
Happy reading
♥♥♥♥♥
Sore itu setelah selesai mandi Dara lebih dulu memakai baju dan Adit pun masuk kamar mandi.
Dara seakan salah tingkah akan perlakuan suaminya itu yang memang romantis bahkan bucin terang-terangan.
Makanan yang mereka pesan pun telah tiba namun Dara belum sama sekali menyentuhnys walaupun dirinya lapar ia tetap akan menunggu Adit baru ia akan makan bersama. Dan tak lama Adit pun selesai mandi "Kenapa belum makan? tadi katanya laper?" tanya Adit pada istrinya
"Ehm... ah iya aku laper sih, tapi.. tapi aku ingin menunggumu dan kita makan bersama." ucap Dara malu-malu sambil menundukan kepalanya,seakan belum terbiasa
Adit menahan senyum nya, "Aku pakai baju dulu ya." Adit langsung memakai baju nya yang sudah di siapkan oleh Dara sebelum nya
Setelah selesai berpakaian Adit dan Dara membawa makanan mereka ke balkon kamar hotel itu, ya mereka ingin makan dan bisa menghirup udara segar.
"Sandwich mau?" tanya Adit sambil memotong sandwich berisi daging itu dengan pisau yang ada di tangannya sedangkan Dara hanya memperhatikan nya saja
Namun saat disuapkan kedalam mulut Dara ia menggeleng tidak mau "Mau apa, potato goreng? " tanay Adit dan Dara langsung menganggukan kepalanya
"Oke.. bentar," Adit langsung mengantikan pisau dengan garou lalu menusuk potato tersebut lalu ia oleskan dengan saus juga mayones dan ia suapkan kedalam mulut Dara
"Aaaa.. buka mulutnya." perintah Adit dan Dara seketika menurut saja akan perlakuan suaminya dan ia membuka mulut nya
Dan Adit berkali-kali menyuapkan potato goreng itu kedalam mulut istrinya sampai Dara benar-benae kenyang di buat Adit.
"Udah cukup aku kenyang, kamu makan lah." ucap Dara
Namun Adit berdiri dan langsung berpindhs posisi dan mengangkat tubuh Dara agar duduk di pahanya "Eh ada apa?" Dara kaget namun Adit tak memperdulikannya
"Aku siapa?" tanya Adit sambil memegang pipi Dara agar menatap matanya
"Adit." jawab Dara
"Adit itu siapa nya kamu?" tanya Adit lagi
"Suami aku lah." jawab Dara
__ADS_1
Cup
"Pinter." Adit langsung mengecup bibir istrinya sekilas
"Jadi kalau Adit itu suami panggilan nya di ubah sayang biar sopan didengar." ucap Adit lebih ke menyindir Dara
"Panggil apa?" tanya Dara
"Apa yah?" Adit berfikir sejenak
"Hubby?" tanya Dara mengusulkan
"Hubby artinya suami,ya benar kau ointar sekali Dara, ya ya panggil itu saja." ucap Adit seakan baru memenangkan jackpot
cup
cup
cup
"Ya baiklah mulai sekarang aku akan memanggil suamiku dengan sebutan hubby oke." ucap Dara ikut tersenyum bahagia
"Gitu dong... aaa." Adit langsung membuka mulutnya minta di suapin
"Manja." gumam Dara lalu mengambil satu potong sandwich dan menyodorkannya kedalam mulut Adit
"Apa kita mau tinggal dirumah orangtua ku atau mau. "Adit belum selesai bertanya namun Dara terlebih dahulu memotongnya
" Kita beli rumah baru aja." ucap Dara
"Ru...rumah baru?" Adit sedikit kaget
"Iya rumah baru, untuk kita berdua." ucap Dara lagi memperjelaskan kata-katanya
"Eghh... " Adit menggaruk-garuk kepalanya
"Tapi kalau belum punya ua."
__ADS_1
"Stop... jangan diteruskan biar aku kelaur bentar, sebentar saja, tunggu disini habiskan makanan mu oke." ucap Adit dengan cepat mencegah Dara berbicara
"Hubby.. kau mau kemana?" tanya Dara
"Bentar,,aku mau menelpon bentar." ucap Adit langsung keluar kamar meninggalkan Dara di kamar
"Beli rumah? bahkan kerja ku pun di Indonesia bisa dihitung, minta sama papa, oh tidak mungkin pasti istrinya ngomel dan meremehkan aku, tidak tidak." Adit bermonolog sendirian di lantai utama hotel itu tepat nya di lobby sendirian
"Hey.. ada apa kau sendirian disini? mana menantu ku?" tanya Mama Lala yang baru datang dengan papa Vano mengagetkan lamunan Adit
"Ah.. ma.. pa,, Dara ada kok di kamar nya, kalian ngapain kesini?" tanya Adit curiga
"Mama cuma mau mastiin menantu perempuan mama baik-baik aja." ucap mama Lala di hadapan Adit
"Emangnya Adit nyiksa Dara? ga usah berlebihan deh istrinya papa Vano." ketus Adit
"Dih...jam segini menantu ku di dalam kamar sendirian sedangkan kau disini ninggalin istrimu , pasti dia kau." tuding mama Lala kepada anaknya namun papa Vano lebih dulu membungkam mulut istrinya itu karna banyak orang yang melihat mereka
"Sabar sayang ini di depan umum malu di liat orang." papa Vano menengahi kedua ibu dan anak itu
"Biarin,, anak ini pasti nyakiti menantu ku mas." ucap mama Lala lagi menunjuk Adit sedangkan yang di tunjuk memutar bola mata jengah
"Iya udah iya sabar... sabar sayang.. contoh lah istri-istri sabar di TV mereka selalu sabar dan tabah." ucap papa Vano agar istrinya mencontohi
"Betul itu." Adit menyuarakan apa yang dimaksud papa nya
"Kenapa istri-istri di indosiar sabar-sabar? karna mereka dibayar kalau mau istrimu sabar BAYAR." ketus mama Lala di hadapan dua laki-laki nya itu lalu mama Lala melangkah meninggalkan suami dan anak nya menuju kamar Dara dihotel itu
"Sekak mat." Adit ikut menyusul mama nya
Papa Vano hanya bisa diam seribu bahasa.
Bersambung....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yuk support othor remahan rempeyek ini agar rajin update 🤭😉like komen dan vote othor ya 🙏🙏
__ADS_1