
"Lepasin!! Kalo lo gak mau berhenti gue bakal panggil polisi. Kafe ini full cctv dan gue bakal jadi saksi lo nyerang Alita!" Rya menarik lengan Nikita dan mencoba menyingkirkan wanita itu dari Alita.
"Jangan ikut campur!! Ini urusan gue."
"Alita dateng sama gue dan ini tempat punya gue! Lepasin atau lo bakal nyesel. S E C U R I T Y Y Y!!!!" Rya berteriak sambil berusaha melerai dua wanita itu.
Nikita melepaskan tangan yang sedang menjambak itu, mengatur nafas yang naik turun karena gemuruh emosi. Ditatapnya Alita dan Rya penuh dengan rasa benci.
Alita.. Gadis itu sudah menghancurkan jalan hidup Niky, Andai saja Alita tidak muncul mungkin Niky sudah kembali bersama Eza. Dan fakta yang lebih mencengangkan adalah Alita pernah hamil anak Eza dari hasil kawin embel-embel yang mereka jalani. Kawin kontrak yang seharusnya berakhir satu bulan lagi. Dan seharusnya Alita juga tidak sampai hamil, meskipun sudah keguguran. karena menurut informasi yang Niky ulik, hal itu dilarang dalam kontrak perkawinan mereka. Segalanya jadi kacau gara-gara Alita.
__ADS_1
Niky tahu bahwa perpisahan itu sepenuhnya atas kesalahan dirinya sendiri, bahkan Niky juga sadar bahwa dirinya sudah menikam Eza dengan belati yang ia tancapkan sendiri. Tapi nyatanya Niky tidak bisa kehilangan sosok lelaki berhati malaikat itu, Niky hanya dihasut oleh nafsu sesaat waktu itu dan sekarang Niky mengaku menyesal.
"Ari Teteh, Kalo mau sama si Aa' mah atuh si Aa' yang disamperin. Ngapain jambak-jambak Alit, Alit kan bukan istri muda yang harus dilabrak istri tua. Lagian kan Teteh cuma mantan istri si Aa'." Alita mengutarakan kekesalannya setelah rambut yang selalu ia cuci dengan shampoo yang sering muncul diiklan tipi jadi berantakan gara-gara dijambak Nikita.
"Nih, Alit telpon si Aa'nya, nanti Teteh ngomong aja sendiri." Alita mengeluarkan ponsel yang sudah dicas didalam mobil tadi. Membuat Nikita kini menelan ludah sendiri.
"Gue gak perlu bantuan lo buat dapetin Eza!" Niky menepis ponsel Alita hingga benda itu terjatuh.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Boy datang diiringi dua sekuriti dibelakangnya. Kebisingan yang diciptakan Nikita sukses menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
"Apasih norak!" Nikita mendengus kesal ketika Boy datang bersama sekuriti. Seolah dirinya adalah pembuat onar.
"Elo yang norak! Namanya mantan harusnya tau diri, mantan tuh bekas! Jadi gak usah banyak gaya main labrak-labrakan.!" Rya menjadi tersulut emosinya. Dan siapa yang menyangka mamah muda sosialita itu bar-bar juga.
"Mbak kalo sekiranya mau buat keributan mending keluar, disini tempat ngopi mbak tempat nongkrong. Kalo mbak gak bisa dengan cara baik-baik, kami bisa menyeret mbak keluar!" Sekurity ikutan menyahut dan menambah level kesal Niky semakin bertambah.
"Awas lo semua. Gue bakal bikin perhitungan! Dan elo! Denger yaaa, Gue jamin lo bakal balik ke habitat lo cepat atau lambat!" Netra Nikita kini menatap tajam ke arah Alita. Seolah ingin mencekik gadis itu. Entahlah, Niky memang selalu kehilangan kendali akhir-akhir ini. Beban pikiran dan mental membuatnya seperti orang gila.
"Eteh sana yang pulang ke habitat. Tarzan mah tinggalnya di hutan, bukan di kota!" Widih, Alita bisa nyolot juga ternyata.
__ADS_1
Hingga akhirnya Nikita pergi sebelum dirinya benar-benar diseret oleh sekuriti, meskipun rasanya urusan dengan Alita itu belum selesai. Mau cari apa lagi Nik?
Bersambung~