
Sesuai ucapan Eza bahwa dia hanya akan pergi sebentar. Tidaksampai satu jam, lelaki itu sudah kembali kerumah. Dengan sekantung makanan sebagai buah tangan untuk Alita.
Ah~ kenapa Eza rasanya tidak tahan untuk segera melihat bagaimana gadis itu mencebik dan bermanja.
"Sayaaang.." Tanpa memencet bell Eza langsung masuk kerumah. Karena saat tiba dipintu utama pintu itu memang tidak terkunci dan artinya Alita ada dilantai bawah.
"Kak." Baru beberapa langkah memasuki rumah, tiba-tiba saja ada sesuatu yang melingkari tubuh Eza dari belakang. Suara itu nampak tidak asing ditelinga Eza, namun Eza yakin jika suara itu bukan Alita. Lagipupa Alita tidak memanggilnya kakak. Lalu siapa yang memeluk Eza seperti itu. "Akhirnya kamu pulang.. Aku nunggu kamu daritadi."
Niky~ Itu suara Nikita!
Seketika Eza menepis tangan Nikita lalu berbalik badan untuk memastikan. Benar. Orang yang memeluk Eza dari belakang adalah Nikita. Mantan istrinya. "Ngapain kamu disini?" Tatapan Eza menghardik wanita yang tidak tahu malu itu. Bagaimana bisa dia berani muncul dihadapan Eza, bahkan dengan wajah me-melas seperti itu.
"Aku salah kak, aku minta maaf.. Tolong bantu aku." Nikita menangis sambil kembali merengkuh tubuh Eza. Wanita itu nampak berantakan namun entah apa sebabnya.
"Lepas!" Eza mendorong wanita tidak tahu diri itu. Tidak ada rasa simpatik sedikitpun meskipun wanita itu berlinang air mata. "Ngapain kamu kesini? masih punya muka?"
"Kak.. Mama masuk rumah sakit.. Mama kambuh lagi dan kali ini makin parah." Hiks~ Nikita menangis tidak berdaya seperti kebiasaannya dulu saat masih tinggal bersama Eza. Kemana Nikita yang angkuh kemarin? "Aku mohon tolongin aku.. Aku gak mau kehilangan mama."
__ADS_1
"Nolong apa maksud kamu? kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi. Kenapa kamu minta tolong sama aku? kenapa gak minta sama anjing kecil peliharaan kamu aja." Sedikitpun Eza benar-benar tidak bersimpatik. Sudah tahu watak Nikita yang pandai bermain peran. Selalu bersandiwara dengan sangat cantik. Bahkan Eza tidak mempersilahkan wanita itu untuk duduk dan bicara baik-baik.
"Kak aku serius.. Mama udah mulai ngelantur ngomongnya. Dia terus-terusan bilang pengen liat aku ngandung dan punya anak.. Please kak. Aku gak mau menyesal seumur hidup aku kalo sampe gak bisa wujudin keinginan mama." Nikita menghiba memohon pertolongan kepada orang yang sudah sangat ia lukai. Yang terpenting keinginannya itu bisa tercapai.
"Haha." Eza hanya tertawa kecil dan menarik ujung bibir kirinya."Aku bisa nolong apa Nikita.. kamu tahu aku mandul." Eza mengatakannya dengan gurat wajah pemenang. Menyindir kembali bagaimana saat wanita yang pernah sangat ia cintai mengatai dirinya mandul. Tapi lihat sekarang.. Eza sudah terbukti perkasa. "Minta tolong sama anjing kecil kamu sana. Aku gak minat sama sekali!"
"Kamu gak mandul kak.. tapi..." Nikita buru-buru menge-rem kata-katanya. Hampir saja ia keceplosan tentang apa yang selama ini ia sembunyikan.
"Tapi apa? udahlah, Nik. Aku gapunya waktu buat ngeladenin omong kosong kamu. Kamu mau minta tolong dan aku gak mau nolong. Jadi lebih baik kamu minta tolong sama orang lain."
"Kamu lupa kalo aku mandul!" Eza mengatakan kalimatnya dengan penuh penekanan. Jika dia tahu bahwa Eza mandul kenapa meminta tolong seperti itu. Lagipula siapa yang mau meberikan pertolongan seperti itu. Eza bukan orang bodoh.
"Selama ini aku minum kontrasepsi. Kita berdua gak mandul! Aku cuma belum siap punya anak.. Aku masih pengen nikmatin masa muda dan karir aku dibutik. Tapi sekarang aku bener-bener udah siap kak.."
Hah.. Eza tidak terkejut sama sekali. Ternyata apa yang Yoga katakan tentang Nikita benar. "Aku gak peduli. Yang jelas hubungan kita sudah berakhir!"
"Kak! Kenapa kamu jadi berubah gini sih? bukannya kamu cinta banget sama aku."
__ADS_1
"Wanita gila kayak kamu gak pantes dicintai. Kamu yangudah buat aku berubah dan sekarang lebih baik kamu pergi!" Eza menunjuk k arah pintu dengan suara yang lumayan ditinggikan.
"Aku mohon maafin aku, aku khilaf." Refleks Nikita memeluk tubuh lelaki yang sedang berapi-api itu. Percaya diri bahwa mantan suaminya masih sangat mencintai dirinya.
Dan diujung tangga sana, gadis yang sedang mengandung benih cinta Eza ikut meloloskan air matanya. Alita menyaksikan bagaimana wanita itu memeluk suaminya. Dada Alita tiba-tiba sesak, tangan gadis itu menutup mulutnya sendiri saking tidak percaya. Tiba-tiba tubuh Alita terasa lunglai, tenaganya seakan habis melebihi lelahnya saat mereka selesai bergulat diatas ranjang.
Bodoh~ kamu bodoh Alita! Bukannya kamu memang tahu bahwa Eza memiliki istri lain?
Dengan segenap tenaga yang masih tersisa, Alita buru-buru pergi menjauh dari pemandangan yang menghancurkan hatinya itu. Alita sudah tidak tahan lagi menahan tangisannya. Alita segera menuju kamar dan menangis sejadi-jadinya. "Aa' jahat.." ucapnya lirih.
Harus sepahit apalagi hidup Alita. Sudah belasan tahun dia berada dimuka bumi dan baru beberapa waktu ia merasakan apa itu bahagia, apa negri dongeng yang Alita impikan benar-benar usai?
Bersambung~
__ADS_1