
Sore Hari...
Di ruang Tv...
Dua insan yang terikat kontrak itu sedang bersantai diruang tv. Layar yang menempel di dinding mirip layar tancap itu sebenarnya membuat Alita terkagum dan penasaran, namun gadis itu masih saja bungkam. Enggan bertanya seperti biasanya kepada Eza.
Tv nya keren, kayak layar tancap! gak kaya dikampung, tv tabung aja ditontonnya rame-rame. Gambarnya juga jernih gak ada semut-semutnya. Hihi.. Alita bergumam dalam hati sambil melihat layar yang kini menampilkan sebuah film tanah air.
"Duduknya sini, kok kamu kaya takut gitu sih?" Eza menatap Alita yang sedari tadi membuat jarak diantara mereka. "Sini disini.." Eza menepuk tempak kosong disampingnya.
"Iya A'.." Alita beringsut takut-takut. Lamunan tentang kekagumanya tentang tv layar tancap tiba-tiba buyar. Membuat Alita sekarang malah menunduk.
"Oh iya.. Tadi malem aku pulang jam berapa?" Eza bertanya sambil menatap gadis yang kini sepertinya menjadi pendiam. Biasanya gadis itu terkesan bawel menanyakan tentang apapun kepada Eza.
"Tengah malam A'.." Alita menjawab tapi wajahnya masih menunduk dalam. Jari-jari itu tetlihat saling bertautan dan meremat satu sama lain.
"Maaf ngerepotin.. Semalem aku pasti muntah ya?" Eza menebak. Sudah dipastikan semalam dirinya pasti jackpot, karena saat bangun tidur dirinya merasakan sakit yang teramat dikepala dan tubuhnya. Ditambaaaah,, dirinya telanjang pagi tadi.
Muntah? Siapa yang muntah?
Alita kemudian mengangkat kepala dan menatap lelaki itu dengan seksama. 'Apa mungkin semalam dia benar-benar kerasukan jin? kenapa tiba-tiba jadi amnesia begitu?' tanya Alita pada dirinya sendiri.
"Nggak pa-pa A', udah kewajiban Alit buat ngelayanin Aa'." Alita tersenyum simpul seolah mengiyakan ujaran Eza. Padahal sebenarnya tidak ada adegan muntah kan?
Alita sudah duduk disamping Eza dan setelah itu tiba-tiba saja Eza menjatuhkan kepalanya dipangkuan Alita. "Lit,, kamu pernah gak jatuh cinta sama cowok?".
"Eh?" Alita terkaget ketika Eza menjatuhkan kepala dipangkuannya, ditambah lagi dengan pertanyaan Eza barusan. "Alit gak tau A', Alit gak pernah pacaran." jawab gadis itu dengan ekspresi dan nada kaku.
"Masasih?" Eza tidak percaya. Mana mungkin sih di zaman sekarang seorang gadis se-usia Alita tidak pernah pacaran. "Kalo sekedar suka pernah dong?" tanya Eza lagi.
Mungkin kalo sebatas mengagumi, pernah. Alita pernah mengaggumi seorang lelaki saat dirinya masih berstatus pelajar smp dikampung dulu. Namun sebatas mengagumi, dan itu dulu.
__ADS_1
"Nggak A', Alit gak pernah."
"Kadang cinta itu membuat kita gila, tapi kadang cinta itu menyakitkan juga.. Entahlah.." Eza menghembuskan napas frustasi, kenapa mode curhatnya keluar sih.
"Emang Aa' disakiti siapa?" Alita bertanya dan menatap lelaki yang juga sedang menatapnya.
"Kalo suatu saat kamu jatuh cinta dan dicintai, jangan pernah mengkhianati cinta itu, yaaa.. Karena pengkhianatan itu adalah hal yang paling menyakitkan. " Eza berujar seperti seorang petuah yang memberi nasihat. Membuat Alita semakin tidak mengerti jurus pembicaraan itu.
Cupp!! Detik selanjutnya Eza bangkit dan langsung menyambar bibir ranum milik Alita. Sudah sangat keterlaluan bibirnya banyak berucap dan hampir mencurahkan segala gundah yang bersarang dihatinya. Tidak, Eza tidak ingin mengingat tentang itu lagi. Sebagai lelaki tangguh, Eza harus kuat.
Dilumatnya bibir itu dengan lumayan rakus, hingga membuat Alita hampir saja mati kehabisan pasokan oksigen. Namun semakin lama ciuman itu semakin lembut, bahkan kali ini Alita juga membalas pagutan bibir Eza.
Hingga akhirnya pertempuran itu kembali terjadi. Alita yang semula takut langsung menajdi rileks karena Eza melakukan penyatuan itu lebih lembut. Bahkan rasa itu belum pernah Alita rasakan meskipun mereka sudah berulang kali melakukan hal ini. Ruang tv itu menjadi saksi bisu ke dua, bagaimana pasangan kontrak itu mencapai kenikmatan yang tidak bisa ditolak.
~
Namun ada hal yang mereka tidak saling tahu satu sama lain. Eza yang menginginkan Alita hamil sementara Alita masih rutin mengkonsumsi pil kontrasepsinya. Karena didalam kontrak pernikahan, Alita memang tidak boleh mengandung.
"Aaahh.." Erangan panjang dari bibir masing-masing menjadi bukti betapa nikmatnya penyatuan itu.
Tubuh Eza sudah ambruk diatas tubuh mungil Alita, beserta nafas nya yang terengah tidak teratur begitupun Alita yang terengah sambil bercucuran keringat dan memejamkan mata.
"Alit permisi ke kamar mandi dulu A'." tubuh Alita rasanya lengket sekali. Ditambah tubuh kekar itu lumayan berat saat bertumpu dibadannya yang kecil.
"Mau langsung mandi?" Tanya Eza yang beringsut menjatuhkan diri ke samping tubuh Alita, membuat penyatuan itu langsung terlepas.
"He em.." Alita mengangguk pelan.
"Berdua yaa.."
__ADS_1
"Hah?"
"Kenapa?"
"Nggak A'."
Hihihi.. Tiba-tiba saja Eza mengulum senyuman lebar. Betapa Alita sangat menggemaskan sekali, apalagi saat gadis itu mendesah dan berada dibawah kungkungan tubuhnya tadi. Sepertinya, Eza mulai berada di zona nyaman bersama Alita.
"Gak pa-pa berdua.. Aku gak bakal macem-macem kok." Haha. Eza tertawa sendiri pendengar penuturannya. Kenapa dirinya intens dalam hubungan badan sekarang? padahal saat bersama Niky, ia hanya akan bercinta satu atau dua kali dalam satu minggu. Bahkan tergantung mood.
"Mending Aa' aja yang mandi duluan." Tidak. Alita tidak mau mandi berdua. Alita sudah bisa memastikan apa yang akan terjadi dikamar mandi nanti.
"Aku pengennya berdua." Sejurus kemudian Eza bangkit sambil menatap Alita penuh senyuman. "Ayuuuuk." Hyaaaa!! Eza langsung memasukan tangan di sela kaki dan leher Alita dan kemudian membopong tubuh mungil itu begitu saja.
"A aaaa'.."
Alita meronta takut terjatuh saat Eza membopongnya begitu saja menuju kamar mandi. Dan dengan refleks tangan Alita melingkar dileher Eza sebagai tumpuan.
"Liat sana deh, Lit.." tunjuk Eza pada cermin besar yang ada dikamar mandi dengan kode mata. Dan saat Alita menoleh, cermin itu memantulkan bagaimana tubuh telanjang mereka disana.
"Iiiihh.. Aa'.. Alit malu.." Alita memalingkan wajah ketika menyadari kejantanan Eza kembali bangkit dicermin tadi.
Hehehe... "Lagi yuk?"
"Ih Aa' mah meuni beuki!' gadis itu ,mencebik tanpa merubah posisinya.
"Baki?" Eza mengulang kalimat yang Alita ucapkan.
"Beuki A'.. Beuki teh doyan!!"
"Emang kamu gak doyan hm?" Eza menempelkan hidung dan bibirnya tepat dibelakang kepala gadis itu. Karna Eza sudah tahu titik lemah seorang Alita adalah di spot itu. Alita pasti langsung merinding disko tanpa bisa menolak lagi. "Yakin mau nolak?" tanya Eza saat nafas Alita mulai naik turun tidak beraturan. Dan sedetik kemudian Alita pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Haaaaiyaiyaiya~