Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Coba Lagi


__ADS_3

Bulan-bulan berikutnya..


Alita sudah menerima penawaran Eza. Kali ini Alita tidak takut lagi untuk hamil, gadis itu sudah menggantungkan seluruh kepercayaannya kepada Eza. Bak dinegeri dongeng pasangan itu kian romantis dan intim seperti pasangan sungguhan. Mereka tidak lagi menyinggung soal kata 'kawin kontrak'.


Alita bahkan tidak menolak saat Eza mengajaknya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Namun mereka harus bersabar lebih banyak lagi, pemeriksaan itu belum mendapati benih cinta itu tumbuh dirahim Alita. Butuh waktu untuk  mengembalikan kesuburan Alita gara-gara mengkonsumsi pil kontrasepsi itu.


"Maaf yah A'." Alita menatap nanar ke wajah suaminya yang jelas-jelas menyiratkan kekecewaan. Eza terlihat sedikit lesu ketika mereka sudah kembali dari rumah sakit.


"Gak papa, nanti kita coba lagi yaa." Eza tersenyum simpul, berusaha menyembunyikan kekecewaanya tentang hasil pemeriksaan itu.


"Aa' gak marah?" tanya Alita dengan takut-takut.


"Ngapain marah? mungkin emang belum waktunya Aa' punya anak." Eza tersenyum lagi, mengahampiri Alita kemudian mengelus gadis itu dengan lembut."Tapi kamu bener-bener udah nggak pake alat kontrasepsi itu kan?" Eza menatap Alita dan sangat berharap bahwa selama ini Alita sudah jujur tentang obat-obatan yang katanya sudah dibuang itu.


"Nggak A', sumpah Alitmah. Semua pil itu udah Alit buang semuanya." Gadis itu mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V, Piece, swear.


"Yaudah kita coba lagi yuk?"


"Coba lagi?"

__ADS_1


"Hayuuuk.." Gurat kecewa itu langsung berubah jadi seringai mesum. Tanpa aba-aba lagi Eza langsung saja membawa Alita ke atas ranjang untuk melakukan pertempuran itu lagi. Berharap dengan rajinnya mereka berusaha, maka si jabang bayi itu bisa untuk segera muncul.


Aaaaaa~ bilang aja doyan!!


Siang bolong bukanlah halangan untuk mereka melakukan penyatuan itu. Angin yang keluar dari AC sudah cukup menetralkan rasa itu, panas matahari rasanya akan kalah dengan rasa panas ketika mereka mulai bergumul.


Mmmh~ Desahan itu lolos. Bahkan saat mereka belum memulai aksi yang lebih jauh. Mereka barusaja menautkan bibir dan saling membelitkan lidah mereka didalam sana. Dengan tangan Eza yang mulai menggerayang mencari gundukan yang mulai peniuh karena disetting setiap malam. Hehe


"Lit.. Mau nyoba yang baru gak?" ujar Eza saat melepaskan bibir mereka dan mengelus bibir Alita dengan ibujarinya. Lelaki yang sudah bergairah itu nampak sangat sensual meskipun dengan baju yang masih menempel ditubuhnya.


"Apa A'?" Alita mencoba membuka matanya dengan sempurna. Kegiatan intim yang mereka lakukan selalu saja membuat ia lupa akan daratan.


"Aden siapa?" Alita menatap heran ketika mendengar nama asing ditelinganya.


"Adik Aa'." Bisik Eza semakin nakal.


"Adik Aa'? Bukannya Aa' puta satu-satunya ya?"


"Adik junior Aa', yang ini." Eza meraih tangan Alita kemudian mengarahkan tangan itu menuju gundukan kejantanannya yang sepertinya sudah setengah matang

__ADS_1


"Ih Aa'!!" Alita buru-buru melepaskan tangannya dari sana. Meskipun sering menikmatinya, tapi Alita belum pernah menyentuhnya. "Gak mau ah, lagian Alit gak tau banguninnya gimana." Gadis itu mencebik dengan sisa-sia merinding disco yang ia dapatkan saat penyatuan bibir mereka terjadi.


"Mainin aja, masukin ke mulut terus cium-cium gitu." ujar Eza dengan seringai lembut namun memaksa.


"Gak mau A', itukan panjang. Nanti Alit keselek gimana?"


HAHA!! Bukannya bersemangat Eza justru tertawa kecil melihat tanggapan Alita. Yasudahlah, Biar saja ia yang selalu menjadi dominan saat adegan nikmat itu terjadi. Toh Alita juga belum terlalu mahir. Jika dipaksa bisa-bisa malah adik kecilnya yang terluka.


"Yaudah kalo gak mau sekarang kamu main diatas yaaaa." Pinta Eza yang sedang naik fantasi bercintanya.


"Diatas? diatas dimana ari Aa'? diatas genteng gitu?"


Aaaaa~ malah makin nyebelin.


"Kuda-kudaanya kamu di atas Aa'!!!!!!!!" 😩


 


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2