
Malam hari..
Mereka sudah kembali ke kota dan kini Alita berada dirumah Eza, rumah yang sangat besar dan hanya ditempati Eza sendirian.
"Aa' sendirian disini?" tanya Alita dan Eza hanya mengangguk kecil mengiyakan.
'Serem juga yaa, rumah segede gini cuma ada si Aa sendirian. Gak kaya dikampung rumah sepetak aja isinya bejubel!'
"Yuk ke atas.." ajak Eza kepada Alita yang masih mengedarkan pandangan, masih terkagum dengan rumah yang baginya amat sangat mewah itu.
Eza membawa Alita ke dalam kamar utama, tempat dimana seharusnya hanya dimasuki Eza dan Niky saja. Tapi mau bagaimana lagi? Niky sekarang tidak ada disana dan Eza ingin segera membuat Alita hamil.
"Ini kamar Aa'?" Alita lagi-lagi terperangah menatap keindahan ruangan yang dimiliki lelaki yang menjadi suami kontraknya.
"He'em.. udah malem nih, kita istirahat yuk.." Eza terlihat sudah menguap dan menggeliat.
"Capek yah A'? sini atuh biar Alit pijitin.."
"Emang bisa?"
Lalu kedua insan itu naik ke atas ranjang, mengambil posisi Eza yang tengkurap dan Alita duduk diatas pantat Eza untuk memijat punggung lelaki itu.
"Enak banget Lit, kamu dikampung suka mijit ya?" ujar Eza yang sedang menikmati pijatan Alita. Mata Eza bahkan sulit untuk terbuka saking enaknya setiap sentuhan yang diberikan gadis itu.
"Enggak A', sebisa-bisa aja inimah.." jawab Alita yang kembali menambah lotion agar pijatan itu semakin mudah dilesatkan.
"Tapi enak! bener-bener enak banget." ujar Eza lagi yang semakin merem melek. Dan Alita hanya tersenyum saat mendapat pujian dari Eza sambil lanjut memijit suami kontraknya itu.
__ADS_1
"Udah Lit.." ucap Eza saat punggungnya itu dirasa sudah enakan. "Makasih yaa.." tambahnya sambil tersenyum manis.
"Gak usah makasih atuh A', itumah udah kewajiban Alit sebagai istri Aa'." ujar Alita sambil membalas senyuman Eza.
"Besok aku harus ke kantor pagi-pagi, Nanti ada bik Mumun kok yang bantuin beres-beres." ujar Eza sambil merubah posisinya jadi terlentang.
"Bik mumun siapa A'? sodara Aa'?" tanya Alita.
"Orang yang suka bersihin rumah ini." jawab Eza.
"Padahal kalo bersihin rumah, Alit juga bisa A', gak perlu nyuruh orang lain."
"Meskipun kita kawin kontrak tapi aku nikahi kamu sebagai istri, bukan sebagai pembantu." terdengar sarkas tapi memang itulah kenyataanya. "Ini masih sakit?" tanya Eza sambil menunjuk segitiga bermuda milik Alita dengan telunjuknya.
"Sedikit, hehe.." ujar Alita malu-malu.
"Lagi apa A'?"
Hyaaaaaa!!
Eza langsung menghambur ke arah Alita yang sama sekali tidak siap. Menindih gadis itu dengan posisi asal kemudian mengecupnya dengan cukup rakus.
"Aa' mau ituan lagi?" tanya Alita yang mulai mengerti jurus pembicaraan Eza. Lelaki itu pasti menginginkan jatahnya lagi. "Tapi kan Alit belum mandi A'."
"Gak papa, Mandinya besok aja."
Mereka saling tertawa kecil kemudian saling memposisikan diri untuk saling berhadapan, Eza mulai mencium bibir manis milik Alita lagi. Merasai gairah itu agar segera bangkit.
__ADS_1
Mmhh~ Alita mendesah. Sentuhan yang Eza berikan selalu membuatnya tidak bisa menahan diri untuk melakukan hal itu. Malu. sebenarnya Alita malu jika dirinya mengeluarkan suara-suara seperti itu,tapi apalah daya semua itu benar-benar diluar kendalinya.
Mereka kini sudah sama-sama polos, masih saling bergumul untuk membangkitkan gairah seksual yang lebih besar lagi. Hingga akhirnya nafas mereka sudah sama-sam memburu dan tidak tahan lagi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih.
"Aku masuk sekarang yaa?" ujar Eza meminta izin dan tanpa menjawab Alita hanya mengangguk samar. "Balik badan." pinta Eza dan sedetik kemudian, dengan bantuan Eza Alita sudah memposisikan diri untuk sedikit menungging.
"Aaaaahhh~" bahkan Eza sekalipun tidak bisa untuk menahan diri melepaskan desahan itu. Nikmat. Kegiatan itu sungguh luar biasa nikmat.
"Pelan-pelan yah A'," Pinta Alita saat dirinya sudah berhasil dimasuki. Alita masih sedikit terbayang bagaimana malam pertama saat dirinya melakukan penyatuan bersama Eza, masih ada rasa ngeri yang tersirat di kepalanya. Mengingat bagaimana sakitnya saat pertama kali berhasil menerobos dirinya.
Sesuai permintaan Alita, Eza melakukan penyatuan itu dengan lembut. Sangat perlahan dan benar-benar menikmati detik demi detik saat mereka membunuh waktu dengan penyatuan itu.
"Aaaaahhh..." Desahan nikmat itu lolos lagi. Keduanya benar-benar bisa menikmati nikmatnya bercinta. Bahkan kali ini rasanya lebih nikmat dari sebelumnya.
"A', Alit mau pipis." ujar Alita dengan mata yang rasanya sulit sekali untuk dibuka. Sejak tadi mata itu seolah berputar dan menghilang bulatan cokelatnya.
Hyaaa!! bukannya berhenti aja justru mempercepat gerakannya. Membuat hasrat ingin buang air kecil Alita semakin lama semakin mendekat dan tidak bisa di tahan lagi.
"A aaaaaaaa'." Alita berteriak panjang sambil meremas sprei dan juga apapun yang ada di hadapannya. Nikmat sekaligus malu karena buang air kecil saat mereka melakukan hal itu.
"Aaaahh.." Eza juga mendesah hebat. Lelaki itu juga mencapai puncak nirwana.
Rasanya anjim banget! 🤣
"Ih Aa' dibilang pengen pipis bukannya berhenti dulu." Alita yang sudah terkulai lemas masih sempat-sempatnya menatap Eza sambil meraih pakaian untuk menuju kamar mandi. Gadis itu benar-benar mengira bahwa dirinya buang air kecil saat hubungan badan itu terjadi.
"Emang kamu pipis? pipisnya enak ya?" Eza tertawa kecil melihat ekspresi Alita yang benar-benar memerah, gadis itu polos atau bagaimana sih. Masa mencapai pelepasan saja dia tidak tahu.
__ADS_1
Eh tapikan dia perawan dan emang belum pernah bercinta.. Hahaha Eza benar-benar jadi tertawa sendirian.