
Happy reading
🌹🌹🌹🌹
Siang itu menjadi siang yang sangat membahagiakan bagi suami istri itu terutama Adit, ia benar-benar bahagia mendengarkan kabar bahagia itu dari istrinya. Seakan kerja keras nya selama ini tidak sia-sia.
"Sayang, ayo kita pulang... ehm... tidak-tidak kita akan kerumah mama Mentari dan ajak Mama Lala juga kesana, oke." Adit mentitah istri nya untuk pulang dan menemui orang tua sekaligus mertua mereka, kabar bahagia ini tidak lengkap jika para oma dan opa belum mengetahuinya.
"Hubby,, jangan berlebihan gitu,,, iya iya kita ke rumah mama... tapi aku bisa jalan seperti orang normal kok, aku ga sakit." Dara singkuh karna suaminya itu sangat berlebihan untuk memapahnya sedangkan dirinya masih bisa berjalan dengan sangat lancar.
"Tapi yank, kamu itu harus dijaga ektra hati-hati... aku nggak mau ya kamu kenapa-kenapa,, jadi diam lah dan ayo jalan." perintah Adit tak ingin dibantah dan akhirnya Dara hanya bisa pasrah akan sikap suaminya yang sangat begitu berlebihan di muka umum bahkan banyak pasang mata melihat mereka berdua.
Dan tak lama Adit juga Dara tiba didalam mobil, Adit langsung mengirim pesan singkat kepada Mama nya agar berkumpul dirumah keluarga DETA family atau rumah besan dengan alasan begitu penting.
Lalu Adit langsung memasangkan sabuk pengaman di badan Dara dan kembali ia mengecup kening istrinya.
Cup
__ADS_1
"Terimakasih, yank." Lagi-lagi Adit mengulangi perkataan nya yang sama didalam rumah sakit tadi kepada Dara, Dara seakan sudah memberikan hal begitu besar lebih berharga dari sebuah berlian atau apapun itu kepada suaminya sehingga Adit tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih penuh cinta kepada istrinya itu.
"Sama-sama hubby, ini semua kerja keras kita bersama jadi akupun juga berterimakasih kepada mu." ucap Dara lalu mengecup pipi kiri suaminya
Cup
"Terimakasih,, calon Daddy." gumam Dara menatap mata Adit yang tertegun akan sebutan Daddy dari mulut istrinya itu.
"Love you." ucap Adit
"Love you to." sahut Dara
Akhirnya mobil yang mereka kendarai pun berjalan menyusuri jalan menuju rumah keluar DETA family.
****""****
Sedangkan di proyek yang sedang ditinjau oleh Angga selaku dirut perusahaan sedang menyantap makan siang bersama sekertaris nya juga Asisten sekertaris nya yaitu Cinta si anak magang.
__ADS_1
"Pak, makanan disini enak ya?" ucap Cinta begitu menikmati makan siang nya yang sudah pasti ditraktir oleh bos nya itu.
"Dih.... katrok." gumam Eliza menatap Cinta sekilas
"Sewottt.. " Nyinyir Cinta membalas tatapan ElizA dan kembali menatap wajah Angga
"Iya, disini makanan emang enak-enak dan saya selalu rekomendasi restoran ini, Cinta." ucap pak Angga kepada gadis SMA itu
"Owh.... "Cinta mengangguk paham.
"Tante Liza kenapa ga di makan nasi nya?" tanya Cinta karna yang Cinta lihat sedari tadi wanita bernama eliza itu hanya memutar-mutar sendok nya saja
"Aku lagi." belum sempat eliza meneruskan ucapannya,Cinta sudah lebih dulu menjawab
"Cinta tau, pasti kak eliza laperkan ? pengen banget makan, iya kan? tapi tante Eliza takut nasi nya ngomong dateng pas ada mau nya aja, iya kan?" Ledek Cinta kepada sekertaris pribadi Angga tersebut.
"Bang ke... loh." ketus Eliza kesal, karna ucapan Cinta, Angga selaku bos nya Eliza pun ikut menertawakan dirinya.
__ADS_1
"Pupppssttt"
Bersambung.....