
Hari ini Eza pulang lumayan larut malam karena setelah jam pulang kerja lelaki itu memilih melipir ke sebuah klub malam yang belakangan ini jadi tempat langganan. Mencari hiburan untuk menghilangkan rasa sakit dihatinya.
Betapa hatinya terasa sangat hancur ketika mendapati kenyataan bahwa Niky, mantan istrinya itu sudah bersama laki-laki yang Eza temui di mall, sudah bersama selama lebih dari 1 tahun. Yang artinya selama ini Niky telah mengkhianati Eza, Yang artinya selama ini Niky meminta Eza untuk menikah lagi adalah bohong. Dia hanya bersandiwara. Dia pandai bermain peran dan bodohnya adalah Eza bisa tertipu.
"Siapa laki-laki ini?" Eza mendatangi sebuah apartemen miliknya yang tanpa ia ketahui dihuni oleh mantan istrinya, digunakan mantan istrinya untuk berselingkuh dengan badjingan lucknut yang tanpa malu mengaku sebagai kekasih Niky. Bahkan Niky sudah melakukannya sejak mereka masih terikat sebagai suami istri.
"Udahlah kak, gak usah drama!! kita udah cerai dan kamu gak berhak ngatur-ngatur aku."
"Sejak kapan kamu mengkhianati aku?"
Bodoh! bodoh! pertanyaan macam apa itu? kau akan semakin tersakiti Eza!
"Lawyer aku udah ngurus surat perceraian kita. Aku gak nuntut harta gono-gini atau apapun itu, aku hanya mau surat resmi cerai kita segera keluar!" Niky mengalihkan pertanyaan Eza dan malah menambah level kecewa Eza.
"Jadi selama ini kamu minta aku poligami cuma sebagai akting hah? Kamu mau putar balik fakta jadi seolah aku yang jahat dan kamu jadi korban, gitu? dengan dalih gak punya anak kamu ninggalin aku dan malah berselingkuh sama bocah ingusan itu? Sialan!!" Eza membeo sambil terkekeh, namun hatinya terasa amat pedih ketika menyimpulkan semuanya.
Malam ini Eza benar-benar mabuk berat, mencari pelampiasan betapa pahit kenyataan yang harus ia terima. Lelaki itu pulang ke rumah dengan sempoyongan, efek dari terlalu banyak menenggak minuman beralkohol.
"Dasar j a l a n g sialan!!" Eza terus saja mengumpat di saat berjalan memasuki rumah itu. Mengutuk semua perbuatan Niky yang begitu sadis terhadap dirinya yang sangat mencintai wanita itu.
__ADS_1
Dan saat langkahnya mulai meniki anak tangga, tiba-tiba saja lelaki itu terjatuh. "Kau akan menyesal Nikita!! aku akan jamin itu!!"
"Yaampun A'.... Aa' kenapa?" teriak Alita dari lantai atas ketika mendapati Eza yang terkulai ditangga, wanita itu belum tertidur karena menunggu kepulangan Eza.
Dengan cepat Alita berlari dan menghampiri Eza. "Aa gak pa-pa?" tanya Alita sambil membantu Eza untuk bangun.
Detik selanjutnya, dengan sekuat tenaga Alita memapah tubuh kekar Eza menuju kamar. Merebahkan lelaki itu di kasur kemudian membantu Eza untuk membuka sepatu juga dasi yang masih melingkar dileher Eza.
Entah apa yang terjadi kepada laki-laki itu, Alita tidak tahu. Yang jelas lelaki itu tidak berdaya dan sangat bau.
Mungkin maksutnya bau minuman..
Eza sangat merasa capek malam itu, namun ia juga kesal dan marah. Ditambah dengan birahi yang memuncak membuat lelaki itu benar-benar tidak mampu mengendalikan diri. Ia hanya melakukan apa yang tubuhnya inginkan.
"Buka bajumu!" titah Eza dengan suara parau khas orang mabuk.
Eh.. Alita menoleh.
"Cepat!"
__ADS_1
"Aa' lagi sakit ini, nanti saja yaa.." Alita menatap lelaki yang memang kusut itu. Ia mengira Eza sedang sakit, ia tidak tahu bahwa Eza sedang mabuk.
Hyaaaa!! tanpa tedeng aling-aling Eza langsung bangkit dan merobek daster yang sedang Alita gunakan. Hasrat dan kecewa dalam hatinya sedang berkolaborasi dan membuat lelaki itu berbuat hal demikian.
"Aa'.." Alita merintih sambil menyilangkan tangan didada.
"Jangan membantah!" Eza kemudian turun dari ranjang dan mendorong tubuh Alita begitu saja ke atas kasur. Lelaki itu kemudian melucuti semua kain yang menempel ditubuh Alita dan melucuti pakaiannya juga. "Balik badan!"
Alita hanya menatap tubuh polos Eza, ia sangat ketakutan karena baginya Eza sangat menyeramkan malam ini. Meskipun ini bukan kali pertama mereka akan bercinta, namun Eza tidak pernah seperti ini.
"Denger gak sih?"
"I-iya A'.."
Eza kemudian memposisikan tubuh Alita agar menungging sempurna, lalu tanpa basa-basi ia langsung membenamkan diri kedalam tubuh Alita. Mendobrak liang kewanitaan itu begitu saja, tanpa foreplay atau embel-embel lainya.
Aawwghh.. Alita meringis ketika inti tubuhnya ditabrak dengan begitu kasar. Sungguh, ia ingin menangis saat itujuga. "Pelan-pelan A'." Alita kesakitan. Bahkan rasa sakit itu melebihi rasa sakit saat ia menyerahkan diri untuk pertama kali.
Sementara Eza tidak begeming dengan jeritan Alita. Ia malah sibuk menggenjot tubuh itu untuk menyalurkan hasrat dan juga rasa kecewa yang bersarang dihatinya. Lelaki itu tidak menyadari bahwa ia menyetubuhi Alita dengan begitu kasar.
__ADS_1
Bersambung~