Tante CEO Love You

Tante CEO Love You
Sudah saat nya.


__ADS_3

Happy reading


Sejak hari itu suami istri itu selalu melewati hari-hari mereka dengan kebahagiaan ditambah Dara sudah memasuki hitungan hari akan segera melahirkan membuat Adit langsung mengambil Cuty kerja dan lebih fokus mengurus istrinya terlebih dulu yang paling penting.


"Sayang mau buah lagi?" Adit menyodorkan semangko potongan-potongan buah yang sudah ia iris tadi


"Tapi aku sudah kenyang." ucap Dara


"Tapi anak didalam perut mu belum kenyang, yank.. aaa... makan lagi." Adit pun kembali men titah istrinya untuk buka mulut.


"Sebentar hubby, aku aku ke toilet bentar." Dara Hendra berdiri dan Adit pun memang peka akan keadaan istrinya langsung membantu Dara utnuk berdiri.


"Mau aku tungguin?"tanya Adit hendak memakai sendal nya untuk menemani istrinya di kamar mandi namun Dara begitu cepat menolak


" Ahh... tidak perlu, aku bisa sendiri hubby... kau tunggu disni saja."dengan nafas yang tak beraturan Dara pun berjalan namun baru setengah perjalan menuju kamar mandi mereka Dara menjerit..

__ADS_1


"Aaaaaaggggggghhhhh... Hubby" teriak Dara berdiri mematung ditempat nya.


"Dara.... sayang, kau kenapa?" Adit yang kaget mendengarkan jeritan istrinya langsung mengurungkan niatnya buka ponsel, laki-laki itu langsung berlarian kearah Dara.


"Hubby.... Hubby... No... No... perut ku sakit... aagghhh... " Dara kembali menjerit sambil megang perut nya yang begitu kram.


"Apa? apa ini tanda akan melahirkan?" Adit panik dan langsung menuntun dara untuk berbaring di atas kasur kembali setelah itu Adit pun langsung menghubungi dokter keluarga mereka dan juga menlpon mama dan mertua nya agar datang mengunjungi nya sekarang.


Setelah selesai menelpon semuanya Adit kembali melihat kondisi istirnya yang tak henti-hentinya menjerit, Adit benar-benar tidak tega melihat istrinya itu kesakitan.


"aghhhh.... sakit... huhu.. aghh... mama.... " Dara berteriak tak henti-hentinya nya ternyata jadwal yang di tentukan sang dokter malah lebih awal dari sebelum nya.


"Sayang tahan ya, sebentar lagi dokter dan juga mama akan datang." ucap Adit kepada istrinya sambil mengusap-usap perut istirnya yang terasa sakit.


"Tapi ini sakit sekali, hubby. aku tidak tahan aaaaaa.... " ucap Dara lagi

__ADS_1


"Iya aku tau, tahan sebentar ya." ucap Adit lagi


"Tau darimana? kau bahkan tidak mengandung terus bagaimana bisa bilang tau dan tahan?" tanya Dara jadi emosi kepada suaminya


"Salah lagi." gumam Adit menggaruk-garuk Alis nya yang tak gatal


"aaaggghhhh.... sakit... mama... sakit... sakit.. aaahhh." tak lama akhirnya Dokter dan mama juga mertua Adit datang berbarengan, dana telah berbincang dengan dokter tidak mungkinkan lagi Dara di bawa ke rumah sakit karna melihat kondisi dan bukaan kehamilannya sudah begitu dekat, jadi team dokter itupun menyarankan lahiran di rumah saja dengan alat mereka yang begitu lengkap.


Dan dngan segala pertimbangan juga remukan kekeluargaan akhirnya mereka setuju jika Dara melahirkan dirumah saja. setelah selesai team dokter pun mulai bekerja di temanin langsung oleh mama Lala dan Mama tari di samping Dara yang menjerit kesakitan, sedangkan Adit gabung bersama papa Dev juga papa Vano.


"Gimana boy rasanya melihat istri akan segera lahiran?" tanya papa Vano kepada anaknya itu namun nada nya terdengar mengejek


"Ada kesulitan tidak saat istri hamil?" papa Dev ikutan memberikan pertanyaan kepada menantunya karna mereka berdua adalah pria tua yang dulu nya pernah tersiksa akan hal itu.


"Huhffff... kalau bukan demi anak kadang udah nge lambaikan tangan Adit, pah." ucapnya dengan wajah murung membuat papa Dev dan Vano menahan tawa mereka.

__ADS_1


"Istri itu kalau udah ngomel dari azan subuh sampai magrib itu baru pembukaan nya doang belum masuk ke intinya, pokoknya kalau belum puas besoknya sambung lagi sama dia, jadi buat suami-suami ngalah aja lah kita." Tiba-tiba papa Dev ikut memberikan dukanya dan menagajk para suami yang berkumpul dengannya untuk lebih mengalah jika berhadapan dengan namanya perempuan berjuluk istri itu.


Bersambungan......


__ADS_2