
...XI IPA 1...
Dimas Artahendrawan : BM jangan lupa malam ini, harus datang @semua
Farel Andriyansyah : Datanglah, kapan lagi bisa abisin duit Rajaya
Rara Sahira : Gue males ikut
Dimas Artahendrawan : Males kenapa si lo? Gue jemput lo mau ikut?
Rara Sahira : Gausah, gue punya mobil sendiri
Rian Bimantara : Gue kira Mita ternyata Rara, tumben lo fast respon Ra
Rara Sahira : Jangan samain gue sama anggota alay
Teresa Aurellia : Halaah
Dimas Artahendrawan : Re, gue jemput nanti sore mau?
Teresa Aurellia : GAUSAH
Mita Stevani : Nyali kok mode online @Rara Sahira
Rara Sahira : Ngaca
Tasya Edellyn left the chat
Rajaya Fernandes added Tasya Edellyn
Rajaya Fernandes : Mau kemana Sya?
Teresa Aurellia : Gue baru sadar admin di sini Rajaya doang, sialan emang.
Mita Stevani : KM, gue jadiin admin
Rara Sahira : Mulai caper
Tasya Edellyn : Halah
Farel Andriyansyah : eh Tasya... abis darimana?
Tasya Edellyn : Kenapa? Kangen ya @Farel Andriyansyah?
Farel Andriyansyah : iya ayang @Tasya Edellyn
Tasya Edellyn : sama aku juga
Mita Stevani : wkwkwk, keuwuan macam apalagi ini
Teresa Aurellia : uwu mode online
Dimas Artahendrawan : Tasya jangan jadi ratu ghosting
Farel Andriyansyah : Bener Sya, jadi istri aku aja
Mita Stevani : Rajaya menangis membaca ini
Teresa Aurellia : Keano merana dipojok ruangan
Tasya Edellyn : lamar aku dulu
Rara Sahira left the chat
Nia Rosdiana left the chat
Rajaya Fernandes : Besok aku lamar kamu ke rumah @Tasya Edellyn
Mita Stevani : cepet lo kalau soal lamar, itu yang keluar kenapa? masukin lagi Rajaya
Rajaya Fernandes : gak
Dimas Artahendrawan : Tasya kemana si? itu Rajayanya lagi ngadat
Tasya Edellyn : Rajaya jangan begitu
Rajaya Fernandes added Rara sahira, Nia Rosdiana
Teresa Aurellia : langsung nurut dia
Mita Stevani : Di BM lo boking tempatkan Rajaya?
Rajaya Fernandes : Lantai 5 VVIP Bisnis 1
Teresa Aurellia : Ada mini barnya dong
Dimas Artahendrawan : Yoi sultan mah bebas, Re
Rajaya Fernandes : Lo berdua perlu gue sewain hotel gak, president suite?
Dimas Artahendrawan : up, lo saja bos sama cewek lo
Rian Bimantara : Bos kita jomblo
__ADS_1
Mita Stevani : Buat Rajaya, tampang doang gak bisa jadi jaminan
Rajaya Fernandes : Mau duit berapa Mita?
Mita Stevani : Memangnya muka gue keliatan kayak orang susah
Rara Sahira left the chat
Dimas Artahendrawan : Si Rara kenapa keluar mulu?
Farel Andriyansyah : Terangsang mungkin
Teresa Aurellia : ngakak gue bacanya
Mita Stevani : Bertobatlah wahai kalian
Tasya Edellyn : Jadiin gue admin
Keano Alghesa added Rara Sahira
Mita Stevani : Semua jadi admin, sia-sia kerja lo Rajaya
Teresa Aurellia : Kenapa gak lo aja yang masukkin Rara, Sya?
Tasya Edellyn : Gue diblock
Mita Stevani : Kea muncul lo, nyimak mulu
Nia Rosdiana : Sya, lo gak bisa jemput gue?
Tasya Edellyn : Gue bareng Salsa
Teresa Aurellia : Mobil gue di salon, @Keano Algesha jemput gue ya
Keano Algesha : gak
Dimas Artahendrawan : Gue yang jemput Re
Teresa Aurellia : Gue becanda doang, mancing supaya si Kea muncul digrup
Mita Stevani : Kalau si Kea gak cuek gue pacarin
Rara Sahira : Halaah
Teresa Aurellia : Lo copypaste gak sopan lo
Tasya Edellyn : Bego memang
Rara Sahira : Alay
Dimas Artahendrawan : Yang akur dong Rara
Rian Bimantara : Masalahnya apa emang?
Rajaya Fernandes : Bubar! BERISIK
“Dek... Cuma satu dokumen ini yang sudah benar yang empatnya masih salah,” Luna menyerahkan kembali 4 buah map kepada Tasya.
“Hah,” Tasya menghela nafas pendek.
“Minggu depan kita presentasi, bahannya nanti mbak siapkan. Tender ini lumayan bagus, mbak mau adek belajar public speaking yang bagus juga agar klien kita puas,”
“Mbak...” Sebenarnya Tasya ingin mengeluh tapi diurungkan karena Luna terlihat bersemangat demi kemajuan perusahaan.
“Mbak tolong suruh Keano ke sini ya, please...”
“Kok mbak, kamukan pacarnya,” Luna membenarkan kacamata dengan bingung.
“Ih mbak, Kea bukan pacar aku. Ya mbak pliss,”
“Tapi ada syaratnya,” Luna tersenyum menang.
“Jangan yang susah,” pinta Tasya.
Luna mengangguk, “Syaratnya, Mbak mau cuti 3 hari.”
__ADS_1
Tasya membuka mulutnya, “Cuti dua hari deal,” Tasya mengulurkan tangan kanannya.
Luna mengerutkan dahi sambil berpikir matang-matang, “Deal, dua hari,” Luna menyambut tangan Tasya.
“Mbak tunggu,” Tasya terkekeh saat Luna tidak jadi membuka pintu.
“Jangan bilang aku yang nyuruh Kea datang ke sini ya,”
Luna memicingkan mata beberapa saat lalu memberikan jempol sambi tersenyum kepada Tasya, “Apasih yang ngak buat adek?”
Tasya terkekeh sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kebesarannya.
“Fys...” Tasya memangku Fluffys
“Kea mau ke sini lo senengkan, ngaku lo”
“Meaong,” Fluffys menatap majikannya dengan datar.
“Gak asyik lo Fys, lo sana deh gue mau kerja lagi cari duit buat beli makan lo Fys,” Tasya menurunkan Fluffys dari pangkuannya.
“Nono lagi apa ya?” Tasya membuka aplikasi game online di komputer lalu memakai headphone.
“No... lo makan gaji buta, siang begini lo main game,” Tasya mengirim pesan audio kepada Nono.
“Kenapa? Push, kucing gue dikasih makan gak?” Tanya nono yang terkoneksi dengan Tasya.
“Itu kucing gue. No., main lagi, kalau gue menang lo harus kasih gue handphone sama kamera baru,”
“Sudah kuduga, datang ada maunya. Kalau gue yang menang bagaimana push?”
“Gak, lo gak bakal menang,” ucap Tasya yakin dan langsung mengundang Nono ke dalam pertandingan game yang dipilihnya.
“No., lo tahu gak? Ada yang ngancam gue di sekolah, kata dia gue bakal jatuh miskin,”
“Kan lo sudah miskin, push.”
Tasya berdecak kesal, “Lo gak mau bantuin gue?”
“Gak punya duit push. Makanya diberesin dulu satu-satu masalahnya, baru cari masalah lain.”
“No., lo mati. Benerkan gue, lo kalah. Anterin handphone sama kameranya sore ini juga.” Tasya keluar dari game setelah memenangkan pertandingan lalu melepaskan headphone dengan lega.
“Kea? Sudah datang, sejak kapan?” Tasya berusaha untuk tidak tersenyum melihat Keano yang sudah duduk di sebrangnya.
Astaga! Kenapa gue ngomong sudah datang, kan kesannya jadi gue yang lagi tunggu Kea, Tasya mengutuk dirinya sendiri.
Keano mengerutkan dahi, “Mbak Luna disuruh kamu?”
“Aku? Gak,” Tasya menyanggah.
“Boongnya keliatan,”
“Maksud aku, gak salah lagi. Kea... lo sibuk gak, bantuin aku ya.”
Keano mengangguk, “nih,”
Tasya menerima map merah dari Keano, “Apa ini? Kan aku belum nyuruh.”
__ADS_1