Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Malam Jum'at


__ADS_3

Sudah selesai makan malam~


Eza dan Alita sedang berada di ruang tengah, mereka berdua sedang menonton TV yang menayangkan sinetron kesukaan Alita. Meskipun Eza tidak menyukainya sama sekali, tapi demi wanita itu ia jadi ikutan menonton. Eza bersandar pada bantalan kursi sementara Alita bersandar pada dirinya.


"Emang seru nya apa sih Lit? orang drama berbelit-belit gitu nggak kelar-kelar." belum sepuluh menit menyaksikan tayangan di TV, Eza sudah mulai merasa bosan. Acting di TV itu terlalu lebay dan dan sangat menyebalkan baginya.


"Suka aja A', artisnya pada ganteng-ganteng sama cantik-cantik." gadis itu mengulum senyuman lebar tanpa mengedarkan pandangannya dari TV tersebut.


"Emang ada yang lebih ganteng dari Aa'?"


Eh.. Alita menoleh.


"Gantengan Aa' sih, tapi kan Aa' bukan artis."


Eumh.. Biarkan sajalah. Biarkan gadis itu melakukan apapun sesukanya sampai jam bertempur mereka tiba. Sambil menunggu makanan yang baru saja masuk itu dicerna dengan baik. Hehe~


"A'." Alita menyahut lebih dulu ketika keheningan saat menonton itu mulai tercipta. Masih penasaran tentang rasa kesal yang tiba-tiba muncul siang tadi.


"Hem?"


"Tadi Alit kok kesel ya sama Aa' waktu Aa' jemput Alit di cafenya Teh Rya?"


"Kesel kenapa? kok bisa gitu?"


"Alit juga gak ngerti A', tapi sekarang kok udah nggak kesel lagi ya, aneh." masih dalam posisi yang sama mereka belum saling menatap, hanya saling menyahut dan menatap langit-langit ruangan itu.

__ADS_1


"Pasti gara-gara Nikita yang ganggu kamu ya?" Eza mulai memainkan rambut Alita, mencoba membuat gadis itu nyaman agar mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya. Bagus Alita mau berbicara tentang hal tadi, padahal Eza sendiri masih takut untuk menanyakan hal itu.


"Mungkin iya mungkin juga enggak.. tapi jujur Alit masih kaget tiba-tiba Teh Nikita teriak-teriak kayak Tarzan gitu. Dimaki-maki teh Nikita jadi bikin Alit inget kak Amel di kampung." Alita bangun dari posisinya, semula menyandarkan diri di tubuh Eza, kini gadis itu duduk sambil melihat ke arah Eza.


"Maafin Aa' yaa, Aa' juga gak nyangka kalau kamu bakal ketemu dia di luar sana." Eza juga jadi ikutan bangkit dan menatap gadis itu.


"Alit sedih dibilang rebut Aa' dari teh Nikita, kata-kata dari Teh Nikita rasanya bener semua A'." Alita mulai berujar sendu ketika mengingat bagaimana Nikita mengatai-nya.


"Jangan didengerin. Anggap aja anjing menggonggong."


Alita terdiam dan tidak menyahut lagi, meskipun sejak awal Eza jelas-jelas membelanya dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai Alita, tapi masih ada sesuatu yang mengganjal di hati Alita. Kata-kata Nikita sukses membuat Alita merasa bersalah, merasa dirinya memang menghancurkan hubungan antara Eza dan Nikita. Melihat Nikita selalu berderai  air mata, Alita rasanya iba.


"Teh Niky juga bilang kalo sebenernya Aa' cuma jadiin Alit sebagi kelinci percobaan. Cuma mau buktiin kalo Aa' punya anak. Emang bener A'?"


"Apapun yang dikatakan Nikita jangan kamu masukin ke dalam hati, anggap aja itu angin. Dia cuma sirik sama kebahagiaan kita. Aa' jamin dia enggak akan pernah ganggu kamu lagi, nggak bakalan ganggu keluarga kecil kita. Apapun yang terjadi yang penting Aa' sayang sama kamu."


"Kalo Aa' nggak serius sayang sama kamu, Aa' pasti udah ninggalin kamu. Aa' juga nggak perlu repot-repot ngurusin dokumen-dokumen biar kita bisa cepet-cepet menikah resmi. Percaya sama Aa', Aa' tulus mencintai kamu." Eza membelai wajah Alita memberikan sentuhan lembut dengan segala ketulusan yang ada di dalam hatinya.


"Maaf yah A', bukan maksud Alit meragukan Aa', Alit cuma takut kehilangan Aa' suatu saat nanti." Perasaan yang sangat dalam tersirat dari bagaimana cara Alita memandang Eza.


 


 


Aaaaaaa~ (っ.❛ ᴗ ❛.)っBerperyukaaaaan.

__ADS_1


 


 


"Aa' cuma milik kamu dan selamanya Aa' adalah milik kamu.. Jangan pernah takut kehilangan Aa' karna Aa' juga takut kehilangan kamu."


"Alit sayang pisan sama Aa', Alit gak mau negri dongeng ini berakhir." Alita mempererat pelukannya untuk Eza. Mewakili perasaan yang memang takut kehilangan sosok Eza.


"Aa' juga." Cap cip cup mwah..


"Besok atau lusa kita ke kampung kamu ya. Kita ziarah ke makam orang tua kamu biar pernikahan kita cepet-cepet diresmikan. Sekalian perekaman data buat KTP kamu."


"Tapi Aa' gak bakalan ninggalin Alit disana kan? Aa' nggak nipu Alit kan?"


"Uuuuu ngomong apasih sayang aku ini, mana bisa Aa' hidup tanpa kamu."


Aaaaaaaa~


Cap..Cip..Cup mwah..


"Pindah ke kamar yuk?"


"Hayuuuk."


 

__ADS_1


 


Hayooo nungguan taeun nyak? 😜


__ADS_2