Teman Tapi Manja

Teman Tapi Manja
Ch. 40 - Gibahin Tasya


__ADS_3

...XI IPA 1...


Dimas Artahendrawan : Sepi amat... Permisi ya ahli kubur


Mita Stevani : Silahkan yang lebih ahli


Dimas Artahendrawan : Eh tumben Mita fast respon. Tasya sama lo gak? Bagi foto-foto tadi di sekolah


Mita Stevani : Gue gak sama Tasya


Teresa Aurelia : fotonya udah Tasya upload di ig, nama ignya nama kelas kita, jangan lupa follow and like postingannya guys


Dimas Artahendrawan : Foto kita berdua juga diupload Tasya, Re?


Teresa Aurelia : Ya kagaklah


Dimas Bimantara : Oh kirain hehe


Rian Bimantara : Re, makan-makan dong kalau sudah jadian


Teresa Aurelia : Siapa yang jadian?


Rian Bimantara : Lo lah


Rara Sahira : Kalau mau caper buat grup baru jangan di sini


Mita Stevani : Halah


Dimas Artahendrawan : Rara, lo kenapa, cemburu?


Rara Sahira : Susah ngomong sama batu


Rian Bimantara : wkwk, batu?


Dimas Artahendrawan : yang waras ngalah


Teresa Aurelia : Guys, weekend makan-makan yuk buat yang mau aja, KM yang tlaktir.


Rian Bimantara : KM? Rajaya?


Farel Andriyansyah : Gas


Mita Stevani : Dermawannya king kobra kita


Dimas Artahendrawan : Setuju... semua harus hadir, oke everybody


Rajaya Fernandes : GAK! Weekend, gue mau jalan sama Tasya.


Mita Stevani : Hilih, kayak Tasya yang setuju saja mau jalan sama lo


Teresa Aurelia : Beruntungnya jadi sahabat Tasya, bisa jailin Rajaya. Iya gak Ta?


Mita Stevani : yups


Dimas Artahendrawan : Jadi kagak sih ini makan-makan?


Teresa Aurelia : Jadi... kan tadi gue bilang ditlaktir KM


Mita Stevani : Asyik mau abisin duit Rajaya, gue yang cari tempatnya ya


Rian Bimantara : Cari tempatnya yang bagus Ta


Dimas Artahendrawan : Sekalian yang mahal juga, wkwk


Mita Stevani : Back Mirazur, Fix jam 8, malam minggu


Teresa Aurelia : Gila di BM. Rajaya, gue tanya serius lo mau gak di BM?


Rajaya Fernandes : OK


Rian Bimantara : Orang kaya sih bebas


Dimas Artahendrawan : Datang semua ya guys


Salsa Diani : Gue gak punya kendaraan


Tasya Edellyn : Gue jemput lo @Salsa Diani


Nia Rosdiana : Sya, terus gue sama siapa?


Rajaya Fernandes : Tasya harus sama gue

__ADS_1


Dimas Artahendrawan : Mau deh jadi Salsa bisa dijemput Tasya, wkwk


Tasya Edellyn : Mobil gue Cuma punya dua kursi dan kursi itu buat gue sama Salsa


Salsa Diani : Makasih ya Sya


Farel Andriyansyah : Eh ada Tasya, apa kabar?


Mita Stevani : Farel beraninya nikung mode online


Dimas Artahendrawan : Farel kalau offline punya satu nyawa tapi kalau online tak terhitung nyawanya, tapi gue kasian kalau tiba tiba rumah lo didatengin kobra @Farel Andriyansyah


Farel Andriyansyah : up, gue gak ngerti


Rian Bimantara : @Tasya Edellyn di foto lo gandeng kea sama kobra?


Tasya Edellyn : Lo salah liat, editan itu


Dimas Artahendrawan : Editan Tuhan


Teresa Aurellia : Bayangin Tasya punya dua suami


Tasya Edellyn : Bayangin aja dulu


Dimas Artahendrawan : Siapa dulu dua suaminya Tasya


Rian Bimantara : Keano sama Rajayanya kita


Farel Andriyansyah : Gue yakin Tasya babak belur


Tasya Edellyn : Masasih... belum juga dicoba


Dimas Artahendrawan : Anjay Tasya, wkwk


Mita Stevani : Kalau menurut gue sih, jangankan dua suami, tiga atau empat suami aja boleh kalau Tasya kuat


Dimas Artahendrawan : Gue benci pikiran gue, kuat kerjanya? Tapi kerja apa dulu kan banyak


Rian Bimantara : Ambigu gue, kuat apa Mita?


Farel Andriyansyah : Mita si perusak pikiran


Teresa Aurellia : Bener juga, kalau semua suaminya Tasya minta dimasakkin bareng repot juga ya


Rajaya Fernandes : Tasya cuma punya gue


Mita Stevani : Heleh


Tasya Edellyn : Grup macam apa ini, isinya gibahin gue


Rara Sahira : Muak gue bacanya


Teresa Aurellia : Ya kagak usah dibaca kalau muak, ribet banget hidup lo


Ilham Saputra : Ada yang liat Keano? Gue samperin ke tempatnya gak ada, nomornya gue telpon gak diangkat-angkat


Mita Stevani : Gue gak liat


Teresa Aurellia : Gua juga


Dimas Artahendrawan : Apalagi gue


Rian Bimantara : Sumpah gue ngakak gara-gara ini bocah @Dimas Artahendrawan


Tasya berdehem saat muncul notifikasi panggilan video call dari Luna yang muncul di layar tabnya.


“Syukurlah Nona, Anda baik-baik saja,”


“Ada apa?”


“Tidak ada, em... saya kembali bekerja lagi ya Nona, bye,” Luna menutup panggilan video dengan Tasya.


Tasya menghembuskan nafas panjang baru saja Luna memutuskan VC, sekarang Rajaya yang melakukan panggilan Video Call kepada Tasya.


“Hai,”


“Hm,” Tasya menyahuti Rajaya yang gambar wajahnya terpangpang jelas di layar tab.


“Jalan yuk, Sya.”


“Gak ah capek.” Keluh Tasya. Sementara Keano terkekeh pelan.

__ADS_1


“Pakai mobil, Sya. Aku jemput kamu ke rumah ya,”


“Gue gak di rumah,”


“Masa? Aku sudah di depan rumah kamu, Sya.” Rajaya memutar kamera handphonenya.


“Kalau mau mampir, di rumah ada Nia,”


“Sya, udah dua kali aku datang kamu gak ada terus,” kedua mata Rajaya terlihat sayu dilayar tab Tasya.


Tasya menggaruk kepala bagian belakang, “maaf.”


“Kamu dimana? Aku susul ya.”


“Eh, jangan. Aku, aku lagi photoshoot. Lo masih pakai seragam?”


Tasya adalah orang yang sulit berbohong, terbukti ketika omongan Tasya yang belepotan dan untunglah Rajaya tidak curiga.


“Abis les.”


“Les? Les apa? Bukan abis dari basecamp avarelic.”


Rajaya berdecak, “Abis les fisika, sayang.”


Tasya menghembuskan nafas pelan, sementara Keano jengah dengan sikap Rajaya yang sangat to the point lalu dirinya pindah ke sofa yang lain.


“Aku mau susul kamu nemenin photoshoot,”


“Jangan dong. Rajaya please... kapan-kapan aja ya jalannya.”


“Kapan?”


“Malam minggu jadi kan di BM?”


Rajaya kembali berdecak, “Itu beda Sya, kapan kita jalan berdua?”


Tasya menghela nafas, “Kapan ya? Nanti dikabarin, aku mau photoshoot dulu, bye.” Tasya melambaikan tangan sebelum menutup VC.


“Les fisika?” Tasya meletakkan tab nya di atas sofa masih tidak percaya jika Rajaya benar-benar berubah demi diri Tasya.


Cekrek!


“Apaan sih, Kea...” Tasya memberi tatapan datar kepada Keano yang sudah mengambil gambar dirinya tanpa permisi.


“Aku bantuin kamu biar gak bohong,” Keano kembali mengambil gambar Tasya menggunakan kamera SLR sambil rebahan di sofa bersama Fluffys.


“Bantuin? Bantuin Rajaya apa gue?”


Cekrek! Cekrek! Cekrek!


Tasya mengambil alih kamera dan memotret Keano sangat cepat secepat dirinya menduduki perut Keano lalu memindahkan fluffys ke samping Keano.


“Keano si Brand Ambassador kucing persia.”


Cekrek! Cekrek!


“SHIT!” Tasya kesal, Keano berhasil menukar posisi, sementara Fluffys sudah lari entah kemana.


Cekrek! Cekrek!


“Lo jelek banget, Sya.” Keano memeriksa satu persatu hasil tangkapan gambarnya.


“Lebih jelek lo lah, minggir lo berat, Argh.” Tasya berhasil menggulingkan Keano ke lantai, tapi dirinya juga ikut berguling.


Brugh! Tok!


“Ah, Kepala gue,” Tasya meringis sambil mengusap kepalanya yang terbentur meja.


“Aduh, sakit ya? Makanya jangan suka jail,” Keano ikut mengusap kepala Tasya.


Mungkin karena benturannya terlalu keras sampai membuat Tasya lupa dengan posisinya sekarang yang masih menindih Keano. Dan anggap saja Keano juga tidak sadar dengan posisinya.


“Ekhem!”


Keano membantu Tasya bangkit.


“Grandpa sudah datang,” Nono memberikan tatapan datar kepada Keano.


“Masih sakit?” Keano mendapat anggukkan dari Tasya.


Benturan itu mungkin sangat keras, lengan Tasya sampai tidak henti-hentinya mengusap kepalanya sendiri walaupun sedang berjalan menuju ruangan Grandpa.

__ADS_1


__ADS_2