
Happy reading
♥♥♥♥♥
Setelah kepergian Adit Dara kembali memfokuskan pekerjaannya dikantor karna pagi ini juga dia akan mengadakan pertemuan kedua nya bersama partner kerjanya yang baru dari perusahaan Angga.
"Permisi bu, pak Angga sudah ada di ruangan rapat." ucap salah satu karyawan Dara yang datang menemuinya
"Ya baiklah." Dara pun berdiri dan sejenak ia terlintas memikirkan suaminya yang tak tau ada apa dan Langsung pergi saja tadi
"Aku bisa." gumam Dara menyemangati dirinya sendiri
\*\*\*\*\*\*
Dilain tempat tepatnya di apartemen Adit dan Dara sedang ada keributan pasal nya wahi tidak mau di ajak pulang oleh anggota keluarga nya dan ia mengancam akan melompat dari balkon teras atas apartemen itu .
Sedangkan Mama Lala dan Papa Vano tidak bisa berbuat banyak karna mereka pun tau betul sulit sekali membujuk anak itu.
"Please wahi ayo kita pulang." ucap kakak perempuan gadis itu membujuk adiknya
"No... pergi kalian." teriak wahi
"Drama." Gumam Cinta sambil berdiri dipinggir pintu dan mengunyah permen karet di dalam mulut nya dan tak lama Adit pun tiba
"Mama.... " panggil Adit
Adit berlarian ke lantai atas "Ma... Pa.." panggil Adit namun orangtuanya tak menjawab apapun melainkan mata mereka seakan berbicara menunjukan apa yang sedang di lakukan gadis itu.
"Wahi... ayo turun." ucap Adit lebih ke perintah
"Nggak.'' jawab gadis itu
" Mereka mau bawah aku pulang, janjinya kan seminggu wahi di rumah kakak." ucapnya lagi
Adit menarik nafas dalam-dalam "Mereka merindukan mu mereka kangen kamu wahi, makanya mereka ingin menjemput kamu." ucap Adit dengan pelan dan sabar
__ADS_1
"Tapi aku tidak mau." ucap gadis itu lagi
"Namanya ga salah salah RELIGI tapi kelakuannya ROHHALUS." cicit Cinta menyindir Wahidah
"Apa kau sudah menghubungi Joe?" tanya papa Vano kepada putra nya
"Sudah pa, cuma Adit belum tau pasti kapan dia take off ke Indonesia?" ucap Adit lagi
"Nanti biar papa yang kembali hubungi joe, bantu dia agar turun dari sana." ucap papa Vano lagi
Adit kembali melihat Wahi lalu mendekat ke arah gadis itu "Ayo turun, mau makan ice cream dengan ku?" bujuk Adit kepada Wahidah
"Manja." cicit Cinta lagi
Sedangkan Wahidah matanya cerah dan berbinar "Benarkah?" tanya nya
"Ya.. " jawab Adit dengan sigap Wahi langsung melompat dari pinggiran pembatas balkon tersebut dan mendarat di lantai
"Ayo.. " ucap Wahi langsung menggandeng tangan Adit
mengikuti langkah Wahi namun setelah tiba di bawah Wahi menghentikan langkahnya "Kau mau kemana?" tunjuk wahi kepada Cinta dan Adit pun ikut membalikan tubuhnya
"Aku juga mau ikut makan ice cream." jawab Cinta santai mengunyah permen karet dan matanya pun ngelirik kesana kemari
"Tapi kami tidak mengajak kamu ya." ketus wahi
"Siapa bilang? dia kakak ipar gue dan loe siapa?" tanya Cinta
"Sudah,,, sudah,, ayo kalian ikut semua." Adit menengahi keduanya
Dan dengan terpaksa nya Wahi harus mengalah melihat muka penuh kemenangan Cinta .
\*\*\*\*\*\*\*
"Dara.. kenapa aku perhatian dari pertemuan tadi sampai sekarang kamu banyak melamunnya?kenapa? apa ada masalah?" tanya Angga kepada Dara setelah mereka rapat tadi dan masih di ruangan itu
__ADS_1
"Ah.. tidak papa kok pak." ucap Dara lagi
"Kau serius?" tanya nya lagi sedangkan Dara terdiam
"Huhffsss... Dara maaf waktu acara pernikahan mu aku tidak bisa datang karna aku ke LN, maaf ya." Angga menarik nafas lalu mengutarakan maafnya
" Nggak papa kok." ucap Dara lagi
"Owh iya,, ini ada hadiah kecil dari aku untuk pernikahan kamu." Angga memberikan paper bag kecil yang tak tau apa itu isinya kepada Dara
"Untuk ku?" tanya Dara
"Iya... ambillah." ucap Angga lagi dan Dara pun mengambilnya
"Mau makan siang bersama ku? anggap saja kita merayakan proyek pertama ini." ajak Angga
"Baiklah." Mereka pun berdiri untuk pergi mencari makan siang
\*\*\*\*\*\*\*
Ditempat lain Adit Wahi dan Cinta sudah sampai di kedai Ice cream yang lengkap disana.
Mereka bertiga pun duduk dengan tenang memakan icecream masing-masing
"Bentar kakak ke toilet dulu ya." Adit permisi sebentar untuk ke toilet dan tinggalah dia gadis yang saling tatap dengan wajah penuh permusuhan itu.
"Intinya , berjuang seperti apapun kalau di hatinya ada yang lain atau istrinya PERCUMA." sindir Cinta
"Diamlah kau, kenapa kau selalu saja mengganggu ku?" ketus Wahi
"Ganggu? enggak sih, aku cuma menjaga apa yang sudah menjadi hak kakak ku, karna pelakor sekarang terang-terangan bestie heheh." ucap Cinta pada akhirnya
Bersambung.....
Bantu support othor dan vote seikhlasnya nya supaya karya receh othor ini makin berkembang 🙏🙏🥰
__ADS_1