan tawa
"Om juga mau ngehina Cinta ya?" Cinta langsung menatap tajam Angga
"Nggak kok." jawab Angga langsung mengelak
"Kenapa ga diet aja?apa karna mantan? " tanya Angga sambil bergurau
"Gimana nggak gendut coba, orang lain makan sepiring berdua, lah aku dua piring sendiri." gumam Cinta dengan wajah sedih
"Lah.... "
__ADS_1
bersambung...
Bantu support terus ya karya super gaje ini 🙏🤭🤭😁 kasih konflik dikit ya 🤭🙈