
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi ini seperti biasa di dalam apartemen sepasang suami istri yang lagi bucin-bucinnya itu, mereka sedang menyantap sarapan pagi ala rumah tangga Adit dan Dara.
"Sayang, apa nanti bakal ada pertemuan kembali dengan perusahaan Angga teman mu itu?" tanya Adit sambil mengunyah roti tawar dalam mulutnya yang di berikan Dara tadi.
"Ya, nanti kita akan ada pertemuan kembali dengan perusahaan pak Angga untuk menindak lanjutkan pengembangan proyek baru kita dan nanti ada sekertaris dia yang akan persentasi kan kepada kita." jelas Dara kepada suaminya
"Oke, baiklah,.. habiskan sarapan mu jangan ada yang bersisa hemmm.." ucap Adit kepada istrinya
"Iya baiklah." jawab Dara dan mereka kembali menghabiskan santap pagi mereka dengan tenang dan saling pandang penuh keharmonisan.
******
Disisi lain tepat nya dikediaman dimana Wahidah tinggal ia sekarang bersiap karna dokter yang menangani nya pun akan tiba mengunjungi rumah kakak nya.
"Wahi tu sehat kak, ngapain dokter bodoh itu jauh-jauh nyusul kesini? ga penting banget deh." ketua Wahi ngedumal kesal akan sikap keluarga nya yang selalu menganggap ia sakit
"Udah, pokoknya dokter Joe cuma mau priksa aja bentar, tapi." ucap kak Chika kakak kandungnya Wahidah
"Tapi apa? jangan bilang dia lama disini?" Wahi seakan bisa langsung tau maksud dan jutuan arah bicara kakak nya tersebut
"Dia akan tinggal disini sampai kau benar-benar baik-baik saja wahi." ucap kak Chika
"Tapi aku baik-baik saja, hanya kalian yang menganggap aku selalu tidak baik." rutuk wahi kepada kakak nya lebih tepatnya ke keluarga nya itu
"Menganggap ku gila,,, cuma kalian tau gak." ketus Wahi dan
Prankkkkk
Gadis itu menjatuhkan gelas dari tangannya ke lantai dan gelas itu pun pecah
"Wahi... " Teriak Kak Chika namun gadis itu seolah bodo amat dan ga peduliin kakak nya sama sekali, Wahidah terus saja berjalan ke arah pintu depan rumahnya sambil memainkan pobselnga dan mulutnya tak pakai sudah berkomat-kamit menyumpahi semua orang yang telah menganggapnya sakit selama ini.
"Sakit... periksa... terus sakit lagi minum obat lagi, gitu-gitu aja hidup saya, Come on, I also want to be free to live my life." (ayolah, aku juga mau bebas menjalani hidup ku) ." gerutu Wahi mengumpat kesal namun saat bersamaan Joe pun datang dari arah pintu dan karena sama-sama mereka tidak melihat akhirnya
Bruuukkkkk......
"Awssss."Wahi hampir terjatuh namun pria itu dengan sigap menangkap tubuhnya dan mereka saling pandang dengan diam
__ADS_1
" Kalian baik-baik saja?" Kak Chika mendekat dan menyadarkan dua orang yang saling pandangan dengan diam tersebut
"Ah ya.. maaf.," Jho langsung melepaskan tangannya dari tubuh wahidah
"Siang kak." sapa Jho kepada kakak nya Wahi
"Siang jho, kau sudah datang? mari duduk dulu, aku akan membuatkan teh untukmu." ucap kak Chika mempersilahkan dokter jho sebagai tamunya duduk di ruang tamu
Jho pun hanya menuruti sedangkan Kak Chika langsung pergi kedapur dan saat dokter Jho hendak berjalan menuju sofa langkahnya terhenti mendengar suara Wahidah yang menyinggung dirinya.
"Ga ada kerjaan dok? nekat banget sampe nyusul saya kesini." ucap Wahi sambil melihat kuku nya yang baru di beri cat kuku itu
"Kau bertanya dengan ku?" tanya Dokter Jho seolah tak paham
"Kalau bukan bicara sama dokter sama siapa lagi? sama dinding?" ketua Wahi menatap tajam Jho
"Bisa jadi." jawab Jho santai lalu berjalan dan duduk di sofa ruang tamu itu dengan santai nya
"Cih...menyebalkan." Wahi memaki dengan pelan lalu berjalan seraya mengentakan kaki nya ke lantai, menandakan dirinya sedang kesal dan pergi dari hadapan dokter Jho
Jho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap wanita itu.
Dan tak lama Chika pun kelaur dari dapur membawakan secangkir teh hangat untuk tamu nya.
"Terimakasih." Jho pun meminum teh itu tanda menghormati tuan rumah
"Bagaimana keadaan Wahi,kak?" tanya Jho membuka obralan
"Masih sama tapi tidak terlalu parah Jho." ucap Chika
"Masih suka kabur?" Jho kembali bertanya
"Jangan tanya itu, dia kabur dari LN bukan menemui ku sebagai kakak kandungnya melainkan menemui Aditya anaknya om Vano." terang kak Chika berkata jujur dengan apa yang terjadi
Jho terdiam sambil berfikir
"Jho, apakah adik ku bakalan sembuh dari trauma nya?" tanya sang kakak mengenai adiknya kepada Jho seorang dokter penuh harap.
"I can't guarantee everything will get better, but I'll do my best san as much and possible." (aku tidak menjamin semua bisa sembuh, tapi aku akan melakukan sebisa dan semaksimal mungkin.) ucap Jho
"Aku berharap penuh padamu." ucap Chika lagi, ada airmata yang tertahan dari mata tulus seorang kakak dihadapan dokter Jho tersebut
__ADS_1
"Bisa aku menemui Wahidah?" tanya Jho meminta izin
"Pergilah, dia paling ada di balkon atas atau di kamar nya." ucap Chika membiarkan
Jho pun berdiri dan berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua rumah tersebut, Mata Jho berkeliaran menatap setiap bingkai fhoto keluarga di sekeliling rumah itu.
"Mereka keluarga harmonis." batin Jho mengagumi foto keluarga Wahidah
setelah sampai didepan kamar wahi Jho pun
Tok... tok... tok....
Jho berulang kali mengetok pintu bakar gadis bernama Wahidah itu berulang kali namun hasilnya tetap sama, pintu dihadapan Jho pun tidak terbuka sama sekali.
Jho berinisiatif memegang gagang pintu itu untuk memastikan bahwa orang nya ada didalam
Ceklek.....
Pintu Jho buka dan ternyata kamar itu tidak dikunci sama sekali, Jho semakin memperlebar pintu kamar itu agar terbuka dan Jho pun berjalan masuk kedalam kamar namun Lagi-lagi Jho tak menemui orang yang ia cari."Dia kemana? kenapa kamar nya berantakan sekali?"Jho bertanya-tanya sendiri karna pemilik kamar itu tidak ada didalam nya
Jho meletakkan tas nya di ranjang yang ada di dalam kamar itu lalu ia membersihkan yang berserakan disana, setelah selesai Jho dikagetkan dengan suara orang tertawa dari arah balkon kamar itu
"Ha.. ha.... ha.. "
"Hihkkkkssss..... hihkksss" setelah tertawa riba-tiba suara itu berganti dengan suara tangisan
Bersambung.....
ijin promo novel teman saya 🙏
DUDA VS ANAK PERAWAN
(Santi Suki)
Yusuf, Duda muda dan keren yang beranak satu. Karena kebaikan akhlaknya banyak disukai oleh kaum hawa.
Zulaikha, anak perawan yang masih berseragam OSIS. Bilqis, mahasiswi magang di tempat anaknya sekolah. Sarah, CEO muda yang merupakan atasannya di kantor.
Yusuf, harus membesarkan Asiah seorang diri. Anak gadis kecil yang aktif dengan rasa ingin tahu yang kuat. Kecerdasan dan gaya bicaranya sering membuat orang-orang dibuat mati kutu.
__ADS_1
Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah. Anak perawan mana yang akan mendapatkan hati Yusuf?