Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Undangan


__ADS_3

Deal!


Eza dan Alita sudah memutuskan bahwa mereka akan tinggal di apartemen itu. Hanya mereka berdua yang akan tinggal disana, sementara bik mumun sepertinya akan dikembalikan untuk bekerja di rumah mama Rosa. Alita yang meminta seperti itu, katanya untuk urusan rumah Alita bisa mengatasinya sendiri. Sementara Eza, lelaki itu mempersilahkan apapun yang Alita inginkan. Namun dengan catatan gadis itu tidak boleh terlalu capek. Alita hanya diperbolehkan untuuk membersihkan rumah dan juga memasak. Sementara yang lainnya akan tetap menggunakan jasa orang lain.


"Owh iya, nanti malem Aa' mau ajak kamu ke pesta pernikahan temen Aa', kamu mau kan nenenin?" tanya Eza saat mereka duduk di sofa ruang keluarga. Mereka sedang beradaptasi dengan tempat tinggal baru mereka.


"Nenenin?" Alita mengulang kalimat terakhir Eza.


"Eh.. hehe maksutnya nemenin, sayang." Eza tersenyum malu sendiri.


Ups Keceplosan Gegara belom dikasih jatah sih!


"Emang Aa' gak malu bawa-bawa Alit?" Selama ini Alita belum pernah dibawa kelingkungan hidup Eza, masih ingat ketika dirinya dibawa ke rumah orang tua Eza dan bertemu dengan mama Rosa dan papa Hendra. Alita rasanya tidak percaya diri.


"Kenapa harus malu kan Aa' yang ngajak.. Aa' mau sekalian kenalin kamu sebagai istri Aa' sama orang-orang." Eza menatap Alita yang sepertinya sudah insecure duluan.


"Alit takut malu-maluin Aa' nanti, Alit kan udik. Gimana kalo nanti Alit nanyain sesuatu yang bikin Aa' marah kaya tadi?"


Iyajuga sih, Alita kan belum pernah tampil menyebalkan didepan orang.. hm


"Nggak bakalan sayang.. Aa' akan dengan bangga memperkenalkan kamu sama lingkungan Aa'. Sebagai istri Aa'." Eza tersenyum untuk meyakinkan gadis itu. Kemudian mengikis jarak dan meminta gadis itu menumpahkan diri dipelukannya.


Kayaknya Alita memang perlu bergaul biar dia banyak pengetahuan bertambah dan nyebelinnya sedikit berkurang.


Tiba-tiba terlintas sebuah ide dikepala Eza. Eza akan memperkenalkan Alita kepada seorang wanita yang juga seorang mama muda, wanita itu adalah istri dari teman Eza. Sepertinya hal itu akan membantu.


"Mau ya?" tanya Eza sambil merengkuh tubuh Alita. "Kalo Aa' dateng sendiri tar Aa' dikatain jombelo."


"Jombelo?" Alita mengulang kalimat itu lagi.


"Orang yang gak punya pasangan." Jawab Eza.


"Maksutnya


"Aa' disangka duda gitu ya?"


"He em. Nanti kalo Aa' ketemu janda gimana hayo?" Cupp!! Eza membubuhkan kecupan dikening Alita cukup lama. "Siap-siap yuk?"


"Siap-siap kemana A'?" Alita bertanya heran.

__ADS_1


"Kan mau ke undangan pernikahan itu."


"Bukannya nanti malem A'? inikan baru aja jam satu siang." Alita melihat sebuah jam yang melingkar ditangannya. Menuju malam itu masih harus menunggu berjam-jam lagi.


"Gakpapa, Yuk.. Aa' pengen mandi berdua." bisik Eza tepat didaun telinga Alita.


Ish~ Gelisah A', geli-geli basah.


"Kan kita gak bawa apa-apa kesini, gaada sabun, gaada handuk, gaada baju ganti juga."


Ya ada lah, Lit. Sabun sama handuk kan disediain!


"Mandi tuh gak usah pake baju." tangan Eza mulai nakal menyusup kedalam baju terusan yang Alita gunakan. Mencapai kancing-kancing yang menjadi variasi bagian atas dan membukanya satu persatu dengan sebelah tangan.


"Tapi A'.."


"Napa hm?" Eza menghirup aroma tubuh Alita dengan hidung dan bibir yang sengaja menciptakan sebuah gesekan disana. Bersamaan dengan tangan yang me-re-mas bukit kembar yang sepertinya lumayan membesar sekarang. Membuat bulu kuduk Alita rasanya berdiri tidak karuan.


"Geli A'.. ssshh.." Aaaahh.. Rasa itu, rasa yang sebenarnya sulit untuk ditolak. Tapi Alita selalu malu untuk membiarkan tubuhnya berekspresi dengan natural. Gadis itu selalu berusaha menahan gejolak itu meskipun pada akhirnya dia akan kalah.


"A', masa mau mandi disinih.. kamar mandinya disana."


"Mandi keringat dulu." Refleks Eza memposisikan Alita untuk berbaring disofa. Mengungkung tubuh Alita kemudian menyambar bibir gadis itu dengan kecupan dan juga hisapan lembut. Menyatukan bibir yang akan membuai satu sama lain.


"A'.....Jendelanya belum ditutup." Alita mencari alasan lagi agar ia bisa menghindari Eza. Tapi masabodoh, meskipun ruangan itu berdinding kaca, siapa yang akan mengintip mereka ditempat itu.


Cupp!! Semakin Alita melawan justru Eza semakin gencar menggerayangi tubuh Alita. Hingga  se-per-sekian menit tubuh mereka kini sudah sama-sama polos. Pakaian mereka berhamburan dan entah teronggok dilantai sebelah mana. Biarkan saja. Yang penting sekarang kita selesaikan misi ini terlebih dahulu.


"Kata dokter kan kita gak boleh ituan dulu A'." Alita masih mencoba berontak melepaskam diri dari Eza.


"Yaudah, ciumin si aden aja ya. Aa' gak mau kalo maen sendiri."


 


 


Aaaaaapalagi ini?


 

__ADS_1


 


Skip 😋


 


 


"Aa' mah!!!" Alita berteriak dari dalam kamar mandi. Gadis itu ditinggal setelah melakukan adegan yang selalu Eza inginkan. Terpaksa. Alita dipaksa.


"Kenapa Lit?" Eza yang sudah menyelesaikan mandi dan berpakaian kembali kini menghampiri Alita yang juga belum selesai dengan ritual mandinya.


"Ini!" Alita menunjuk leher dan juga buah dadanya yang penuh tanda kepemilikan yang ditinggalkan Eza. "Gimana mau undangan kalo Alitnya kayak begini."


"Hehe." Eza malah cengengesan.


"Aaaaa Aa' mah nyebelin." Alita mencebik sebal sambil memperhatikan pantulan dirinya didalam cermin.


"Tapi ngenakin juga kan, impas. Pemanasan dulu sebelum boleh anu-anuan." Hehe, Eza malah semakin menggoda Alita. Lucu melihat bagaimana ekspresi gadis itu saat ini.


"Iiiiiiiihhh.. pokoknya puasanya ditambah, Alit bakalan nolak kalo Aa' minta jatah lagi!" Alita mengancam dengan netra yang menatap Eza penuh kesal.


"Lho, kok gitu?" Wah, kalo soal jatah yang dipending Eza sangat amat keberatan.


"Udah sana, Alit mau mandi dulu." Alita menghampiri Eza dan mendorong pelan agar lelaki itu keluar.


"Gak bisa gitu dong, Lit. Masa Aa' gak dikasih jatah lagi."


"Atuh suruh siapa." Alita mendorong Eza hingga akhirnya Eza keluar dan kemudian Alita menutup pintu itu juga menguncinya.


"Gak mau, pokoknya Aa' gak mau puasa lebih lama lagi, Gak yaa pokoknya enggak!!." Lelaki itu berteriak dibalik pintu.


 


 


Apasih Za, kaya nax kecil amad. =D


 

__ADS_1


 


Bersambung~


__ADS_2