Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Ngidam


__ADS_3

Alita sedang berdiam diri di kamar setelah memuntahkan isi perutnya. Belakangan ini kejadian seperti itu selalu saja berulang-ulang, namun saat dikonsultasikan ke dokter, dokter mengatakan bahwa itu adalah hal yang wajar. Hal seperti itu memang umum terjadi apalagi di awal kehamilan. Dan Alitahanya bisa pasrah untuk menghadapi keadaan seperti itu yang katanya akan berlalu setelah kehamilan itu menginjak usia tiga bulan.


"Kamu ngidam gak? Mau Aa' beliin apa? mau makan apa? katanya orang hamil kan suka aneh-aneh maunya." Eza menatap Alita penuh ketulusan. semenjak Alita hamil dan kondisinya seperti itu, Eza jadi jarang pergi ke kantor. Lelaki itu lebih memilih menemani Alita dan menyerahkan segala urusan kepada Yoga.


"Hm, tapi bener Aa' mau turutin kemauan Alit?" Alita malah balik bertanya. Punya keinginan namun segan untuk mengatakan. Takut Eza merasa terbebani.


"Iyadong makanya Aa' nawarin juga.. Mau apa sayang?" Eza menatap gadis yang masih mungil meskipun tengah berbadan dua itu. Belum ada perubahan signifikan karena kehamilan Alita baru menginjak usia empat minggu. Yang ada gadis itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya, mungkin itu karena keadaan yang sering muntah-muntah belakangan ini.


"Alit pengen makan rujak huni." ujar Alita sambil menahan mulutnya. Hampir saja air liur menetes dari sana gara-gara membayangkan bagaiman sensasi memakan makanan itu.


"Rujak huni?" apa itu? Seumur-umur Eza baru mendengar nama makanan itu. R u j a k h u n i. Eza sampai mengeja kata itu dalam benaknya. "Rujak kan pedes Lit, nanti kamu sakit perut lho."


"Tapikan Alit mau A', minta jangan terlalu pedes sama si amangnya kan bisa." Alita mulai mencebik sebal. Raut wajahnya tertekuk secara automatis. "Tadikan Aa' yang nawarin, kok sekarang malah...."


"Iya iya.. Tapi gak boleh banyak-banyak yaaa.. Nanti kesian dedeknya." Eza tersenyum simpul sambil memikirkan dimana ia harus mencari makanan tersebut. Bentuk buahnya saja Eza tidak tahu. "Belinya dimana yaaa, Aa' gak tau." Eza malah menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Kenapa malah jadi bingung sendiri sih.


"Aaaaa Aa' mah.. Pokoknya Alit pengen rujak huni!"


Ish. Kenapa Alita jadi manja seperti itu sih, kan Eza jadi semakin gemas dibuatnya.


"Aa' cari di online aja yaa." Eza kemudian meraih ponsel dan mulai membuka aplikasi jasa pengantaran makanan. Dan beruntungnya rujak huni yang Alita mau ternyata muncul dikolom pencarian. "Nah ada nih.. Yang kaya gini bukan?" Eza memperlihatkan hasil pencariannya kepada Alita.

__ADS_1


"Nah iyah A' itu.. Gusti meuni merah merona pisan!" Aaaaa Alita rasanya tidak tahan karena air liurnya terus saja meleleh.


"Yaudah beli yang ini ya.." Eza mengklik makanan itu dan akan mulai transaksi pembelian online, namun saat belum selesai tiba-tiba Alita kembali bersuara.


"Masa beli gambarnya aja A', Alit pengen rujak huni beneran." Alita protes dengan wajah yang kasih muram namun menggemaskan.


"Bukan beli gambarnya sayang. Nanti rujaknya dianter kesini.. Jadi kita gak usah berangkat dan kamu bisa langsung makan rujaknya nanti." Eza menjelaskan dengan sabar.


"Oh gitu.. Emang si amang rujaknya tau rumah Aa'? apa si amangnya temen Aa' yaa?" Seperti biasa, Alita selalu menanyakan banyak hal yang diluar nalar. Pertanyaan gadis itu selalu muncul dan seringkali menyebalkan.


"Temen gimana sih Lit?"


"Ntu Aa' punya nomor hape si amang rujak.. Si amang rujaknya juga tau rumah Aa', malah mau nganterin rujaknya kesini."


"Maaaauuuuuuu..."


"Yaudah."


"Tapi Alit mau makan ditempatnya langsung."


"Mending online Lit, lebih praktis."

__ADS_1


"Aa' mah.. pan Alit lagi ngidam, berarti yang maunya dedek bayi."


Benarkah begitu?


"Yaudah hayu kita makan disana.. Tapi nanti malem jatah Aa' double."


"Kok gitu sih A', Aa' kalo gak ikhlas mah mending kita jangan berangkat aja atuh.."


"Ikhlas sayang, tapi,,,,


"Masa ikhlas masih pake tapi."


"Iyadeh gimana kamu aja. Ini jadi berangkat gak?" Yalord! Sabar!!


"Hayu. Tapi Aa' jangan manyun kitu atuh." Mwah.. Alita memberikan sebuah kecupan diwajah Eza. Hihi. Alita sudah tidak malu untuk melakukan itu.


"Genit ih." Eza tersenyum mesum sambil membalas memberikan kecupan untuk Alita. Namun kecupan yang dibalas bukan satu, melainkan banyak sekali.


"Udah atuh A', hayuuu.."


"Iya hayuuu... Tapi tar malem double yaaa.."

__ADS_1


Iya A' siap 😂🤭 #Author


Bersambung~


__ADS_2