Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Martabak keju


__ADS_3

Eza sudah kembali ke apartemen setelah urusannya selesai dengan Nikita. Lelaki itu ingin segera sampai di rumah untuk menemui Alita, gadis yang ia tinggal tidur itu pasti sudah bangun sekarang.


"Liiiit?" Eza mencari Alita di setiap sudut ruangan sambil membawa bingkisan makanan untuk Alita. Namun gadis itu tidak juga ditemukan, Alita tidak ada di kamar maupun di


ruangan tengah yang menjadi spot favoritnya menonton TV. Gadis itu juga tidak ada di dapur. Kemana Alita sebenarnya?


"Lit... kamu dimana? Aa' udah pulang." Eza memanggil lagi sambil masih mengitari ruangan-ruangan yang ada disana. Lalu saat akan melangkahkan kaki menuju kamar kedua, lelaki itu mendengar gemericik air didalam kamar mandi. "Kamu didalem?" setengah


berteriak Eza dibalik pintu kamar mandi itu.


"Iya A'." sahut Alita dari dalam kamar mandi, gadis itu sedang menyegarkan diri rupanya.


"Ciee ada yang siap-siap mau malam jumatan nih." Goda Eza sambil terkekeh kecil. Malam Jumat memang tidak pernah terlewatkan untuk mereka melakukan hubungan antara suami dan


istri. Tidak pernah libur dan tidak ada jeda. Ditempat baru mereka, Eza merasa lebih leluasa untuk selalu melancarkan aksinya


dengan mulus kapanpun itu.


Eza kemudian masuk ke dalam kamar,


menunggu gadis itu selesai dengan ritualnya. Namun setelah menunggu beberapa


menit Alita tidak juga keluar dari kamar mandi. Membuat Eza rasanya sedikit


aneh.


"Lama amat sih tumben?" Eza yang sudah bersantai di ujung ranjang kembali bangun dan menuju kamar mandi yang memang berada di luar kamar.


Namun saat lelaki itu akan keluar, Alita masuk terlebih dahulu dengan menggunakan bathrobe dan handuk putih yang melilit rambutnya.


"Istri Aa' wangi banget." Eza menghirup aroma sabun yang begitu harum terpancar dari tubuh Alita. Aroma khas dari Alita yang tidak pernah bosan Eza nikmati.


"Aa' habis dari mana? kok Alit bangun Aa' nggak ada?" Alita menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"Habis beli martabak keju buat kamu, soalnya kan kamu lagi ngambek." Eza melemparkan sebuah senyuman manis untuk istrinya.


"Nyogok mereun ya ceritanya." Alita tidak bisa menyembunyikan senyumannya, apapun yang


terjadi semua akan selesai jika ada martabak keju. Salah satu makanan favorit Alita.


"Iya dong.. disogok martabak keju dulu sebelum disogok yang lain hehehe." Eza berujar nakal dengan seringnya mesumnya.


"ish Aa' apa sih." Seperti biasa gadis itu selalu malu-malu jika obrolan mereka menjurus ke urusan ranjang. Masih selalu merona meskipun mereka sudah sangat sering melakukannya.


"Mwah.. gemes deh kalau pipinya merah kayak gitu." Eza mencium sekaligus mau menguyel-uyel manja pipi Alita yang hampir tumpah. Sejak pertemuan pertama mereka, sepertinya berat badan bertambah.


"Alit belum masak makan malam A', Aa' mau dimasakin apa?" buru-buru Alita mengalihkan pembicaraan itu. Sebelum Eza semakin menjurus ke arah yang lebih dalam lagi, adegan itu pasti berakhir dengan Eza yang langsung menyambar Alita dengan rakus.


"Apa aja pasti Aa' makan kok."


"Ih initeh jadi pada berdiri disini. Alit mau pake baju dulu, mau masak buat Aa'." Gadis itu


melangkahkan kaki menuju lemari, meninggalkan Eza begitu saja.


"Masuk angin atuh A' kalo nggak pake baju mah. Meuni nempel terus ih siga korong. Gararetek!" Alita mengedikkan bahu karena rasa geli yang diciptakan oleh Eza. Lelaki itu memang selalu sengaja membuat Alita bergidik bulu kuduknya.


"Mauuuu." Eza semakin intim memperlakukan Alita, menempelkan dada bidangnya dipunggung Alita dan


menciptakan gesekan yang akan menciptakan gejolak gairah.


"Mau apa? mau korong?" Alita masih sibuk mencari pakaian di dalam lemari, sedikit kesusahan karena Eza menggelayutinya.


"Korong tuh apa?"


"Upil hehe.!"


"Ih dasar!! Berani ya ngatain suaminya kayak upil? Waaah.. harus dihukum inimah.."

__ADS_1


Eza sedikit bernafas lega, ternyata Alita tidak marah ataupun ngambek tentang


kejadian tadi siang. Gadis itu nampak biasa saja, masih sama memperlakukan Eza


seperti biasanya.


"Udah atuh A' Alitnya dilepasin dulu... Alit mau pake baju ini teh kapan selesainya. Alit mau masak ish."


"Iya iya iya.. Eh tapi bajunya Aa' yang pilihin ya.. Aa' mau lihat kamu pakai baju kesukaan Aa'."


akhirnya Eza melepaskan pelukan itu membuka lemari dan sibuk mencari baju yang


ia maksud.


"Nggak mau ah, Aa' mah pasti nyuruh Alit pake baju yang tipis itu kan? Alit gak mau nanti Alit masuk angin gimana?." gadis itu sudah mengerucut duluan sebelum Eza berhasil menemukan pakaian yang ia maksud.


"Bukan lingerie kok, Aa' mau kamu pake baju yang ini." Tang..Ting..Tung akhirnya Eza menemukan baju yang ia maksud, sebuah daster yang memang bagus saat Alita memakainya. Apalagi dengan tubuh Alita yang berisi dan buah dada yang kini mulai membesar, gadis itu pasti akan terlihat semakin seksi.


Selesai menggunakan daster dan berdrama ria, Alita akhirnya bisa selesai memasak makan malam untuk mereka berdua. Dan kini gadis itu sedang menyantap martabak keju yang tadi dibawa oleh Eza sambil menunggu lelaki itu selesai mandi.


"Perasaan tadi pas si Aa' jemput Alit di kafe punya Teh Rya, Alit teh meuni kesel pisan sama si Aa'. Tapi kok sekarang keselnya ilang ya? Lagian tadi kenapa Alit harus kesal sama si


Aa'?" Alita berbicara sendiri, menanyakan hal yang janggal itu kepada


dirinya sendiri.


Hingga beberapa potong martabak


sudah habis dan Eza sudah muncul di meja makan, Alita tidak juga mendapatkan


jawaban tentang apa yang ia rasakan tadi.


Tadi kesel tapi sekarang biasa aja, kenapa ya? Kadang sebel sama si Aa' kadang gak mau jauh. Ih Alit teh kenapa

__ADS_1


atuh yah?


Araraneh~


__ADS_2