
Happy reading
πΊπΊπΊπΊπΊ
Pagi itu mama Lala beserta Vano suaminya menuju alamat rumah sahabat lama nya itu dengan sopir mobil Motel yang mengantar mereka.
"Mas.. tari beli rumah dimana sih? kek nya lumayan jauh ya?" ucap Mama Lala pada suaminya
"Iya sayang, mungkin karna mereka sudah memiliki anak jadi memilih beli rumah yang lebih besar." ucap Vano lagi
Tak lama Mama Lala pun tiba dihalaman depan rumah Mentari yang mana sudah ada papa Dev yang menyambut nya sedangkan mama Tari memasak di dapur nya.
"Hey kalian sudah datang? apa kabar Vano, Lala?" ucap Dev pada Vano juga Lala yang baru turun dari dalam mobil
"Kami kabar baik semua Dev." ucap Vano bersalaman dengan Dev lalu bergantian Lala menyalami nya juga
"Ayo ayo masuk." Dev membawa tamunya masuk ke dalam rumah
"Mentari mana kak Dev?" tanya Lala
"Ada, dia yang paling heboh denger kalian mau datang langsung ubek-ubek dapur mau masak
" Wahh.... tu anak ya."ucap Lala lagi sambil geleng-geleng
"Sayang... Vano dan Lala sudah datang ni." panggil Dev membuat Mentari langsung berlarian dari arah dapur menuju ruang tamu tanpa melepaskan celemek di pakaian nya.
"Mana yank? Lala..." tanya Tari dan setelah tiba di ruang tamu ia berteriak memanggil nama Lala.
"Mentari... ya ampun gue kangen banget sama loe." ucap Lala dan mereka pun berpelukan layaknya teletabis
"Eeeggg.... kenapa baru sekarang La loe pulang ke Indonesia? kenapa lama banget?" mama Tari menghujam sahabat nya dengan semua pertanyaan.
"Pertama karna suami gue punya bisnis disana dan kedua gue juga mau nyelesain pendidikan anak gue juga disana." ucap Mama Lala lagi
"Owh gitu,,, bdw anak mu mana? ga di ajak?" Mentari menatap arah pintu depan
"Dia duluan kemarin ke Indonesia bilangnya mau cari pengalaman kerja tampa bantuan uang orang tua alias dia mau mandiri, tapi udah gue kasih alamat loe supaya di kerja di perusahaan kk Dev,tapi anak itu entah lah ga bisa di percaya makanya gue nyusul ke i. " ucap mama Lala panjang lebar
"Owh gitu ya udah gpp papa."
__ADS_1
Mentari menatap Vano yang sedari tadi menatap dirinya "Cumiiiiii." teriak Mentari dan langsung memeluk Vano
"Cih...loe dari dulu ga bisa ubah sedikit apa panggilan itu?" keluh Vano tak Terima sedangkan Dev dan Lala hanya menahan senyum mereka betapa mereka sangat tau persahabatan antara Mentari dan Vano itu bagaimana bahkan dekat sekali dulunya.
Mentari pun melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Vano "Cumi, sekarang loe sudah kelihatan tua ya hahahah. " Mentari langsung terkekeh setelah menghina sahabat nya itu.
"Dih... gue gini-gini dulunya cewek-cewek banyak yang ngejar-ngejar" ucap Vano sombong
"Gue dulu juga pernah di kejar-kejar." timpal Mentari lagi
Sedangkan Dev dan Lala seperti biasa hanya menjadi pendengar setia orang yang sedang berdebat itu.
"Di kejar siapa coba? paling juga cuma laki loe kan?" ucap Vano lagi
"Itu salah satu nya, gue juga pernah dikejar-kejar tapi sama ayam gara-gara anaknya gue cekek." ucap Mentari sekenanya
"ck.. itu karna loe bege MENTARI PRATIWO." Lala lebih dulu menjawab
"Pratiwi Lala yang cantik bukan pratiwo." tegas Mentari membenarkan ucapan itu
"Udah-udah.... " ucap Dev
"Terkadang istri ku ini cantik tapi memang dia cantik sih." puji Dev akan istrinya di depan sahabat nya itu
"Mau laki gue bucin, micin, piksin, ajinomoto, royko, masako, itu bukan urusan loh." ketus Mentari seperti biasa kepada teman nya itu
"Mama... Dara pulang. " Dari arah pintu Dara masuk dan ternyata Adit juga ikut masuk niat hati mau pamitan dengan ibu angkatnya itu namun
Dara berjalan masuk dan menyalami kedua orang tuanya "sayang salam dulu sama tante Lala dengan om Vano." perintah mama Tari kepada Dara
"Tante Lala sama Om Vano?" ucap Adit sedikit kaget sedangkan Dara sedang menyalami
"Adit kamu juga nak salam dulu sini." ucap mama Tari
Saat mama Lala dan papa Vano berbalik "Aditya?" papa Vano dan mama Lala kaget
"He... " Adit memasang cengir kuda sedangkan mama Lala mendekati nya
"Jangan drama ma malu." gumam Adit pelan
__ADS_1
"Kau ngapain disini Adit? terus kenapa sama anak gadis temen mama? kamu apain anak orang?" mama Lala mengujam anaknya dengan tuduhan-tuduhan yang menyudutkan Adit
"Adit apain? orang Adit nggak ngapa-ngapain jangan berlebihan mama, m-a-l-u malu di rumah orang." ucap Adit lalu mengeja kata-kata nya didepan mama nya yang sudah berkacak pinggang
"Sini kau." mama Lala langsung menarik telinga Adit
"Aaaaaa... sakit ma." rengek Adit memegang telinga nya
"Jangan bilang kau semalam dengan anak temen mama?" mama Lala memasang tatapan elang nya menyelidiki kebohongan putra satu-satunya itu
"Mama ku sayang dengerin ya, Senakal-nakalnya Adit belum pernah ngerusak anak gadis orang." ucap Adit dengan gaya pongah nya lebih ke sifat papa nya suka songong.
Bersambung....
Sambil nunggu author up mampir ya ke karya temen othor di jamin ga kalah seru ππ
Menceritakan wanita yang nyaris sempurna hidup dan fisiknya.
Sangat cantik, pintar dan tajir. Namun, kesepian dan butuh cinta.
Keadaan memaksa nya untuk menikah, dan dia membutuhkan lelaki untuk bisa dinikahinya.
Dan lelaki yang dinikahinya harus mau menerima bayaran untuk pernikahan itu dan menjadi suaminya, sebagai suami bayaran.
Karena dia belum bisa sepenuhnya mempercayai kata cinta. dan tidak ingin terhutang budi oleh seseorang karena telah menikahinya.
Namun siapa sangka, lelaki yanh di nikahinya itu, seorang bocah yang masih dibawah umur, yang diidolakan banyak kaum hawa.
Agung. Seorang lelaki bocah yang ternyata mempunyai kehidupan yang sempurna juga, dia di idolakan oleh hampir semua kaum hawa di sekelilingnya. Bahkan setelah menjadi suami Alexa ,Agung pun di idolakan dan di incar oleh para kaum hawa yang ada dalam ke hidupan Alexa.
Lalu, akankah Alexa mampu mempertahankan Agung tetap jadi milikny?
Akankah Agung tetap setia?
Dan akankah Alexa kuat dengan semua masalah yang dihadapinya?
Dimana masalahnya ternyata penghianatan dari orang-orang terdekatnya?
__ADS_1
~p
Lubuklinggau menyapa