Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Di Cash


__ADS_3

Eza sudah berada dirumah. Rencananya lelaki itu akan mengajak Alita keluar kota besok. Eza sudah menyusun strategi agar mereka berangkat mendadak. Berharap Alita akan lupa membawa pil ajaib itu. Sebetulnya bisa saja Eza membuang pil itu tanpa sepengetahuan Alita, namun itu terlalu terang-terangan. Eza takut Alita merasa terancam.


Ide Yoga tadi adalah membawa Alita keluar kota, meskipun tidak ada proyek pekerjaan namun itung-itung liburan saja. Sekalian bulan madu. Bahkan Yoga juga bersedia menghandle semua pekerjaan Eza dikantor.


Dan semoga rencana ini berhasil.


Pagi hari..


Seperti biasa.. Disaat Eza masih terlelap tapi gadis itu sudah mandi dan sibuk berkutik didapur. Menyiapkan kudapan dan juga sarapan untuk sang suami. Alita selalu sepenuh hati melakukan kewajibannya.


Alita sedang memotong-motong bumbu dan juga sayuran. Rencananya pagi ini ia akan membuat nasi goreng. Gadis itu begitu piaway kalo soal dapur.


Ketika Alita sedang sibuk dengan nasi goreng yang belum siap, tiba-tiba saja ada sesuatu yang melingkari perutnya yang rata. Sontak saja Alita kaget dan hampir berteriak.


"Huwaaghh.. Yaampun Aa' bikin kaget aja!" huh.. Alita bahkan hampir melempar sodet ditangannya.


"Hehe.. lagian sibuk banget sih pagi-pagi begini." Cupp!! Eza mendaratkan bibirnya dileher Alita yang memang terbuka.


"Alit lagi bikin nasi goreng buat Aa'." Alita menjawab kaku. Entah kenapa saat tubuhnya dihimpit seperti itu ia merasakan sengatan listrik yang membuat bulu kuduknnya merinding. Posisi seperti ini terasa intim sekali.


"Udah selesai? laper nih.." Cih, Eza terlihat manja sekali pagi ini. Lihatlah bagaimana wajah itu dibuat menggemaskan sedemikian rupa. Kali ini mereka berdua terlihat seperti pengantin baru sungguhan.


"Sebentar lagi A'. Aa' tunggu aja dimeja makan yaaa." Alita terkadang risih dengan posisi seperti ini. Ada sesuatu yang tidak bisa ditahan dalam dirinya, Alita takut kehilangan kendali dan malu sendiri nantinya.


"Gakmau. Pengen gini aja.." Eza malah semakin erat memeluk Alita dari belakang. Bahkan bibir itu tidak mau diam dan sengaja digesek-gesekan. Membuat Alita rasanya ingin berlari.


"Ini udah A'. Gimana Alit ngambil piringnya kalo Alit ditempelin gini.."


"Hehe.." Eza kemudian melepaskan diri dan mebiarkan Alita melanjutkan kegiatannya. Namun saat Alita mengambil dua piring, tiba-tiba saja Eza menghentikannya. "Satu piring aja Lit."


"Lho.. kenapa? Alit juga kan pengen sarapan A'."


"Aa' pengen disuapin."

__ADS_1


Hm.. Mode manja Eza kenapa keluar sih.


"Emang Aa' sakit? tumben pengen disuapin." tangan gadis itu refleks bergerak. Menaruh punggung tangannya didahi Eza, berniat mengecek suhu. "Nggak panas ah." Alita mengernyit heran.


"Emang orang sakit aja yang minta disuapin? trus emang kalo orang sakit badannya harus panas?"


"Hehe.." Alita malah cengengesan.


"Suapin yaaa.. biar romantis." pinta Eza dan sedetik kemudian Alita pun mengangguk.


Selesai sarapan dengan adegan-adegan manja itu kini Eza sudah selesai mandi dan bersiap untuk melancarkan rencana yang sudah matang dikepalanya. Eza juga sudah meminta Alita untuk berganti baju, berdalih bahwa mereka hanya akan berjalan-jalans sebentar.


"Baju yang ini bagus gak A'?" Alita keluar dari walk in closet menggunakan baju terusan selutut berwarna biru muda. Dengan aksen pita yang diikat dibawah buah dada, gadis itu nampak anggun sekali.


"Yaampun istri Aa' makin cantik aja." puji Eza dengan polosnya. Sungguh, Eza udah tidak bisa menampik bahwa ia menyukai Alita.


"Ih Aa' bisa aja.." wajah Alita juga kini sering merona karen terus dipuji dan digoda oleh Eza. "Yaudah yuk atuh kita berangkat."


"Kamu gak ganti sepatu? masa pake sendal jepit sih?"


"Cocok. Bawa tas juga dong Lit.. Yang kemarin Aa' beliin." pinta Eza lagi.


"Ngapain bawa tas atuh A' emangnya kita mau kemana? cukup Aa' aja yang bawa dompet hehe." Duh Alita.


"Ya buat bawa hape, bawa dompet." sahut Eza.


"Ngapain bawa hape sih A'? itukan buat ngobrol Alit sama Aa' kalo Aa' jauh aja.. Sekarang kan kita lagi deket gini."


"Hape itu harus dibawa kemana-mana Alita Permata!! Eh tapi iyasih, emangnya kamu mau chat-an sama siapa. Tapi bawa ajalah Lit, buat foto atau apa kek."


"Yaudah atuh Alit ambil dulu." Sejurus kemudian Alita kembali kedalam walk in closet. Mengambil tas dan juga hape yang sudah berhari-hari disimpan dalam lemari. "Aa'.." Alita berteriak.


Haduh siah inimah ruksak. Alita cemas sendiri saat mendapati hape itu mati.

__ADS_1


"Kenapa?" Eza ikut masuk kedalam walk in closet dan mendapati gadis itu dengan raut wajah cemas.


"Ini.." Alita memperlihatkan ponsel yang mati itu. "Hapenya mati A'.. tapi sumpah gak Alit rusakin. Alit simpen hapenya baik-baik kok dilemari."


Hape? disimpen dilemari?


"Ngapain disimpen dilemari sih?" Ampun. Eza tidak habis pikir dengan gadis dihadapannya ini.


"Alit kan pake hapenya...


"Bukan rusak, ini cuma abis batre." Eza menyela sebelum Alita kembali berujar yang lebih menyebalkan.


"Terus gimana A'? Alit gak tau tempat yang jual batre." Alita masih cemas, takut-takut barang pemberian suaminya itu rusak. Takut dituduh tidak bisa menjaga barang tersebut.


"Gak usah beli batre Alita. Ini cuma harus dicas."


"Dicas?"


"Iya! kamu mau dicas?" Hih. Rasanya Eza sudah sangat gemas.


"Alit kan gak abis batre A' masa Alit juga dicas."


γ€€


γ€€


Au dah Lit Aa mah nyerah ! 😩


γ€€


γ€€


Bersambung~

__ADS_1


γ€€


Jangan lupa like dan komen yang banyak ye gaes biar akuh semangat up nya! πŸ€—


__ADS_2