Teman Tapi Manja

Teman Tapi Manja
Ch. 21 - Play Station


__ADS_3

“Gini amat hidup sebatang kara, jungkir balik kerja buat biaya hidup sendiri,” keluh Tasya pelan sambil terlentang di atas kasur dengan kostum yang belum diganti dan make up yang belum dihapus.


Dari pagi buta sampai menjelang matahari terbenam Tasya harus melakukan photoshoot, harusnya weekend adalah waktu terbaik Tasya untuk beristirahat dari berbagai jenis masalah yang terus tumbuh subur tanpa dipupuk.


“Tempat Kea dimana ya? Siapa juga yang harus gue tanya?” Tasya meraih ponselnya.


“Kea? Gak, gak, males denger suara datarnya,” Tasya mencari kontak lain untuk dihubungi.


“Ilham? Gak, dia nyebelin.” Tasya mencari kontak yang lain.


“Fadil,” Tasya menjentikkan jarinya.


“Ah, gak aktif,” Tasya melempar ponselnya.


“Nia,” Tasya bangkit dari rebahannya.


“Nia, rumah Kea dimana?”


“Ketuk pintu kenapa?” Mita terlihat kesal.


“Wah, gila lo.” Kaki Tasya melangkah memasuki kamar Nia lebih dalam.


“Lo suka sama Kea sampe segitunya,” Tasya menggelengkan kepalanya, dinding kamar Nia dipenuhi foto Keano yang jumlahnya puluhan, belum lagi yang terdapat di dalam figura.


“Apa sih menariknya Keano, wajah datar tukang ngatur,” Tasya bergidik ngeri.


“Sya, lo keluar deh. Gue gak tahu rumah Kea,” Nia menyeret Tasya keluar dari kamarnya.


“Lo niat gak sih suka sama Kea, masa rumahnya aja gak tahu,” Tasya memutar bola matanya malas sebelum pergi ke kamarnya lagi.


“Hallo, Kea. Shareloc rumah lo,” Tasya menutup telponnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tasya berdiri di hadapan pintu apartemen bintang 5 terkemuka di kota Jakarta, “Nomor 49, bener.” Setelah mencocokkan dengan alamat yang dikirim Keano, Tasya segera menekan tombol bel.


“Eh ada Tasya, masuk Sya.” Ilham yang membuka pintu apartemen.


“Di apartemen, malem-malem, gak ada orang tua ataupun yang lain, lo gak lagi main-mainkan sama gue?” Tasya duduk di sofa, memperhatikan seisi apartemen yang sepertinya tidak ada orang tua Keano.


Ilham terkekeh, “Ini tempat Keano Sya, dia tinggal sendiri di sini. Tenang saja kali, kita bukan tipe cowok yang suka mempermainkan cewek, tujuan kita kumpul buat ngerjain tugas kan?”


“Kea, lo lagi apa sih, Tasya sudah datang tahu,” Ilham berjalan menuju kamar Keano.


“Seru nih ada ps5, gue ikutan dong Fadil,” Tasya duduk di samping Fadil, lalu mengambil stick ps yang nganggur.


Sedari tadi Fadil asyik memaki yang entah makiannya untuk siapa sampai membuat Tasya tertarik untuk melihat keadaan Fadil.


Saat ini Fadil sedang bermain ps di ruang tv sambil jongkok di atas sofa panjang, sofa satu-satunya yang tersedia.


“Gue juga mau dong,” Ilham ikut menyambar sofa, duduk di samping Fadil, yang berarti saat ini Fadil berada di antara Tasya dan Ilham.


“Mau main apa nih?” Tanya Fadil.


“WRC9, Mau gak?” Tawar Tasya.


“Balapan Sya? Ashiap, Gas Fadil. Eh, Keano Algesha lo wajib ikutan. Taro laptopnya cas dulu sampe penuh,” Ilham melempar stick ps yang nganggur.


Keano menerima stick ps yang dilempar Ilham lalu duduk di samping Tasya, tempat satu-satunya yang tersisa.


“Tapi kalo main doang gak ada challengesnya gak seru ini. Sambil main truth or dare setuju yak,” Ilham terkekeh.


“Aduh, perasaan gue gak enak, gue gak jadi main deh,” Tasya meletakkan stick ps di atas meja.

__ADS_1


“Jangan begitu dong, Sya. Lo takut ya?” Ilham memohon.


“Oke, gue ikut main. Darenya apa nih?” Tasya mengambil kembali stick ps yang sudah diletakkannya tadi.


“Bentar gue cari sesuatu di dapur,” Ilham pergi ke dapur.


“Apa itu anjir, sudah malem bro minum yang asem asem,” protes Fadil setelah ilham kembali membawa teko kaca berisi air yang dicampur perasan jeruk nipis dan empat buah gelas kosong.


“Gas main,” ilham terlihat begitu bersemangat.


“Perasaan gue makin gak enak, lo ngincer gue ya, Ilham?” Tasya bertanya di tengah balapannya.


“Huh, menang guys. Asyik Tasya kalah,” Ilham terkekeh. Sementara Tasya menyandarkan punggungya ke sofa sambil memegang kepala.


“Sticnya gak enak nih,” keluh Tasya lalu menunggu challenge yang akan diberikan Ilham.


“Jawab ya, Sya. Pacar lo siapa?” Tasya Ilham.


Tasya terkekeh, “Ah, lo rese sumpah.”


“Sebagai pembuka challenges, jangan minum,” Ilham membuat peraturan.


Tasya berdecak kesal, “Gue jomblo, puas lo.”


Tawa Ilham pecah, “Tasya jomblo, Kea... sikat,”


Keano menatap datar Ilham.


“Fadil, tukeran stick,” Tasya menukar stick dengan Fadil sebelum melanjutkan permainan.


“Woi, Fadil tolongin gue dong. Tasya balas dendam nih,” Ilham mulai panik kerena sepertinya dirinya akan kalah pada ronde ini.


“Gak, gue juga ribet. Sticknya beneran gak enak,” Fadil fokus pada permainan.


“Tolongin lo?” Keano enggan menolong Ilham.


“Mampus lo kalah,” Tasya tertawa menang.


“Jawab ya Ilham, rese. Lo suka sama Mita ya?” Tasya tertawa cekikikkan.


“Gosip darimana sih, Sya,” Ilham berusaha untuk terlihat cuek dengan pertanyaan tersebut.


“Cie, nanti besok gue salamin sama Mita,” Tasya berhasil membuat Ilham kalang kabut.


“Sya, tukeran lagi ya sticknya,” Fadil menukar sticknya dengan Tasya.


Tasya berdecak kesal, “Kea, kalo beli stick tuh pilih yang bagus,” Tasya menukar sticknya dengan stick Keano.


“Ayo Ilham lo tinggal jawab iya atau gak, susah banget sih. Tapi kalo lo jawabnya gak, berarti lo sukanya sama Kea,”


“Gue suka sama Kea?” Ilham tidak percaya dengan apa yang dikatakan Tasya.


Sementara Keano yang sedang memuka stick ps baru dari dalam kardus yang diambilnya dari dalam laci terkekeh pelan.


“Kea lo guy?” Tasya terkekeh sambil memukul lutut Keano.


“Gaklah,” ucap Keano datar dirinya tidak terima disebut guy.


“Kapan lanjut nih permainan, salamin sama Mita aja Sya.” Fadil terkekeh.


“Cie... Ilham,” Tasya masih tidak henti-hentinya menggoda Ilham, sementara orang yang digodanya terlihat sedang membisikkan sesuatu kepada Fadil.


“Shit! Lo berdua bersekongkol,” Tasya berdecak kesal mobilnya baru saja diserempet Ilham dan Fadil.

__ADS_1


“Asyik, gue menang.” Fadil menyisir rambutnya ke belakang.


“Jawab, Sya...” Fadil kembali mendengarkan apa yang sedang dibisikkan Ilham.


“Lo pernah ciuman, Sya?” Tanya Fadil sambil terkekeh lalu menjitak kepala Ilham.


“Pertanyaan yang tidak berbobot, Fadil lo jangan belajar dari si Ilham,” Tasya enggan menjawab pertanyaan Fadil.


“Jangan minum ya, Sya,” Pinta ilham.


Tasya berdecak kesal, “Kenapa gak sekalian tanya gue masih perawan atau kagak?”


Tawa Ilham dan Fadil pecah termasuk Keano juga ikut terkekeh.


“Cie, Keano sudah dua kali terkekeh,” Ucap Ilham yang tawanya mulai reda.


“Ayo Sya jawab,” Ilham terlihat tidak sabaran.


“Ah, Kea... Tasya sudah pernah ciuman,” Ilham kecewa saat Tasya meminum air campuran jeruk nipis, sementara Tasya tersedak air yang sedang diminumnya sampai terbatu-batuk mendengar perkataan Ilham.


“Lo ya,” Tasya menunjuk Ilham sambil meminum segelas air putih yang diberi Keano.


“Minum bukan berarti pernah ciuman Ilham beg*, bibir lo masih tersegel kan, Sya.” Fadil menaik turunkan kedua alisnya sementara Tasya sudah tertawa ngakak.


“Sikat Kea...” Kali ini Fadil yang mengompori lalu disambut gelak tawa oleh Ilham sementara Tasya melihat datar dua sejoli yang sedang menertawakannya.


“Lanjut...” Fadil berhenti tertawa.


“Sya, sini Sya.” Ilham membisikkan sesuatu kepada Fadil dan juga Tasya Sebelum permainan berlanjut.


Ilham terkekeh saat permainan berlanjut.


Di tengah permainan Tasya melirik Keano sekilas sambil terkekeh, sementara Keano berdecah kesal.


“Eh, eh gak boleh curang,” Tasya menjauhkan lengannya dari keano yang ingin mengganggunya bermain.


Ilham tertawa begitu puas saat Keano kalah dalam ronde yang kesekian ini, “Asyik Tuan rumah kalah, Kea jawab yang jujur, ada hubungan apa lo sama Tasya.”


Tasya berdecak kesal, “Ilham nanyanya yang seru napa? Susah tahu buat Kea kalah.”


“Gak ada hubungan apa-apa,” jawab Keano datar.


“Ah, boong lo Kea.” Ilham tidak percaya.


Tasya terkekeh, “Kalau gue ada hubungan sama Kea, buat apa gue ngaku jomblo.”


“Lo gimana sih,” Fadil menyentil dahi Ilham.


“Gue punya ide baru, sini Sya,” Ilham membisikkan sesuatu lagi kepada Fadil dan Tasya, merangkai rencana untuk mengalahkan Keano.


Sementara orang yang digunjingkannya terlihat tidak peduli lalu mencari remot dan mematikan televisi.


“Ah, gak asyik lo Kea,” Ilham berdecak kesal.


“Kita kumpul buat ngerjain tugas bukan main ps,” Keano menyalakan laptopnya.


“Lo takut kalah ya,” Tasya kembali duduk di samping Keano lalu memperhatikan layar laptop.


***


Kea...


🔥🔥🔥

__ADS_1


like... Iike... like...


__ADS_2