Teman Tapi Manja

Teman Tapi Manja
Ch. 19 - Rajaya


__ADS_3

“Dari mukanya kayaknya sudah pada baikkan nih suami istri, gue kira jadi cerai.” Ilham terkekeh melihat Keano masuk kelas lalu di sambung Tasya.


“Sudah baikkan ya, Sya. Suami istri itu gak baik berantem lama-lama,” Ilham menasihati.


“Ngomong apa sih Ilham, gue masih SMA gue gak ngerti,” Tasya meneguk air mineral.


“Ilham kalau lo pengen punya istri, nikah aja gak usah sekolah,” Mita menyentil dahi Ilham.


“Gitu, ya. Ta, pulang sekolah kumpul osis jangan kabur.” Ilham membalas sentilan Mita.


“Sejak kapan gue pernah minggat?” Mita memutar bola mata malas, sementara Ilham terkekeh.


“Salsa, nanti gue anter lo balik.”


“Tapi, Sya...”


Tasya menggeleng, “Gue gak suka ditolak.”


“Lo ada les matematika, Sya,” Keano mengingatkan.


“Kea, lo suka banget nguping ya, itu tuh gak boleh tahu.” Teresa menasihati.


“Sejak kapan lo peduli jadwal orang lain, tunggu-tunggu,” Mita menghampiri Keano.


“Cie... lo suka ya sama Tasya,” Goda Mita sambil menatap lekat-lekat wajah Keano yang datar. Sementara Nia and the gang beranjak dari duduk ingin meninggalkan kelas.


“Gue izin bentar doang Cuma buat nganterin Salsa nanti balik lagi. Ya, Kea... kalau Bu Eka nanyain izinin gue ya,”


Ilham terkekeh, “Sya, Kea itu gak mau jauh-jauh dari lo bener kan bro. lo gak sadar, Sya?”


“Masa sih,” Tasya memutar bola matanya malas.


“Ah, anjir gemes gue. Yang cowoknya gengsian yang cewenya gak peka. Kapan lo berdua sadarnya. Kea, lo ngalah dong. Gue pengen liat lo berdua jadian,”


Keano menyingkirkan tangan Ilham dari kepalanya, sementara Tasya memutar bola matanya malas.


“Sya, kalo Kea nembak lo tolak ya. Gue gak rido gak ikhlas,” Mita mengendus kesal sebelum meninggalkan Keano.


“Yaelah, lo cemburu, Ta?” Ilham terkekeh.


“Bukan cemburu Ilham... kasian Tasya kalau beneran jadian sama Keano bukannya digombalin malah didiemin,”


Tawa Teresa dan Mita pecah termasuk Tasya.


“Kea juga bakalan romantis kali kalau sudah punya pacar, Kea lo bela diri dong masa gue bela terus,” Ilham menyentil dahi Keano, sementara orang yang disentilnya tidak peduli Keano masih sibuk dengan ponsel memeriksa beberapa email yang masuk.


“Woi, everybody, belajar inggrisnya di lab bahasa, understand?” Dimas lansung memberi perintah setelah masuk kelas.


“Sya, bahasa inggris gue masih amburadul ajari gue yak,” Dimas menyamakan langkah kakinya dengan Tasya.


“Ajarin-ajarin. Modus lo,” Teresa yang berjalan diantara Tasya dan Mita, mendorong bahu Dimas lalu merangkul Tasya.


“Bukan modus Re, tapi usaha,” Dimas terkekeh.


“Ah, lo copas mulu, kreatif dong bikin sendiri,” Teresa mencubit lengan Dimas yang masih berusaha dekat-dekat dengan Tasya.


“Sudah dong Tom and Jerry, bentar lagi turun tangga. Gue gak mau sampe jatoh karena getah pertengkaran lo berdua.” Mita melakukan protes kepada Teresa dan Dimas.


Benar saja bahkan Dimas dan Teresa masih saja saling pukul dan saling cubit walaupun sedang menuruni tangga.

__ADS_1


Tasya bergeser lalu mendorong Dimas sampai tubuh pria itu menimpa Teresa dan mentok di dinding pembatas Tangga. Semntara Mita yang tadinya mau terpeleset segera di tarik Rian.


“Munafik lo Dimas deketin gue padahal lo sukanya sama Teresa Kan?” Tasya menuruni tangga dengan berjalan mundur sambil terkekeh.


“Sya, tenaga lo besar juga,” Dimas berusaha mengurangi kegugupannya dengan terkekeh.


“Sya, gak boleh gitu lagi. Ini tangga Sya, kalo kenapa-kenapa gimana?” Rian beserta anak-anak yang lain menuruni tangga dengan hati-hati.


“Mita kan gak apa-apa, udah lo tolongin juga kan. Takut ya kalau Mita lecet. Cie... lo berdua tertangkap basah.”


“Sya...” ucap Mita dan Teresa bersamaan, sementara Tasya terkekeh.


“Eh, sorry,” Tasya memutar tubuhnya, dirinya menabrak tubuh seseorang karena berjalan mundur.


“Tasya, kenalin gue Leo,”


Tasya memperhatikan siswa bernama Leo dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Bug! Bug!


“Eh, ada apa ini,” Tasya terkejut bukan main. Rajaya tiba-tiba memukul tanpa ampun wajah Leo.


“Ba*ingan!” Leo membalas pukulan Rajaya.


Tasya mundur beberapa langkah ke belakang karena di tarik Farel, sementara anak-anak yang lain terlihat ketakutan.


Bagaimana tidak, dua siswa yang paling terkenal dan ditakuti oleh seantero sekolah karena langganan keluar masuk ruang BK berkelahi.


“ARGH!” Bukannya berhasil memisahkan perkelahian, Farel terkena getah.Wajahnya terpukul hantaman kepalan tangan Rajaya dan Leo.


Tasya membantu Farel berdiri, “Lo kalu gak bisa berantem, ya gak usah ikutan.”


Tasya menggigit bibir bawahnya sebelum menangkap kedua lengan Rajaya lalu dicengkram erat dan kemudian diletakkan di punggung sang pemiliknya


Bug!


Tasya menggunakan salah satu kakinya untuk menendang perut Leo, sampai Pria yang ditendangnya menambrak dinding.


“Aduh, sakit ya? Sorry,” Tasya tersenyum miris melihat Leo yang terduduk di lantai.


Sekali lagi Tasya menggunakan kode tangannya untuk menyuruh teman sekelasnya pergi menuju lab bahasa, dan usahanya kali ini berhasil setelah di bantu Dimas, Farel, Rian Teresa dan juga Mita. semua itu juga karena banyak penonton yang mulai kepo berdatangan.


“Lo harus waspada sama ba*ingan kayak dia,” Leo menunjuk Rajaya.


“Bajingan kayak lo yang harusnya diwaspadai,” Rajaya menendang pot ukuran sedang di dekatnya, sampai pot itu menganai Leo.


Leo tertawa menegejek.


“Rajaya, udah. Banyak yang liatin, lo gak malu,” Tasya menarik lengan Rajaya, karena Rajaya ingin baku hantam kembali bersama Leo.


“Eh, apaan nih. Kea?” Tasya mundur terseret karena pinggangnya di rangkul tangan Keano begitu saja, sampai Tasya pun terpisah dengan Rajaya.


Ohok! Ohok! Ohok!


“Lo kalau batuk jangan deket gue,” ucap Keano datar sambil mendorong Ilham untuk menjauh.


Ilham berhenti batuk keras, “Bisa ae lo kodenya mas ganteng, Gue duluan.”


Tasya melepas paksa lengan Keano yang hinggap di pinggangnya, “Apaa sih Kea, lo nakutin gue mulu.”

__ADS_1


“Lo harusnya bantuin Rajaya teman sekelas lo,” Tasya dan Keano berjalan beriringan.


“Orang kayak mereka gak perlu dibantu,” Keano masih datar.


Bug!


Rajaya menabrakan bahunya ke bahu Keano, lalu mendengus pelan sambil menatap kesal Tasya dan Keano bergantian sebelum menyalip untuk menyusul Farel yang sudah lebih dulu berjalan di depan.


“Sya... lo gak papa kan?” Teresa Dan Mita menunggu kedatangan Tasya di pintu lab bahasa.


“Gue gak papa, masuk Yuk.” Ajak Tasya.


“Rajaya, lo gakpapa? Lo aneh tahu gak, mukul orang gak jelas.” Ucap Tasya yang sudah berada di hadapan Rajaya. Sementara Rajaya sendiri sedang menyusut darah segarnya yang keluar dari sudut bibir menggunakan tissu yang entah dari mana.


“Eh, apaan nih,” Tasya dituntun tanpa aba-aba oleh Farel untuk duduk sebangku dengan Rajaya.


“Eh, Jangan kasar sama teman gue dong,” Teresa memukul lengan Farel.


“Bubar lo semua, bawa cewek lo juga sana,” Farel mengusir Rian dan Dimas. Lalu Farel duduk di belakang Rajaya, bangku paling belakang di lab bahasa.


“Itu sahabat Gue Tasya jangan diapa-apain ya,” Ucap Mita dari bangkunya.


Rajaya mengangkat lengannya lalu ia gunakan untuk membelai lembut rambut Tasya.


“Tasya, itu bahaya cepet pindah,” Teresa melotot lalu menunjuk Rajaya.


Tasya menatap Rajaya dengan mata malas lalu berdecak kesal sambil menepis lengan Rajaya dari kepalanya.


“Rajaya lo mau apa sih sebenarnya. Jangan bawa-bawa gue dalam masalah lo, gue juga lagi ribet sama masalah sendiri.”


Tasya menggunakan salah satu lengannya untuk menopang dagu sambil menatap Rajaya dengan malas.


Tak ada jawaban, Rajaya balik menatap Tasya sambil menadah kepala menggunakan salah satu lengannya.


Suasana kelas hening tapi dalam hitungan detik Rajaya terkekeh seperti melihat sesuatu yang begitu lucu.


Tasya menaikkan kedua alisnya, sementara seisi kelas melirik Rajaya, termasuk Keano. Biasanya Keano tidak peduli dengan apapun yang terjadi di kelas, tapi kali ini Keano menatap Rajaya dan Tasya bergantian.


“Sya, gue mohon sama lo cepet pindah duduk,” Mita bangkit dari duduknya.


Rajaya menarik lengan Tasya sampai gadis itu duduk kembali, “Apa lo semua liatin gue, papan tulis di depan bukan di belakang, liat ke depan!”


“Kenapa bro? Ada yang salah dari gue?” Rajaya menunjuk Keano satu-satunya orang yang masih menatapnya.


“Lo sehatkan?” bisik Tasya di telinga Rajaya sambil memeriksa kening Rajaya menggunakan telapak Tangan.


Rajaya meletakkan sebungkus tissu di tangan Tasya lalu menunjuk luka di bibirnya.


“Ogah!” sebenarnya Tasya berbicara tidak terlalu keras, tetapi karena suasana yang hening ucapan Tasya terdengar seisi kelas.


“Sya, lo diapain?” Teresa dan Mita khawatir. Termasuk seisi kelas pun kembali menatap Rajaya.


“Ehem, ehem. Rajaya bintang kelas ya, sampai diliatin begitu?” Seorang wanita dewasa berpakaian dinas berdiri di ambang pintu.


***


🔥🔥🔥


Ada yang suka sama Rajaya?

__ADS_1


Like and favorit, ya...


__ADS_2