Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Nyekar


__ADS_3

Hai, maaf kelamaan ngilang. Tapi hari ini Novel "Terjebak kawin kontrak" udah selesai revisi. Author mau lanjutin beberapa part sampai tamat. Fyi, Ada beberapa yang author hapus dan tambahkan dibeberapa bab di belakang.


 


 


~


Tiba hari dimana Alita akan kembali ke kampung halaman. Berniat untuk mengunjungi ayah dan ibunya yang telah beristirahat dalam damai, berniat untuk meminta restu mereka karna ia akan dinikahi pria yang kini berada disampingnya. Tapi, meskipun begitu, Alita masih saja menyimpan kegundahan didalam hati. Siapa yang tahu jika lelaki yang kini tengah erat menggenggam tanganya justru meninggalkan Alita dalam neraka baru dikampung.


"Sayang.." Eza menarik wajah Alita agar menatap dirinya. Sejak tadi gadis itu hanya bungkam dan menatap jalanan. Tidak ada sepatah kata yang ia ucapkan. "Kamu kenapa?"


"Eh, mm, Alit gak papa A'." Gugup wanita itu menjawab, tapi hatinya malah terasa tersayat. Sungguh ketakutan itu malah semakin besar. Takut Eza meninggalkan dirinya setiba mereka ditempat tujuan.


"Kamu lagi mikirin apa hm?" Tau. Eza tau ada yang sedang menggerogoti pikiran wanitanya. Sejak dia berniat memberikan kejutan dan berakting seolah selalu sibuk, keceriaan Alita sudah jelas berkurang.


"Alit cuma takut, A'. Alit gak berani ketemu ibu." Pandangan mata mereka bertemu. Alita menyiratkan bahwa ia sangat mencintai Eza begitu dalam, ia tidak mau ditinggalkan, ia meminta perlindungan.


"Ada Aa' sayang, ada mama sama papa Aa' juga. Apa itu gak cukup buat bikin hati kamu tenang?" Eza menatap Alita, sudah jelas tersirat kegundahan dalam bola mata indah yang selalu mendamaikan baginya.


"Alit sayang sama Aa', Alit gak mau kehilangan Aa'." Sudahlah,kegundahan dan ketakutan itu memang tak memiliki dasar. Tapi lagi-lagi Alita hanya ingin memastikan bahwa Eza juga memiliki rasa sayang dan cinta yang sama sepertinya.


Namun, Eza tidak membalas kalimat itu. Dia hanya tersenyum kemudian membawa Alita agar bersandar di bahunya. Mengelus wajah Alita dan menggenggam gadis itu. Dalam hati Eza hanya bergumam bahwa dia semakin mantap untuk menikahi wanita itu.


Meskipun sesungguhnya Eza tidak tega melihat wanitanya khawatir, tapi biarlah Alita seperti itu. Toh, hanya untuk sebentar. Setelah ini Eza akan mengguncang hati wanitanya dengan bahagia yang tidak pernah Alita bayangkan. Eza akan mewujudkan negri dongeng yang selalu Alita mimpikan.

__ADS_1


Satu tahun sudah berlalu, semenjak Alita terikat kawin kontrak bersama Eza. Menjadi istri dari lelaki itu dan menjalani cerita-cerita diluar dugaannya. Kampung halaman yang menjadi tanah kelahiran, terlihat begitu menyejukan tapi sedikit sepi. Biasanya banyak orang yang sedang beraktivitas, atau sekedar anak-anak yang berlarian kesana kemari. Tapi hari ini, entah kemana semua orang disana.


Haha.. sepertinya Alita mengharapkan sebuah penyambutan, tapi mana mungkin itu terjadi. Memangnya siapa dirinya?


Sepintas, kembali terlintas bagaimana ia besar disana. Bersama ayah ibu, sampai akhirnya neraka itu datang kepada Alita.


“Sayang..” Suara lembut membuyarkan pikiran Alita. Membuat ia kembali dari pikirannya yang berlarian.


“Iya A’.” Alita menoleh, menatap lelakinya yang begitu tampan.


“Kita langsung ke pemakaman yuk.” Ajak Eza dengan posisi berhadapan.


“Hm, kita gak nunggu Mama dulu A’? Mobil mama kayaknya belum kelihatan.” Ujar Alita sambil mengedarkan pandangannya. Harusnya kan ada dua mobil yang terparkir, mereka berangkat bersama-sama tadi dari Jakarta.


Tanpa mendebat lagi, dua orang itu kemudian berjalan beringingan ke sebuah tempat yang tidak jauh dari rumah Alita. Sebuah pemakaman kecil yang menjadi tempat peristirahatan terakhir ayah ibu Alita, juga nenek buyutnya.


Hati itu tiba-tiba perih..


“Assalamualaikum ya ahli kubur.” ucap Alita lirih.


Dengan membawa bunga segar, sebotol air dan juga Alquran kecil, gadis itu segera menghampiri nissan yang bertuliskan nama ayah dan ibu. Bersimpuh dan mengusapnya, juga mengatakan kalimat rindu yang mendalam.


Beberapa saat kemudian. Selesai nyekar.. Mereka berniat untuk pamit.


“Alit harap ibu sama bapak nggak marah sama Alit gara-gara Alit kawin kontrak sama si Aa’. Alit udah gak sendirian lagi sekarang, ada si Aa’ yang bakalan jaga Alit terus.” Hih, kalimat itu seperti mengejek dirinya sendiri. Padahal apa yang akan terjadi, Alita belum tahu. Bagaimana jika setelah ini Eza justru meninggalkan dirinya.

__ADS_1


“Pak, bu.. Saya meminta putri bapak dan ibu untuk menjadi istri saya. Saya berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan Alita sepanjang hidup saya. Dengan segenap ketulusan hati, saya akan menikahi Alita. Alita permata yang menjadi permata hati saya.. Mohon restu untuk kami berdua.”


Sejenak Alita tertegun, ia tidak salah dengar kan? tidak! tidak mungkin Eza akan membual di hadapan nisan orang tuanya. Jadi, jadi lelaki itu benar-benar akan menikahi dirinya?


“Kami berdua pamit, doakan semoga pernikahan kami berjalan lancar.”


“A’?” Alita menatap Eza lagi, meminta penjelasan.


“Iya sayang?” Eza tersenyum manis, wanitanya pasti bingung dan merasa ada teka-teki diantara mereka. “Ayo.. Aa’ ada kejutan spesial buat kamu.” Mode romantis itu akan segera dimulai.


“Spesial? Aa’ beliin Alit martabak?”


 


 


 


 


 


 


Yassalam. Tepok jidat.

__ADS_1


__ADS_2