Teman Tapi Manja

Teman Tapi Manja
Ch. 51 - Krisis


__ADS_3

“Sya... gue mau balik, udah malem banget.”


Tasya menoleh, “Gue hampir lupa bareng lo Sal.”


“Gue pakai mobil lo anterin Salsa, nanti lo bareng Mita ya Sya.”


“Lah kenapa Re?” Tasya menaikkan kedua alisnya.


“Sya lo minum banyak, kalau di tengah jalan lo tabrakkan gimana?”


“Re lo parah doain Tasya tabrakkan,” Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Gue masih bisa bawa mobil kokk, lihat gue masih sadar ngomong gue juga masih nyambungkan gak ngelantur,”


“Tapi mata lo sayu banget Sya...”


“Mita... Tasya penganut alkohol mabuknya kalau sudah abisin wine seisi bar ini,”


“Ngomong sama gelas gue,” Tasya meletakkan gelas kosong lalu melihat Dimas sambil terkekeh.


“Gua balik duluan ya Rajaya, kalau duit lo gak cukup buat tlaktir anak-anak lo tinggal bilang sama Mita,” ucapan Tasya disenyumi Rajaya.


“Lah kok gue Sya?” Mita melotot.


“Ya terus masa gue,”


“Mabok ini anak, gue bilang juga apa lo bareng Mita ya Sya, nanti tabrakan di jalan.”


“Gak ah Re, gue becanda doang.”


“Rajaya lo kekurangan duit?” Ucap Mita memastikan.


“Gue bikin party satu bulan juga gak bakalan jatuh miskin.”


Mita terkekeh, “Oke, oke gue percaya. Gue balik ya,”


“Jagain Tasya, dia mabuk sedikit." ucap Rajaya kepada Mita yang sedang membereskan barang-barangnya.


“Beres bos,” Mita memberi jempol lalu pergi menyusul sahabatnya.


“Aduh!” Tasya mengusap keningnya yang menabrak bahu seseorang yang begitu kokoh.


“Kea...” Panggil Tasya kepada orang yang baru saja ditabraknya sambil mengelus jidat.


“Sya... minum banyak? Matanya sampai merah.”


“Mata gue juga merah,” serobot Mita yang baru saja datang.


“Lo ngantuk banyak,”


“nyambung aja lo Ilham. Balik yu Sya.”


“Sya jangan bawa mobil,”


“Gue masih sadar Kea... belum mabuk. Gue balik duluan ya, by."


“Sya, lo tidur di rumah gue,” tawar Mita saat mobil mereka baru saja berhenti di lahan parkir milik kostsan Salsa.


“Atau di rumah gue saja,” Teresa tidak ingin ketinggalan.


“Gue bau alkohol, gue tidur di tempat Salsa aja. Bolehkan Salsa?”


“Tempat gue apa adanya, kalau betah silahkan aja.”

__ADS_1


“Malam ini gue di sini, lo berdua hati-hati di jalan.”


“Oke, kita balik ya, udah ngantuk gue.”


"By," Tasya melambaikan satu tangannya sambil melihat kepergian mobil dua sahabatnya yang melaju kencang.


“Sya lo tidur di sana, biar gue yang di sini,” Salsa menunjuk kasur yang muat hanya untuk satu orang yang biasa dipakai untuk dirinya sendiri.


“Gak, gak. Lo yang di sana gue yang di sini. Lagian gue gak bakal tidur gue mau nonton tv aja, bagaimana ini nyalain tvnya.”


“Gak papa ini Sya, gue yang di kasur?”


“Gakpapa, diterima di sini aja bersyukur gue.” Tasya mulai memainkan ponsel sambil menonton televisi yang baru saja dinyalakan Salsa.


“Sya, lo kan model famaous berarti banyak duitnya kenapa gak sewa apartemen atau beli rumah baru, kok mau tinggal bareng gue?”


“Gak ah, takut disamperin Rajaya. Lo tahu gak udah berapa kali Rajaya datang ke tempat bokap gue, mendingan gue pindah-pindah kan? Pokoknya tempat lo yang paling nyaman.”


“Tempat kayak gini nyaman?” Salsa menaikkan kedua alis tidak percaya.


“Iyalah, tempat lo ini gak ribet, dari kamar tidur ke dapur, kamar mandi sama keluar itu Cuma butuh beberapa langkah. Simple banget ini rumah, suka banget gue tempat kayak gini.”


“Lo aneh Sya, orang lain itu suka tempat tinngal yang kayak istana, luas, mewah, nyaman bangetkan?”


“Eh jangan salah, tempat kayak begitu biasanya cuma bikin kaki pegel.”


“Masa sih, tapi bener juga sih kalau dibayangin.”


Tasya terkekeh, “Nanti deh kapan-kapan gue ajak lo sama Mita dan Teresa ke suatu tempat yang bikin pegel kaki, eh bentar-bentar.”


^^^Halo? Ini siapa?^^^


Lagi ngapain Sya?


^^^Lo Rajaya?^^^


^^^Samperin gue? Memang lo tahu gue dimana?^^^


Di tempat Salsa, aku ke sana sekarang


^^^Gak boleh, gue mau istirahat jangan ganggu^^^


Ya sudah, malam.


^^^Hm


^^^


“Oh iya, hp gue baru. Semua kontak ilang dong.” Tasya menghela nafas pendek.


“Rajaya ya Sya?” Tanya Salsa.


“Iya,”


“Sama Keano gimana?”


“Maksudnya?”


“Ya saling tanya kabar atau yang lainnya begitu?”


Tasya menghembuskan nafas panjang, “Ini juga Keano telpon gue pas Rajaya telpon.”


“Hah, terus gimana? Telpon balik Sya, telpon balik.”

__ADS_1


Tasya mengerutkan dahi, “Lo kenapa sih, aneh tahu gak Salsa... Keano tinggalin pesan kok, tinggal gue balas chat nya aja.”


“Oh gitu ya. Gue itu fans garis keras Tasya and Keano forever.”


“Lah kok gue, emang ada? Siapa yang buat kurang kerjaan banget.”


“Sya lo gak tahu? Di instagram ada 3 akun fake yang gak tahu dibuat siapa yang pertama nama akunnya Tasya and Keano Forever, yang kedua Rasya singkatan dari Rajaya Tasya akun yang terakhir Tasya on solo. Nah, ketiga akun itu suka upload foto sama gunain hastag sesuai nama akunnya, pengikutnya juga banyak apalagi yang Tasya on solo, yang Tasya on solo akun yag lebih dulu ada dari si Rasya sama Tasya and Keano forever, kalau lo gak percaya ini liat.”


Tasya menggelengkan kepala, “Kurang kerjaan yang buat akun ini.”


“Tapi kalau gak salah Sya... akun Tasya on solo dibuat sama anak yang pernah minjemin lo kamera.”


“Kurang kerjaan memang, ini gue balikkin handphone lo. Salsa mendingan lo tidur deh sudah malem mata lo sampe merah.”


Salsa tertawa, “Apalagi mata lo Sya. Lo lagi ada masalah ya, tadi lo minum banyak banget gak mabuk pula, kalau gue sudah gak inget dunia mungkin.”


“Tidur Salsa,”


“Gue punya firasat lo mau kabur ya Sya? Mau lanjut minum?”


Tasya melirik Salsa sambil melotot, “lo dukun ya?”


“Itu kan bener lo mau kabur,”


“Gue mau keluar sebentar, mbak gue kasih tahu gue resto sama butik mami gue kebakaran.” Tasya menunjukkan chatnya bersama Luna


...Mbak Luna


...


Dek, Resto sama butik yang ada di jl. ganda mulia kebakaran


Gak ada yang meninggal Cuma luka-luka doang


Gak ada barang yang tersisa dari kebakaran


^^^Kok bisa kebakaran sih mbak? Konsleting apa bagaimana?^^^


Kayaknya ada orang yang sengaja mau bakar


Besok weekend, mbak mau ke tkp. Kamu ke kantor ya dek, takut ada dari pegawai kita yang minta tunjangan pakai saja uang mba yang ada di brankas meja mba


^^^Kok uang mbak? Uang kantor bagaimana?^^^


Uang kantor lagi krisis, sementara pakai uang mbak dulu


^^^Gak mbak, jangan pakai uang mba. Mba urus yang di tkp, biar aku yang urus kantor saja^^^


Yakin bisa sendiri?


“Nah, dari chat itu gak ada alasan buat lo kabur Sya,”


“Manda mau ketemu sama gue bentar,”


“Apalagi itu, kalau lo diapa-apain sama mereka gimana?”


“Cuma Manda doang,”


Salsa memblokir pintu keluar, “Kalau dua sahabat lo nanyain lo gimana, terus kalau Kea cari lo gue bilang apa, terus gue harus apa kalau disalahin Rajaya?”


“jam 1 gue balik lagi ke sini, please.”


“Sya...” Salsa meneriaki Tasya yang berhasil kabur.

__ADS_1


“Wow, mata lo udah merah aja. silahkan duduk, kabar kebakaran sudah nyampe belum?”


Tasya duduk di kursi yang sudah di suguhi Manda.


__ADS_2