
Happy reading
πππππ
Siang itu Adit benar-benar tidak bisa fokus dijalan karna memikirkan istrinya yang di kabarkan ada dirumah sakit, Adit merasa lalai membiarkan istrinya sendirian di kantor tadi.
Tak lama mobil yang di kendarai Adit tiba halaman depan rumah sakit yang diberitahukan adik iparnya tadi sebelum ia pergi.
"Dara, sayang.. kamu kenapa? duh... "sambil masuk kedalam rumah sakit Adit tak henti-hentinya merasa cemas akan istrinya.
Tak lama sesampainya ia dikasir rumah sakit langsung mengecek atas Nama istrinya kepada suster dan memang benar ada nya Dara di sana.
Adit di beritahukan bahwa istrinya sedang di periksa di ruangan yang di tunjuk kan oleh suster itu dan ia pun langsung berlarian kearah ruangan yang disebut tadi, namun saat ia berlari ternyata Dara sudah keluar dari ruangan tersebut dan berjalan dengan wajah pucat dan murung membuat Adit menghentikan langkahnya.
"Dara." panggil Adit dan Dara pun menghentikan juga langkahnya, mereka berdua saling pandang
"Sayang." panggil Adit lagi namun Dara diam tapi Adit bisa melihat mata istrinya memerah seakan hendak menangis tetapi ia tahan.
"Sayang,, ada apa? kau baik-baik saja?" Adit langsung berjalan mendekati istrinya dengan wajah penuh kecemasan juga matanya mulai berkaca-kacs seakan ikut merasakan kesedihan istrinya itu. dilorong itu sepi hanya ada mereka berdua.
"Sayang ada apa? udah periksa dokter? apa katanya?" Adit langsung memegang bahu istrinya lalu mencercai sebuah pertanyaan namun Dara hanya diam tapi air mata nya menetes.
"Dara, kamu kenapa? jangan menangis, ada yang sakit? katakan, bagi dengan suami mu ini juga yank, aku mau kok berbagi sakit mu dengan ku... katakan.. no jangan menangis,, airmata mu sangat berharga bagiku." ucap Adit langsung memegang pipi Dara dan menghapus air mata istrinya.
__ADS_1
Dara hanya diam hanya airmatanya yang membasahi lantai rumah sakit, suara tangisnya begitu sendu seakan begitu dalam tangisnya.
"Katakan Dara, ada apa?" Adit mulai teriak, airmatanya ikutan menetes seakan menjadi laki-laki cengeng ia disana
Dara tetap diam
"Baiklah, biar aku temui dokter sialan itu, kenapa tidak menyembuhkan istri.. malah membuat nya menangis." Adit sudah mulai kesal lalu hendak menemui dokter yang memeriksa Dara namun tiba-tiba Dara bersuara
"Hubby, tunggu." ucap Dara dan Adit langsung menghentikan langkahnya, Dara membelakangi Adit suaminya
"Apa kau akan marah padaku?" tanya Dara, Adit langsung menggeleng kan kepalanya dengan posisi masih membelakangi Dara,ia pun juga bingung akan maksud istrinya itu.
"Aku... aku,,, hubby, aku hamil." ucap Dara sambil menundukan kepalanya.
gelegar.....
"Katakan sekali lagi, aku tidak dengan." ucap Adit lagi
Dara melihat sekilas wajah suaminya lalu kembali nunduk "Aku hamil, hubby." ucap Dara
Adit langsung berjongkok tepat dihadapan perut istrinya "Hamil?" tanya Adit sekali lagi, wajahnya sangat memerah, airmatanya bercucuran
"Iya."
__ADS_1
"Disini ada dia?" tanya Adit merubah perut istrinya yang datar, Dara hanya menganggukan kepalanya tak berani bersuara
"Didalam sini ada bayi?" tanya Adit sambil berdiri mendekati istrinya dan meraba-raba perut Dara
"Iya,, maaf." ucap nya lagi
"Kenapa maaf? Dara,, MasyaAllah, apa ini kado ulang tahun ku? tapi aku belum ulang tahun, aku sangat bahagia sayang,,, bahagia sekali .... yank kita bakal punya anak kan?" Adit begitu bahagia hingga menatap wajah istrinya penuh cinta.
Dara kaget, ia pikir suaminya belum menginginkan mereka untuk punya anak namun sebaliknya.
Cup
Cup
Cup
Adit menciumi seluruh wajah istrinya bertubi-tubi.
"Didalam sini nantinya akan ada owekkk.. owekkk... kan?" tanya Adit dan Dara menganggukan kepalanya membenarkannya.
"Ayo kita pulang, kita kasih tau calon Oma dan Nenek itu, bahwa suami mu ini berhasil dan kita akan melengkapi keluarga kecil kita."
"Love you,"
__ADS_1
Bersambung....
Maaf ya author baru update, InsyaAllah hari ini crazy up ππmohon dukungan dan vote nya ya