
Happy reading
♥♥♥♥♥
"Yank..." Adit kaget ada istrinya ke kantor bahkan tidak bicara atau menghubungi lebih dulu.
"Iya." jawab Dara bingung karna semua orang yang ada disana melihat dirinya termasuk Angga dan juga Eliza.
"Yank, ngapain kesini?" Adit mendekati istrinya lalu bertanya
Namun pertanyaan Adit itu pun menuai pro dan kontrak bagi Dara yang mudah sensi di saat-saat kehamilan nya itu, suka langsung menge simpulkan sendiri tanpa di cernah terlebih dahulu.
"Owhhh.... jadi ngga boleh? apa karna ada wanita ini?" Dara langsung emosi dan menunjuk Eliza sebagai alasan kenapa suaminya mempertanyakan kedatanganya itu
"Ngga gitu." jawab Adit namun Dara tidak mendengar kan ucapan suaminya, wanita cantik yang sedang hamil itu berjalan mendekati Eliza yang berdiri masih dengan wajah tanpa dosa.
"Cihhh..... "Dara berdecih melihat wajah songongnya seorang sekertaris
"Maafkan saya buk Dara jika saya sudah lancang, saya hanya ingin bersikap sopan dan ramah ikut mendukung dan bahagia akan keberhasilan kedua bos saya ini." ucap Eliza dengan suara lembut nya seakan dirinya sekarang sedang di adili oleh istri bos dan dia harus mengaku salah.
"Maafkan sekertaris saya, Dara." Angga ikut merasa bersalah akan apa yang terjadi
"Ramah? Ckkk." Dara berkacak pinggang
__ADS_1
"Ga usah bersembunyi di balik kata friendly, gatel mah gatel aja." tegas Dara dengan suara lantangnya dan suara nya barusan berhasil mengundang banyak karyawan melihat ke arah suara dan sudah pasti banyak orang yang mengenali suara tersebut.
"Kau." Dara menunjukan telunjuknya kearah wajah Eliza
"Kau tau bukan kalau suami ku tidak suka membentak wanita siapapun itu? dan kau tau juga bahwa suami ku sulit untuk berkata kasar apalagi merendahkan serorang wanita,tapi ingat, Jangan gunakan kelemahan suami ku untuk kepentinganmu, karna ada istrinya yang akan mewakili itu, paham kau." teriak Dara tepat di wajah Eliza
"Kayaknya bu Dara berlebihan lah buk, saya hanya ingin mentraktir makan... kenapa ibu jadi seakan sedang menuduh saya?" Eliza merasa ter pojokan sehingga kali ini wanita itu harus membela dirinya agar tidak terlalu malu amat akan orang lain.
"Menuduh? hey... kau memaksa bukan menuduh." teriak Dara lagi
"Yank udah yank, yuk masuk keruangan kita?" Adit melerai pertengkaran dua wanita itu karna dirinya yang paling tidak enak karna menjadi tontonan karyawan nya sendiri.
"Kenapa kau menyuruhku menyudahinya? wanita ini tu udah kurang aja, hubby . aku ga terima." ucap Dara lagi
"Loh kok jadi nuduh sih? nggak yank nggak, sumpah." Adit dengan cepat menbela dirinya karna tuduhan itu begitu keji bagi dirinya, Adit buak lah tipe laki-laki bad boy atau sejenis nya.
"Eliza, ayo minta maaf dengan buk Dara." perintah Angga kepada sekertaris nya itu, Angga orang pertama yang sangat bersalah akan keributan ini.
"Tapi pak, Liza kan ga salah." rengek gadis itu memelas tetap bersi kokoh dirinya lah yang tertindas.
'"Cih... sok cantik, sok manja... sadar diri."
"Sayank udah,,." Adit kembali menegur istrinya
__ADS_1
"Ya bela saja terus tu si ulet." cicit Dara kepada suaminya
"Liza, ayo lakukan." ucap Angga lagi, kali ini nada bicara CEO itu tak bisa di ajak nego lagi
"Maafin saya buk." ucap Liza dengan terpaksa.
"Yank dengerin ya dan kamu eliza dengerin juga dan semua karyawan disini dengerin juga ya... kalian semua saksinya... Cinta saya hanya untuk Dara, Cinta saya hanya untuk istri saya seorang... buah Cinta saya sedang bertumbuh dalam rahim istri saya,,, tidak ada yang lebih berarti kecuali Istri dan calon baby saya,,, jadi dengar bagaimana pun masalalu atau yang lain sebagainya, Cinta dan sayang saya hanya untuk istri saya seorang,DARAMITA PRATIWI."ucap Adit mengeraskan suaranya agar semua orang disana dengar apa yang ia katakan, Dara tersenyum penuh kemenangan ke arah Eliza
"Sayang... love you." ucap Adit kembali membuat semua orang di sana bertepuk tangan semua...
Prokk
prok
prokk
"Mau kasih suamimu makan siang kan? Ayo kita ke ruangan ku, kita makan bersama hummm.. " Adit mengajak istri nya ke ruangan mereka
"Sebentar hubby, aku mau berbicara sebentar saja sama sekertaris pak Angga." ucap Dara tanpa persetujuan dari suaminya ia pun langsung mendekati eliza dan membisikan sesuatu ke telinga gadis itu.
"Jangan gunakan cantikmu untuk mencintai suami orang, karna itu bukan kelebihan, tapi itu kegatalan." bisik Dara membuat eliza mengepalkan tangannya.
Bersambung.....
__ADS_1