
Happy Reading
**VOTE DONG**
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sore itu dia keluarga sudah berkumpul menunggu kedatangan anak dan menantu mereka, sambil asik bercengkrama Cinta pun menghampiri mama dan mertua kakak nya itu.
"Ma.. pa.. " sapa Cinta kepada dua pasangan yang sudah mulai menua namun masih tetap alay baginya itu.
"Sini Cinta gabung.," panggil Mama Lala kepada adik menantunya itu
"iya mama lala." ucap Cinta sambil berjalan mendekati sofa namun tatapan nya tidak lepas dari mata mama Tari.
"Anak gadis ada tamu kurungan dalam kamar, terus keluar setelah minum mama nya yang buat, bagus." sindir mama Tari kepada anak bungsunya itu sedangkan mama Lala hanya menahan tawa karna dirinya pun tak memiliki anak perempuan namun walaupun begitu punya anak satu aja cerewetnya minta ampun.
"udah lah yank, Cinta tu capek baru pulang dari kerja nya." papa Dev menghentikan sebelum sindiran itu berbuntut panjang dan pada akhirnya akan menyalahi dirinya.
"Ceriwis banget." gumam Cinta pelan
"Assalamu'alaikum... Mama... papa.. " Tiba-tiba Dara juga di iringi suaminya masuk dari arah pintu depan yang memang tidak tertutup.
"Waalaikumsalam.." ucap mereka yang ada didalam bersamaan
"Yang di tunggu akhirnya datang juga, darimana aja neng, lama banget." ucap Mama Tari kepada anak pertama nya itu
"iya darimana aja, kita udah lama nungguin nih, sayang." mama Lala juga ikut menimpalin ucapan besan nya itu
__ADS_1
"Maaf mah tadi Dara sama hubby eh maksudnya mm.. mas Adit ke toko kue dulu,, ni. " dengan belum terbiasanya dara memanggik suaminya di depan semua orang lalu ia menunjukan apa yang ia dan suami tadi beli
"Cake? ada acara apaan ni?" papa Vano yang sedari tadi hanya mendengar ikutan penasaran akan undangan mendadak seperti ini.
"Perasaan masih tanggal tua deh,, kan gak mungkin gajian? oh iya lupa kan CEO, bebas dong." nyinyir Cinta negbanyol kakak nya sendiri dan langsung di lempar Dara dengan sisir yang ada tak jauh dari ia berdiri.
"Mulut loe tu yah." ketus Dara
"udah... udah... "papah Dev melerai nya.
"Makanya kerja." cicit Dara lagi kepada adik nya seakan adu mulut tadi belum selesai juga
"Cinta tuh dah kerja kakak di perusahaan pak Angga yang tampan luar biasa itu." ucap Cinta terkagum-kagum
"Dih... " Dara hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah adik nya itu
"Istri kakak tu judes banget ya, kalau ngomong tu kek bon cabe level neraka." cicit Cinta lagi sambil menatap Dara lalu mama nya.
"Kenapa emangnya?" tanya Adit lagi
"Kak Dara atau pun mamah suka banget ngejatuhi harga diri Cinta, apalagi soal kemampuan cari uang, heran deh." ucap Cinta sambil berfikir keras
"dimata mereka tu cuma ada uang, uang dan uang... ga ada yang lain apa?" tanya Cinta
"karna hidup itu butuh uang adik ipar." Adit menatap gemas mulut adik ipar nya yang tak bisa diam itu
"owh begitu ya,, pinjam uang dong kakak ipar.. hehe.. boleh?" Cinta langsung memanyunkan bibirnya lalu tersenyum manis kearah Adit membuat Adit langsung memicingkan kedua matanya menatap curiga.
__ADS_1
"Kok bisa ya orang mau minjem duit, sopan banget." Adit seakan sedang mikir dihadapan Cinta yang langsung ke sindir.
"Ah kakak ipar ga asik." ketua Cinta sedangkan Dara sedang memaksakan mama nya juga mamah Lala menghabiskan cake manis belian dirinya tadi .
"Ayo habisin mah, sini giliran papah-papah ni...harus makan nya manis-manis kali ini." ujar Dara
"Tapi sayang, konsumsi makanan manis terlalu banyak ga baik. ucap papa Dev
" Sekali ini aja, ayo aaaa.... "Dara langsung menyuapkan sepotong cake lumayan besar kedalam mulut papa nya lalu gantian ke dalam mulut papa mertua nya, Adit hanya bisa tersenyum ikut bahagia.
" Ini ada apa sih, Ra?"mama Tari langsung menatap curiga anak nya
"Paling juga drama CEO." gumam Cinta sambil memakan potongan kue yang ada di meja
"Selamat mamah-mamah dan papah-papah akan menjadi opa dan oma." Dara langsung naik ke atas sofa dan mengumumkan kebahagiaan nya
"hahk? "
"Maksudnya?"
Semua orang masih belum paham.
"Dara hamil."
"hamil."
Bersambung.....
__ADS_1