
Happy reading
🌷🌷🌷🌷🌷
Siang itu Eliza tak henti-hentinya menatap Cinta dengan tatapan benci nya karna gadis SMA itu selalu mengatai dirinya tanpa di filter sama sekali, bahkan ia sampai mempermalukan eliza di depan Angga selaku bos tempat dirinya bekerja.
"Udah, kalian tu sama-sama perempuan harus berdamai dong, jangan ribut terus." Angga menasihati karyawan sekaligus anak magang di kantornya itu yang tak lain adik kandung partner kerjanya sendiri.
"Kita tu ga ribut pak, hanya saja Cinta tu mengingatkan sih tante Eliza ini agar tau diri." ucap gadis itu sambil tersenyum-senyum
"Cih.... " Eliza membuang muka masam nya
"Mengingatkan tentang apa?" tanya Angga
"Tentang teori dilan ternyata salah, karna pada akhirnya yang berat itu bukan rindu tapi mengikhlaskan, bener ngga tante?" Ucap Cinta lalu mempertanyakan nya kepada Eliza yang sedari tadi ikut menyimak ucapan gadis itu dan lagi-lagi menyindir dirinya.
"Sudah pernah dikecewakan atau mengecewakan, bukannya belajar dari kesalahan malah lanjut part dua, ia kan tante?" Cinta mendekati Eliza lalu tersenyum sambil memicingkan satu matanya ke arah Eliza.
"Kok disini aku yang gak paham ya?" Angga menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah dua wanita di hadapan nya itu bertengkar dengan saling serang kata-kata namun hanya mereka berdua yang tau maksud sedangkan Angga benar tak paham soal ributnya wanita itu.
__ADS_1
"Gak usah di fikirkan pak, pusing nanti." cicit Cinta lagi pada akhirnya menyudahi aksi saling sindir itu.
Mereka kembali fokus ke pekerjaan dan peninjauan proyek itu kembali, Eliza sibuk menjelaskan kepada Angga bersama arsitek bangunan tersebut, tidak diragukan lagi kepintaran juga kepiawaian wanita bernama eliza itu dalam hal perusahaan atau sebagai sekretaris. Ia benar-benar sempurna dari wajah juga keahlian dan kepintaran nya.
Disana hanya Cinta yang melongo akan apa yang sedang di jelaskan sekretaris kepada Bos pemilik proyek tersebut. Cinta seakan tidak ada guna sama sekali di sana, hanya mengikuti juga mencari pendengar antara setia juga tidak.
"Jadi pak proyek ini akan lebih cepat selesai jika kita kembali menyuntik dana di bagian sebelah sana." Pendapat Eliza kepada Angga yang sedang mendengarkan nya.
"Jika bapak setuju, maka akan saya proses penanganan nya." ucap Eliza lagi sambil menunjukan peta berkas di tangannya kepada pak Angga.
"Baik lah jika itu bagus, maka lakukan." perintah Angga menyetujui saran bawahan nya itu.
"Terimakasih pak." Eliza mengucapkan Terimakasih kepada atasnya dan menyentuh tangan Angga untuk berjabat tangan.
"Cinta kamu kenapa?" tanya Eliza hendak membuat Cinta kembali down, Angga ikut melihat wajah Cinta
"Kamu kenapa Cinta? cape?" Angga pun ikut bertanya
"Nggak kok pak, ini Cinta lagi fokus melihat poster perlombaan tanggal 17 Agustus nanti." jawab Cinta
__ADS_1
"Emangnya kenapa? ada yang salah dengan posternya? atau perlombaannya ada yang keliru di poster itu?" tanya Angga
"Iya nih, aneh-aneh aja." ketua Eliza
"nggak kok , aku tu hanya heran... andai saja 17 Agustus ada lomba mencintai orang yang salah? udah ku daftarin tante Eliza.. hehe." Cinta sambil terkekeh kembali mengusili salah satu orang kantor sekaligus musuhnya itu.
"Bang ke Loe." ketus Eliza
"Puppssttt." Angga menahan tawanya
"Orang-orang kok pada bisa selingkuh ya,Cinta satu aja ga punya." ucap Cinta melihat status temannya di sosmed galau karna diselingkuhin.
"Makanya glow up, biar punya." Sindir Eliza kepada Cinta
Cinta mendekati Eliza bahkan sangat dekat "Sini deh tante Eliza yang cantik juga lembut, Cinta bilangin ya, Cinta tu orangnya lebih memilih kenyang dibanding glow up, glow up mah bisa pake filter gratis lagi."
Seketika Eliza diam tak berkutik.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf ya baru update lagi 🙏