
Happy reading
♥♥♥♥♥
Sore itu mama Lala langsung menuju kamar hotel yang ditempati anak dan menantunya.
Tok.... tok.... tok...
Mama Lala ngetok pintu terlebih dahulu
Cek lek
"Hubby kau sudah pulang?" Dara membuka pintu dan ia kaget ternyata yang datang bukan lah suaminya melainkan mertua nya sendiri
"Ehm... ma.. mama." ucap Dara masih kaku dan belum terbiasa
"Boleh mama masuk?" tanya mama Lala dan ternyata di belakang nya sudah ada Adit dan papa Vano menyusul ikutan masuk
"boleh kok." ucap Dara mempersilahkan masuk keluarga baru nya itu
"Sayang." sapa Adit kepada istrinya pelan sambil mengekori mama nya
Mama Lala langsung duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu namun mata nya berkeliaran menyisiri setiap sudut kamar itu dan Adit ikut pandang bola mata mamanya
"Dara apa kau baik-baik saja nak?" tanya mama Lala
"Aissst.. pertanyaan macam apa itu ma?" Adit lebih dulu bersuara karna ia tau arah tujuan pertanyaan mama nya itu.
"Dara?" tunjuk Dara pada dirinya
__ADS_1
"Iya... apa baik-baik saja? apa kau tidak kesusahan dibuat putra ku?" tanya mama Lala lagi lebih menginterogasi
"Emangnya Adit anak kecil pake acara nyusahin Dara? lagian kalau Adit nyusahin Dara ya gak papa lah ma, Dara kan istri Adit. tugas istri itu melayani suami dengan penuh suka dan keikhlasan makan surga ada untuk nya,. bener ga pa?" ucap Adit panjang lebar lalu meminta kebenaran pada papa nya
"Jangan bawa-bawa namaku, aku tidak ingin bermasalah." gumam papa Vano melototi anak nya itu
"Tenang aja kali ini Adit akan bela papa." bisik Adit kepada papa nya sedangkan Dara hanya bisa menahan tawa, wanita yang biasanya sulit sekali untuk tersenyum bahkan lebih fokus dengan karir nya namun kali ini dikit demi sedikit hidupnya mulai berwarna walaupun terlihat sedikit konyol.
Mama Lala tak memperdulikan suami dan anaknya itu ia lebih fokus ke Dara "Apa kau mau tinggal dirumah ku sayang?" tanya mama Lala kepada Dara namun saat Dara hendak menjawab Adit lebih dulu bicara
"Ah tidak perlu, tidak perlu." ucap Adit menolak dengan cepat membuat semua orang melihat dirinya
"Kenapa? mau kau bawa kemana anak orang tinggal? jangan konyol Adit." ucap mama Lala tegas dan papa Vano pun ikut mendukung istrinya
"Adit akan membeli rumah atau apartemen hari ini." ucap Adit lagi
"Dengan cara?" tanya Mama Lala dengan tatapan penuh selidik nya
sedangkan mama Lala yang ingin menguping langsung di tatap Adit dengan tatapan elangnya "Adit pinjem papa sebentar." gumam Adit kepada mama nya lalu membawa papa nya untuk bicara diluar.
Tak lama mereka berdua pun tiba di luar gedung hotel itu tempat yang tidak terlalu banyak orang dan lumayan sepi. "Ada apa?" tanya papa Vano
"Santai pa rileks dulu." ucap Adit seakan membuat papa nya itu lebih enjoy dan santai
"Langsung ke intinya saja." gumam Papa Vano lagi menyilangkan kedua tangan di dada nya
"Jadi gini Adit dan Dara kan udah."
"Udah menikah? papa tau itu." papa Vano memotong pembicaraan anaknya yang bisa di tebak itu
__ADS_1
"Nah betul... dan papa tau kan Adit ini lelaki."
"Lelaki sejati dan bertanggung jawab? ya kau bibit unggul ku jadi tak perlu kau jelaskan,next." ucap papa Vano lagi memotong pembicaraan anaknya sambil bergaya dengan pongahnya
"Ck... jadi gini pa, Adit kan sekarang ga hidup sendiri lagi ada tanggung jawab penuh akan Dara dan Adit itu sedang mencari jati diri Adit sendiri dan ingin mandiri."
"Terus?" tanya papa Vano sambil menyimak penuturan putra semata wayang nya itu
"Terus Adit ingin tinggal berdua aja sama Dara tanpa gangguan siapa pun salah satunya istri papa."
"Tapi dia mama mu." ucap papa Vano
"Tapi dia istri papa juga." Adit ikut ucapan papa nya
"Ya aku tau tapi dia galak banget, cerewet, heran papa dengan mama mu itu." mengeluarkan unek-unek ala papa Vano
"Sabar... tapi kamu cinta kan?" goda Adit
"Cinta lah, eh balik ke topik awal."tegas papa Vano baru sadar dipermainkan anak nya
" Hehe... jadi gini pa, Adit mau pinjem Dana papa untuk beli rumah untuk Adit dan Dara berdua aja nanti Adit ganti ."ucap Adit memberitahukan maksud inginnya itu
"Rumah papa banyak di Indonesia kenapa harus beli rumah?"
"Sombong amat." ketus Adit
"Kak Adit... " saat dua orang pria beda usia itu sedang bicara dari arah kejauhan ada yang manggil Adit sambil berlarian
Bersambung....
__ADS_1
Bantu support like komen dan vote othor ya 🙏🙏😉