Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Nasihat mama Tari


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹🌹


Sore itu Adit langsung menuju ke balkon rumah mereka dan melihat siapa yang menelpon namun saat ia mengangkat telpon tersebut wajah nya tiba-tiba berubah cemas dan khawatir.


Adit berlarian ke kamar dan masih mendapati istrinya sedang tertidur dengan sangat pulas, tak mau mengganggu tidur istrinya Adit langsung mengambil kunci mobil dan pergi dari rumah itu.


Saat Adit pergi menjauh dari kamar itu ternyata Dara tidak lah tidur sepenuhnya, ia hanya pura-pura tidur saja namun ia melihat semua dengan jelas kecemasan suaminya yang ia sendiri tak tau penyebab nya.


"Aku ga boleh berfikiran yang tidak-tidak." gumam Dara menolak keras apa yang terpikirkan oleh hatinya.


********


Disisi lain Adit dengan kecepatan tinggi membawa mobilnya entah kemana tujuan nya tersebut hanya ia lah yang tau arah tujuan tersebut.


Ciiittttt......


mobil pun berhenti tepat di sebuah halaman rumah sederhana dan jauh dari perkotaan.


"Permisi.. " Adit mengetok pintu usang itu dengan pelan sambil bicara namun belum ada tanda-tanda pintu itu terbuka


"permisi." Adit mencoba sekali lagi namun nihil pintu itu tetap tidak ada yang membukanya


Adit berinisiatif untuk memegangi gagang pintu siapa tau memang tidak terkunci dan ternyata benar pintu itu perlahan terbuka.


Krekkk.... suara pintu yang sudah sedikit menjelek dan kelihatan sudah rusak.


"Permi.... " Belum sempat Adit bicara ia melihat seorang wanita tua tergeletak di lantai dan orang itu sangat Adit kenal.


"Bu.... " Adit berlarian dan membantu mengangkat wanita tua itu agar membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Bu... ibu tidak papa?" Adit menampar pelan pipi wanita itu agar bangun namun tetap saja wanita itu tidak juga bangun sama sekali.


Adit kembali menggendong tubuh mungil wanita tua itu dan membawanya masuk kedalam mobil Adit dan rencana nya ia saat itu juga akan membawa wanita itu kerumah sakit.


Dengan kecepatan rata-rata Adit mengendarai mobilnya dan akhirnya ia pun sampai di halaman rumah sakit terdekat disana.

__ADS_1


"Suster tolong tangani wanita ini, dia sakit." ucap Adit


"Baik tuan." ucap beberapa perawat sambil membawa wanita tua itu keruangannya


Adit mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang, ntah siapa itu hanya Adit lah yang tau.


\*\*\*\*\*\*\*\*


Disisi lain Dara yang tadi nya hanya pura-pura tidur karna melihat suaminya pergi ia pun berinisiatif untuk mengunjungi rumah orang tua nya karna sudah lama tidak kesana.


Setidaknya ia bisa mengobati rasa jenuh dan hatinya yang galau akan sikap suaminya hari ini.


Setelah menempuh perjalanan akhirnya Dara sampai dikediaman keluarganya namun sepertinya tempat itu sepi .


"Ma... Pa.. " panggil Dara


Namun tak ada yang menjawab


"Ma.. "


Dara langsung berlarian memeluk mama nya dan ini kali pertama Dara seakan menjadi anak kecil kembali memeluk dengan erat orang tua nya.


"Hey ada apa?" mama tari kaget


"Hemmm.... gak papa, Papa sama Cinta kemana ma?" tanya Dara melepaskan pelukannya


Mama Tari melihat sekilas manik mata anaknya lalu menggeleng kan kepalanya


"Papa sama adik mu lagi pergi ngurus urusan Cinta di sekolah yang bakal magang beberapa hari nanti." jawab Mama Tari


"Owh... " Gumam Dara sambil manggut-manggut


"Sendirian? suamimu mana?" Mama Mentari celingukan melihat kearah pintu mencari keberadaan menantunya


"Ga ada Ma, Adit lagi ada urusan jadi keluar." jawab Dara beralasan


"Ada masalah?" tanya mama Mentari tiba-tiba

__ADS_1


"Tidak." jawab Dara singkat , karna ia tipikal orang yg jarang curhat masalah nya kepada mentari kecuali dengan papa nya sendiri


"Kau tau sayang, jadi seorang ibu dan istri itu tidak lah gampang, butuh kewarasan yang harus di jaga dan menangis serta teriak seperti ini, bukan berarti lemah, atau marah , hanya saja ingin mengeluarkan penat dan sesak di dada yang sudah tak bisa di pendam lagi."tiba-tiba mama Mentari mengeluarkan unek-unek nya


"Maksud mama?" tanya Dara bingung


"Pernikahan mu masih seumur jagung, belum di tambahkan anak. kau tau? dulu mama juga sering bertengkar dengan papa mu, ada masalah, terus mama lari? nggak, mama tetap dirumah semuah demi anak dan cinta antara kami berdua."


"Disaat mama merasa lelah dengan keadaan, ingin sekali memeluk anak mama lalu berkata kalau bukan karna mu nak, mungkij mama sudah menyerah, terimakasih sudah menjadi penyemangat mama." ucap mama Tari


"Kita pastinya menikah dan punya anak itu karna cinta bukan?jadi kalau ada masalah selesaikan masalahnya dan bicarakan baik-baik." nasihat mama Tari


"Tapi Ma." ucapan Dara terpotong


"Kau tau sayang, mama dulu juga pernah muda. jadi dulu kalau mama lagi seneng pengen banget duduk berdua sama kuntilanak dan tertawa bersama." ucap Mama tari pada akhirnya


"Hahk"


Bersambung....


sambil nunggu up othor mampir ya di karya temen othor



MUTIARA TERABAIKAN UNTUK ADAM


(Julia Fajar)



Menikah dini bukanlah kemauan Mutiara, melainkan kesepakatan antar orangtua yang ingin menyatukan persahabatan dan bisnis mereka.


Keegoisan itu telah menempatkan Mutia pada posisi sulit, dia hanya dianggap sebagai istri di atas kertas. Perjuangannya untuk menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga tidak pernah dihargai karena Sultan memiliki wanita lain dan membawanya tinggal di dalam rumah mereka.


Ego dan kesabaran Mutia pun tertantang, dia memutuskan untuk mengelola bisnis keluarga dan bekerjasama dengan pesaing bisnis suaminya yang ternyata lebih bisa menghargainya.


__ADS_1


__ADS_2