
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
"Ayo kita pulang dan kita selesai kan dirumah." ucao mama Lala dan papa Vanos sebagai suami mengikuti langkah istrinya namun saat sampai di pintu depan langkah mama Lala terhenti sontak papa Vano pun ikut menghentikan langkah nya
"Ada apa sayang?" tanya Papa Vano sedangkan mama Lala membalikan tubuhnya lalu melototkan bola matanya yang ia sengaja besarkan ke arah Adit
"Hey kau, kenapa masih duduk disana?" tanya mama Lala kepada anak laki-laki nya itu
"Katanya mama mau pulang? ya pulang lah?" ucap Vano
"Anterin Adit." ketus mama Lala menekankan kata-katanya
"Ke bandara?" tanya Adit
"Ke kontrakan mu, mama bakal tinggal di Indonesia." ucap Mama Lala lagi lalu berpamitan kepada sahabatnya itu
"Mentari aku pulang dulu, besok kami akan berkunjung lagi kesini dan kita bakal mencari butik yang bagus." ucap mama Lala dan mama Tari pun mengokekan keinginan sahabatnya itu karna mereka akan pergi besok.
"Adit mama tunggu di depan." ucap mama Lala sedangkan papa Vano sudah lebih dulu kedepan karna mobil yang ia suruh keluarganya yang ada di Indonesia mengantarkan ke alamat rumah keluarga DETA telah tiba dan mereka akan pulang menggunakan mobil sendiri.
*******
__ADS_1
"Eh... gue pulang duluan ya." ucap Cinta bergegas berdiri dari hadapan teman-temannya itu
"Lah mau kemana loe? makanan loe juga belum habis cin?" ucap Karin dan boy pun menganggukan kepalanya sedang Bima hanya menatap wajah Cinta dengan diam
"Kakak gue katanya mau nikah dan gue disuruh pulang, ini mama barusan ngirim pesan." ucap Cinta lagi
"Terus loe mau naik apa? mau di anter?" ucap Karin
"Gue anterin ya?" Boy berdiri namun secepat kilat Cinta menolaknya
"Gue naik taksi aja,gue duluan bye.... " Cinta langsung berlarian keluar cafe itu
*****
Siang itu Dara berdiri di balkon kamar nya entah apa yang sedang gadis itu pikirkan hanya ia lah yang tau.
Ceklek.....
Papa Dev tiba-tiba masuk kedalam kamar putri nya yang memang tidak terkunci karna tadi di ruang kerja papa nya Dara ingin bicara namun papa Dev menyarankan biar ia saja nanti yang menemui putri nya di kamar.
Ya Dara memang terbilang anak yang paling dekat dengan papa nya daripada ke mama Tari, dan Dara lebih terbuka akan apapun pada papa nya
papa Dev pun melangkahkan kaki nya menuju bikin kamar putri nya itu "Ada apa Dara?" tanya Papa Dev yang sebenarnya tau soal apa yang ingin Dara bicarakan padanya
__ADS_1
"Papa, Dara.. Dara... sebenarnya." gadis itu tak bisa berkata apa-apa dan langsung memeluk tubuh papanya
Papa Dev dengan tangan terbuka memeluk putri nya dan mengusap rambut Dara "Katakan jangan di pendam nak." ucap papa Dev lagi
"Kau dikecewakan lagi?" tanya papa Dev melepaskan pelukan anaknya itu lalu memegang bahu anaknya agar melihat mata nya
Dara mengangguk membenarkan pertanyaan papa nya itu "Dan kau memutuskan menikah dengan Adit begitu?" tanya Papa Dev lagi dan Dara menganggukan kepalanya lagi
"Apa kau sudah yakin?" tanya Papa Dev sedangkan Dara memilih diam dengan mata menatap wajah Papa nya
"Jangan gunakan orang lain untuk melupakannya sayang, karna itu jalan yang salah." nasehat Papa Dev kepada anak nya
"Apa karna Adit orang nya suka blak-blakan kepada kamu? suka kasih nasehat dan ikut campur urusan kamu gitu seperti yang Dara bilang ke Papa kemarin?" tanya Dev dan Dara langsung menagnggukan kepalanya dengan mantap
"Denger ya nak, ketahuilah orang yang paling sering memberi nasehat kepada kamu itulah orang yang paling mencintai kamu. Paham." ucap Papa Dev langsung pergi meninggalkan anaknya disana yang terdiam mencerna kata-kata Papa nya barusan
Bersambung.....
Support terus ya karya othor 🙏🙏😎
mampir ya ke karya temen othor sambil nunggu othor up
Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.
__ADS_1
Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?