Teman Tapi Manja

Teman Tapi Manja
Ch. 46 - "Boongnya Keliatan," (Keano)


__ADS_3

...XI IPA 1...


Dimas Artahendrawan : BM jangan lupa malam ini, harus datang @semua


Farel Andriyansyah : Datanglah, kapan lagi bisa abisin duit Rajaya


Rara Sahira : Gue males ikut


Dimas Artahendrawan : Males kenapa si lo? Gue jemput lo mau ikut?


Rara Sahira : Gausah, gue punya mobil sendiri


Rian Bimantara : Gue kira Mita ternyata Rara, tumben lo fast respon Ra


Rara Sahira : Jangan samain gue sama anggota alay


Teresa Aurellia : Halaah


Dimas Artahendrawan : Re, gue jemput nanti sore mau?


Teresa Aurellia : GAUSAH


Mita Stevani : Nyali kok mode online @Rara Sahira


Rara Sahira : Ngaca


Tasya Edellyn left the chat


Rajaya Fernandes added Tasya Edellyn


Rajaya Fernandes : Mau kemana Sya?


Teresa Aurellia : Gue baru sadar admin di sini Rajaya doang, sialan emang.


Mita Stevani : KM, gue jadiin admin


Rara Sahira : Mulai caper


Tasya Edellyn : Halah


Farel Andriyansyah : eh Tasya... abis darimana?


Tasya Edellyn : Kenapa? Kangen ya @Farel Andriyansyah?


Farel Andriyansyah : iya ayang @Tasya Edellyn


Tasya Edellyn : sama aku juga


Mita Stevani : wkwkwk, keuwuan macam apalagi ini


Teresa Aurellia : uwu mode online


Dimas Artahendrawan : Tasya jangan jadi ratu ghosting


Farel Andriyansyah : Bener Sya, jadi istri aku aja


Mita Stevani : Rajaya menangis membaca ini


Teresa Aurellia : Keano merana dipojok ruangan


Tasya Edellyn : lamar aku dulu


Rara Sahira left the chat


Nia Rosdiana left the chat


Rajaya Fernandes : Besok aku lamar kamu ke rumah @Tasya Edellyn


Mita Stevani : cepet lo kalau soal lamar, itu yang keluar kenapa? masukin lagi Rajaya


Rajaya Fernandes : gak


Dimas Artahendrawan : Tasya kemana si? itu Rajayanya lagi ngadat


Tasya Edellyn : Rajaya jangan begitu


Rajaya Fernandes added Rara sahira, Nia Rosdiana


Teresa Aurellia : langsung nurut dia


Mita Stevani : Di BM lo boking tempatkan Rajaya?


Rajaya Fernandes : Lantai 5 VVIP Bisnis 1


Teresa Aurellia : Ada mini barnya dong


Dimas Artahendrawan : Yoi sultan mah bebas, Re


Rajaya Fernandes : Lo berdua perlu gue sewain hotel gak, president suite?


Dimas Artahendrawan : up, lo saja bos sama cewek lo


Rian Bimantara : Bos kita jomblo

__ADS_1


Mita Stevani : Buat Rajaya, tampang doang gak bisa jadi jaminan


Rajaya Fernandes : Mau duit berapa Mita?


Mita Stevani : Memangnya muka gue keliatan kayak orang susah


Rara Sahira left the chat


Dimas Artahendrawan : Si Rara kenapa keluar mulu?


Farel Andriyansyah : Terangsang mungkin


Teresa Aurellia : ngakak gue bacanya


Mita Stevani : Bertobatlah wahai kalian


Tasya Edellyn : Jadiin gue admin


Keano Alghesa added Rara Sahira


Mita Stevani : Semua jadi admin, sia-sia kerja lo Rajaya


Teresa Aurellia : Kenapa gak lo aja yang masukkin Rara, Sya?


Tasya Edellyn : Gue diblock


Mita Stevani : Kea muncul lo, nyimak mulu


Nia Rosdiana : Sya, lo gak bisa jemput gue?


Tasya Edellyn : Gue bareng Salsa


Teresa Aurellia : Mobil gue di salon, @Keano Algesha jemput gue ya


Keano Algesha : gak


Dimas Artahendrawan : Gue yang jemput Re


Teresa Aurellia : Gue becanda doang, mancing supaya si Kea muncul digrup


Mita Stevani : Kalau si Kea gak cuek gue pacarin


Rara Sahira : Halaah


Teresa Aurellia : Lo copypaste gak sopan lo


Tasya Edellyn : Bego memang


Rara Sahira : Alay


Dimas Artahendrawan : Yang akur dong Rara


Rian Bimantara : Masalahnya apa emang?


Rajaya Fernandes : Bubar! BERISIK


 


“Dek... Cuma satu dokumen ini yang sudah benar yang empatnya masih salah,” Luna menyerahkan kembali 4 buah map kepada Tasya.


 


“Hah,” Tasya menghela nafas pendek.


 


“Minggu depan kita presentasi, bahannya nanti mbak siapkan. Tender ini lumayan bagus, mbak mau adek belajar public speaking yang bagus juga agar klien kita puas,”


 


“Mbak...” Sebenarnya Tasya ingin mengeluh tapi diurungkan karena Luna terlihat bersemangat demi kemajuan perusahaan.


“Mbak tolong suruh Keano ke sini ya, please...”


“Kok mbak, kamukan pacarnya,” Luna membenarkan kacamata dengan bingung.


 


“Ih mbak, Kea bukan pacar aku. Ya mbak pliss,”


 


“Tapi ada syaratnya,” Luna tersenyum menang.


 


“Jangan yang susah,” pinta Tasya.


 


Luna mengangguk, “Syaratnya, Mbak mau cuti 3 hari.”


 

__ADS_1


Tasya membuka mulutnya, “Cuti dua hari deal,” Tasya mengulurkan tangan kanannya.


 


Luna mengerutkan dahi sambil berpikir matang-matang, “Deal, dua hari,” Luna menyambut tangan Tasya.


 


“Mbak tunggu,” Tasya terkekeh saat Luna tidak jadi membuka pintu.


 


“Jangan bilang aku yang nyuruh Kea datang ke sini ya,”


 


Luna memicingkan mata beberapa saat lalu memberikan jempol sambi tersenyum kepada Tasya, “Apasih yang ngak buat adek?”


 


Tasya terkekeh sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kebesarannya.


 


“Fys...” Tasya memangku Fluffys


 


“Kea mau ke sini lo senengkan, ngaku lo”


 


“Meaong,” Fluffys menatap majikannya dengan datar.


 


“Gak asyik lo Fys, lo sana deh gue mau kerja lagi cari duit buat beli makan lo Fys,” Tasya menurunkan Fluffys dari pangkuannya.


 


“Nono lagi apa ya?” Tasya membuka aplikasi game online di komputer lalu memakai headphone.


 


“No... lo makan gaji buta, siang begini lo main game,” Tasya mengirim pesan audio kepada Nono.


 


“Kenapa? Push, kucing gue dikasih makan gak?” Tanya nono yang terkoneksi dengan Tasya.


 


“Itu kucing gue. No., main lagi, kalau gue menang lo harus kasih gue handphone sama kamera baru,”


“Sudah kuduga, datang ada maunya. Kalau gue yang menang bagaimana push?”


 


“Gak, lo gak bakal menang,” ucap Tasya yakin dan langsung mengundang Nono ke dalam pertandingan game yang dipilihnya.


“No., lo tahu gak? Ada yang ngancam gue di sekolah, kata dia gue bakal jatuh miskin,”


 


“Kan lo sudah miskin, push.”


 


Tasya berdecak kesal, “Lo gak mau bantuin gue?”


 


“Gak punya duit push. Makanya diberesin dulu satu-satu masalahnya, baru cari masalah lain.”


“No., lo mati. Benerkan gue, lo kalah. Anterin handphone sama kameranya sore ini juga.” Tasya keluar dari game setelah memenangkan pertandingan lalu melepaskan headphone dengan lega.


“Kea? Sudah datang, sejak kapan?” Tasya berusaha untuk tidak tersenyum melihat Keano yang sudah duduk di sebrangnya.


 


Astaga! Kenapa gue ngomong sudah datang, kan kesannya jadi gue yang lagi tunggu Kea, Tasya mengutuk dirinya sendiri.


Keano mengerutkan dahi, “Mbak Luna disuruh kamu?”


“Aku? Gak,” Tasya menyanggah.


“Boongnya keliatan,”


“Maksud aku, gak salah lagi. Kea... lo sibuk gak, bantuin aku ya.”


Keano mengangguk, “nih,”


Tasya menerima map merah dari Keano, “Apa ini? Kan aku belum nyuruh.”

__ADS_1


__ADS_2