
Happy reading
♥♥♥♥♥
"Sayang.. " Panggil papa Vano pada istrinya yang sedang mengobrol dengan Dara Sang menantu
"Gimana mas, udah berunding dengan anak mu itu?" tanya mama Lala pada suaminya sedangkan Dara celangak celingkuk mencari Adit yang tak ada dari tadi bahkan papa Vano kembali sendirian
"Ah ya.. mas tadi udah bicara sama Adit dan dia minta di urus apartemen untuk mereka berdua sayang, dan tadi mas udah telpon pihak pengurus apartemen buat mereka." ucap papa Vano menjelaskan
"Jadi anak itu tidak mau tinggal sama kita?" cicit mama Lala memasang wajah kecewa akan sikap anaknya yang lebih memilih tinggal berdua dengan istrinya dan tak ingin satu rumah dengan orangtuanya
"Udah gak papa sayang lagian mas pesen apartemen nya juga yang jaraknya deket dari tempat kita tinggal kok." ucap papa Vano lagi
"Biarkan dia mandiri dan ekbih bertanggungjawab akan kkelaurga barunya okey." ucap papa Vano lagi
"Dara nanti papa sama mama yang anter kamu ke apartemen baru nya ya." ucap papa Vano lagi
"Ehmm... Adit man." saat Dara ingin bertanya papa Vano lebih dulu memotong pembicaraan nya
"Dara tunggu disini bentar ya, papa mau bicara sama mama Lala bentar.. ayo ma." papa Vano langsung menarik istrinya menuju balkon hotel tersebut
"Ada apa sih mas? kenapa harus bicara kesini segala." tanya mama Lala heran
"Wahidah ada di Indonesia dan dia sekarang ada di lantai bawah bersama Adit." Kata-kata papa Vano berhasil membungkam mulut mama Lala
__ADS_1
"Wait.. "
********
Dara yang bosan menunggu pun berjalan menuju lantai bawah sambil mencari keberadaan suaminya karna ponsel nya pun lowbat.
Namun saat tiba dibawah Dara melihat dengan jelas laki-laki yang baru jadi suaminya itu memeluk wanita lain dengan sangat erat
"Tidak ada yang baik-baik saja didunia ini wahi, semua sedang berjuang dengan ujian nya masing-masing, kau bisa hmm..." ucap Adit ikut merasakan apa yang dirasakan gadis itu
Di halaman parkiran hotel sore itu yang mendung bahkan langit sudah mulai gelap Dara melihat sendiri apa yang sedang di lakukan suaminya itu
"Hubby." Suara Dara pelan memanggil Adit
Sontak kedua orang itu melepaskan pelukan mereka dan langsung menatap kearah suara yang memanggil nama Adit
"Dia... " Dara menunjukkan tangannya ke arah wahidah dan Adit ikut arah tunjuk Dara
"Oh dia, dia wahidah.. ayo." Adit menggenggam tangan istrinya lalu mendekat kepada Wahidah yang berdiri diam menatap wajah Dara
"Dara kenalin ini wahidah."
"Wahi... let's meet my wife Dara." ucap Adit kepada Wahidah
"Wife? istri kakak?" tanya wahidah dengan wajah biasa namun Dara bisa melihat dari nada suara gadis itu ia kaget dan bisa dibilang syok
__ADS_1
"Iya dia istri kakak, maaf ya baru kasih kabar karna kakak nikahnya kemarin dadakan." ucap Adit memohon maaf kepada gadis bernama wahidah itu
"Dara." ucap Dara memperkenalkan namanya namun gadis itu seakan menolak berkenalan kepada Dara dan Adit tau wahi nya itu butuh penjelasan
"Ehm... Dara apa papa sudah bilang masalah tempat tinggal kita di apartemen yang baru?" tanya Adit dan Dara hanya menganggukkan kepalanya
"Ya sudah apa mau aku antar pulang untuk istirahat?" tanya Adit lagi dan Dara hanya bisa mengangguk
"Wahi gimana?" tanya gadis itu tiba-tiba
"Boleh seminggu ini wahi tinggal di apartemen kakak? setelah satu minggu wahi janji bakal balik dengan dokter Joe deh." ucap Gadis itu
Adit melihat Dara dan istrinya itu hanya bisa mengangguk pasrah
"Huhffss... ya sudah satu minggu saja." ucap Adit menarik nafas panjang lalu mengijinkan gadis itu
"Sayang tunggu disini sebentar ya aku ambil mobil dulu." ucap Adit mengacak-acak rambut Dara
"Ya." jawab Dara dengan tersenyum sekilas dan tinggalah mereka berdua disana menunggu Adit yang sedang mengambil mobil
"Jangan pernah menyakiti hati siapapun, kamu tau sakit hati itu TERLUKA TAPI TAK BERDARAH sakit nya luar biasa." ucap wahidah tanpa melihat Dara
"Maksudmu?"
Bersambung.....
__ADS_1
Support terus ya 🙏🙏🙏🙏