Teman Tapi Manja

Teman Tapi Manja
Ch. 58 - Gudang


__ADS_3

“Kalau gitu, aku ikut. Mana kameranya aku yang pegang.”


Keano mengeluarkan spy camera sebesar kancing baju sebanyak 6 buah.


“Ikut aku,” Keano jalan lebih dulu sebagai penuntun jalan agar tidak bertemu Manda yang sudah lebih dulu ada di dalam sana.


“Kok bisa mereka punya tempat di sini," ucap Tasya pelan.


“Mereka pakai uang.”


“Kalau ada acara besar kayak gini harusnya panitia jangan fokus semua sama acara harus ada yang jaga di tempat kayak gini, kalau ada pesta minuman gimana?”


Keano membalikkan badan lalu tersenyum melihat Tasya. Sementara, yang dilihatnya malah berdecak.


“Sya, kamu juga suka pesta minuman kan? Mereka juga sama.”


“Ya kan harus tahu tempat, kalau di sekolah bisa mencemarkan nama baik, apalagi lagi kalau sekolahnya punya aku. Calon punya aku maksudnya.”


“Mereka balik lagi, kita sembunyi di sana.” Keano membawa Tasya menuju belakang bangunan.


‘Gue bilang juga apa ada yang ketinggalan kan tadi.’ Gerutu Manda.


‘Manda mendingan lo susul Alda, biar gue yang ambil barang di mobilnya.’


Tasya berhenti menguping pembicaraan Manda dan teman-temannya karena Keano mengajaknya menuju ruangan yang tadi dimasuki Manda.


“Ini bekas ruang lab, yang lantai atas juga sama?” Tasya memasuki ruangan yang sudah terbebas dari kunci, beruntung tidak ada teman manda yang menunggunya di sini jadi Tasya tidak perlu bersusah payah untuk masuk.


“Ini bekas lab kimia yang lantai atas juga sama, kamerannya mana.” Keano menaiki sebuah meja lalu mengulurkan tangan meminta kamera untuk diletakkan di lubang angin.


“Udah? Terus?” Tanya Tasya setelah semua kamera di tempatkan di tempat tempat strategis dan tersembunyi.


‘Alda lo tahu gak sih susahnya jatohin Tasya, gue heran sama dia kayaknya dia beneran anak mafia.’


‘Berisik lo.’


“Kea, mereka datang lagi banyakkan pula,”


“Masuk gudang.” Keano menghampiri pintu gudang yang ada di ruangan itu, beruntung pula pintu itu tidak terkunci.


‘Jangan urusin dia dulu, habis duit gue.’ Alda melipatkan kedua tangannya lalu duduk di kursi yang ada sambil melihat satu persatu temannya masuk.


“Ini korban bully mereka?” Tanya Tasya sangat pelan sambil melihat satu persatu foto yang tersimpan di sebuah kotak di dalam gudang.


Di dalam gudang ada dua rak kayu dan beberapa kardus kosong yang menumpuk, ukuran gudang nya pun tidak terlalu besar dan minim pencahayaan.


“Mana aku lihat?” Keano ikut berjongkok untuk melihat foto yang di dapatkan Tasya. “Iya kayaknya.”


“Ada rambut juga, buat apa coba. Obat-obatan, ini lagi cairan apa. Mereka itu bener-bener jahat.” Ucap Tasya sambil memotret barang-barang yang dilihatnya menggunakan ponsel miliknya sendiri.


“Handphone nya di silentkan Sya?”

__ADS_1


“Iya, Kea ini apa?”


“Jangan dihirup. Shabu-shabu.”


“What?” Tasya menjauhkan diri dari rak.


‘Cuma segini doang, Rajaya mana?’


Manda tertawa, ‘Hana... Lo belum tahu ya dia dah punya cewek.’


‘Cewek dia emang banyak. Kalau gak ada dia gue balik.’


‘Woy, lo tamu! Hormati gue.’ Bentak Manda.


Tasya menghampiri pintu dan mengintip lewat lubang kunci. Sementara Keano menyimak pembicaraan geng avarelic.


‘Gausah ribut’ Alda menengahi. ‘Rajaya kapten Futsal dia lagi brieffing, dia kumpul agak telat.’


‘Semuanya sudah ada 30 orang, Rajaya gak ada. Leo lo mau ngomong apa silahkan.’ Ucap Manda.


‘Sekolah ada yang gak aman?’


‘Sekolah gue aman.’


‘Kalau sekolah gue gak usah ditanya, paling seru.’


‘sekolah gue adalah muncul satu orang siswa belagu pennerima beasiswa, tapi itu kecil.’


‘Aman, selow.’


‘Lima Yuna.’


‘Eh Leo, Kayaknya sekolah kita yang gak aman. Lo maukan bantu gue lawan Tasya, kalau gak mau lo sama lembeknya kayak Rajaya.’ Manda memutar bola matanya malas.


‘Tasya? Apa hubungannya cewek ini sama Rajaya?’ Tanya Hana.


Manda terkekeh, ‘Gue juga gak tahu mereka berdua ini pacaran atau apalah, tapi Rajaya jadi bucin sama dia. Enek gue liat sikap Rajaya yang berubah belagu.’


‘Mana gue liat yang kayak gimana orangnya?’


‘Pokoknya dia cantik, seksi, jadi model juga. Dia gak ada takutnya cari masalah sama gue, dia gak ada takutnya sama avarelic, rencananya gue bakal jadiin dia terget, tapi gue belum print fotonya, bisa dimaki abis gue sama Rajaya kalau ketahuan print foto ceweknya.’


‘Susah kalau orang yang cari masalah sama kita ceweknya Rajaya.’


‘Gue gak tahu sih dia beneran ceweknya atau bukan, ini fotonya.’


‘Mana gue liat?’ Hana mengambil ponsel Manda. 'Cantik, mukanya pengen gue bakar.’


‘Wey selow,’ Yuna tertawa. ‘Bawa ke basecamp terus ajak main kayaknya seru deh.’


‘Gue belum cerita ya, Dia juga pernah ke basecamp kita yang mobilnya buggaty veyron yang pernah balapan sama Yuna.’

__ADS_1


‘Oh dia orangnya, gila. Anak siapa dia ini? Gue hampir celaka balapan sama dia.’ Tanya Yuna antusias dengan sosok seorang Tasya.


Manda menaikkan kedua bahu, ‘Latar belakangnya ketutup rapat, dia masih punya bokap sama nyokap tiri tapi gak tinggal bareng. Kayak ada yang nutup silsilah keluarganya.’


‘Tapi yang gue takutkan kalau dia anak mafia. Kemarin gue abis jatohin karir dia, dia bales lebih. Dua perusahaan pers besar hancur, gila kan.’


‘Jadi mau balapan lagi sama ini cewek,’ Yuna tertawa.


‘Urusan dia nanti, pesta bagaimana?' Tanya Leo.


‘Beres, mau diambil sekarangkan? Gue ambil dulu ke gudang.’ Manda bangkit dari duduknya.


“Oh, ****!” Tasya bingung harus apa sekarang, Manda semakin dekat ke arah gudang.


‘Anjay, gudang gak dikunci.’ Manda melotot.


‘Itu gue lupa,’ ucap Leo santai.


Tasya dan Keano bersembunyi di pojok ruangan tepat di belakang kardus, beruntung kondisi gudang minim cahaya.


‘*Kalau abis dari gudang kunci lagi, jangan b*go*.’ Sindir Manda sambil mengunci gudang.


‘Pestanya mau ajak Rajaya? Dia kan gak tahu kalau duitnya gue beliin barang ini.’


‘*Ajak saja, tapi gak usah kasih tahu beli ini. Jangan b*go*.’ Jawab Yuna.


‘Sialan lo.’


‘Dah kan, gue cabut.’ Ucap Leo setelah menerima barang haram dari Manda.


Banyak yang ikut keluar setelah Leo keluar.


‘Woi gak tunggu Rajaya dulu?’ Tanya Manda yang pertanyaannya diacuhkan semua orang.


‘Manda gue mau ketemu Tasya, dia ada sekolah ini kan?' Tanya Yuna.


‘Ah males gue ketemu sama dia. Bawaannya pengen gorok leher kalau ketemu dia.’


‘Kalau lo beneran dapet dia, nasibnya nanti kaya siapa ya?’ Tanya Yuna.


‘Gue mau kayak syla. Jadi gila sebelum bunuh diri, sebelum itu gue mau cakar muka cantiknya dulu.’ Hana tersenyum miring.


‘Santai, semua butuh proses. Lo denger suara Rajaya di luar gak? Gue mau ke sana.’ Manda tertawa.


“Kea, lab udah kosong. Tapi pintunya dikunci.”


Keano bertukar posisi dengan Tasya, Keano memastikan kalau yang diucapkan Tasya benar, dirinya melihat suasana lab yang kosong lewat lubang kunci.


“Cari di rak siap tahu ada kunci cadangan.” Keano memberi solusi.


“Gak ada Kea, gimana dong?” Tasya memegang handle pintu.

__ADS_1


“SHIT, ada yang buk-“


“Tasya?” Rajaya terkejut bukan main.


__ADS_2