Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Jenguk si Utun


__ADS_3

Masih jam delapan namun Eza sudah akan mencuri start untuk pertempuran mereka malam ini. Ya memang tidak ada batas waktu, Eza bebas melakukannya kapanpun. Toh dirumah itu hanya ada mereka berdua.


Alita semakin seksi dengan lingerie transparan yang memperlihatkan tubuhnya. Eza memintanya untuk memakai gaun itu malam ini, meskipun malu-malu tapi Alita berani menggunakannya karena itu adalah keinginan suaminya.


"Seksi banget sih." Puji Eza yang sudah menunggu Alita ditengah ranjang. Lelaki itu hanya mengenakan celana pendek dengan tubuh yang dibalut selimut disetengah badannya. Dada Eza yang ditumbuhi bulu-buluhalus dibiarkan terekspos.


"Meuni tipis banget A' bajunya. Bukan baju inimah." Alita menarik ujung baju itu dan menilik benda transparan yang sedang membalut tubuhnya.


Tanpa sadar Alita menyingkap gaun itu dan memperlihatkan paha yang mulus dan juga segitiga bermuda yang masih ditutupi sehelai kain. Membuat Eza semakin bergairah untuk segera menikmati liang kenikmatan itu.


"Buat tidur aja, sayang. Yang penting jangan dipake keluar rumah.. Sini dong." pinta Eza sambil merentangkan tangan.


"Iya atuh A', tubuh Alit cuma boleh diliat sama Aa'." Alita tersenyum manis dan mendekati Eza untuk segera masuk kedalam pelukan lelaki itu.


"Cuma boleh diliat Aa', cuma boleh disentuh Aa', kamu cuma milik Aa'." Cupp!! Eza mengecup bahu Alita yang terbuka. Merambatkan


jari-jari dilengan Alita. Menciptakan sentuhan yang akan membuat Alita perlahan terbakar.


"Aa' juga cuma milik Alit." Hihi. Alita tersenyum malu-malu.


Cupp!! Kini Eza merubah posisi. Membawa Alita agar berbaring dan langsung saja menyambar bibir cherry itu. Menyesap dan menggit kecil yang memberikan sensasi lebih.


Mmmhh~ Hanya dengan ciuman bibir saja Alita sudah terbuai. Jiwa Alita rasanya dibawa terbang menuju langit ke tujuh. Rasa ini.... sungguh.. Rasa ini tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.


Tangan Eza sibuk menyelusup ke dalam gaun tidur yang super tipis itu. Mencari gundukan kenyal yang semakin menantang semenjak Alita hamil. Di-re-mas nya gunung itu seiring ciuman yang seirama. Membuat keduanya kini sudah sama-sama mulai meremang. Tangan itu kemudian dibawa turun untuk menuju segitiga bermuda, menekan bibir liang itu dari balik kain yang masih menempel, untuk memberikan sentuhan yang lebih sensitif.


 

__ADS_1


Sssshhh~ Alita mulai hilang kendali. Eza selalu saja membuatnya seperti itu. Susah membuka mata dan selalu saja menahan nafas. Apa yang dilakukan Eza sungguh sangat memabukkan.


Segitiga bermuda itu mulai lembab saat disentuh dari bagian dalam. Menandakan bahwa Alita sudah siap untuk dimasuki. Eza kemudian menghentikan ciuman itu dan melepas kain yang masih menempel dibagian inti. Melepas semua kain dan membuat mereka sama-sama polos sekarang.


"Kamu diatas." pinta Eza dengan nafas yang sudah tersenggal.


"Diatas? maksutnya apa A'." Alita gelagapan saat Eza menghentikan adegan itu. Belum. Ini belum selesai. Dengan susah payah Alita membuka mata dan menatap Eza. Eza kemudian berbaring dan meminta Alita untuk naik. Daripada menjawab pertanyaan Alita dan harus menjelaskan, itu semua pasti sangat rumit. Lebih baik langsung praktek saja.


"Alit gak bisa A'." Alita sudah duduk diatas Eza. Alita tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Jongkok dulu bentar." pinta Eza dan Alita perlahan menuruti. Eza kemudian menuntun cobra miliknya untuk masuk kedalam sarang.


Aaaahhh~ Demi apapun ini sempit sekali.. Mitos bahwa Wanita hamil lebih endul itu ternyata fakta.


Aaaaahhh~ Alita juga tidak kalah mendesah saat dirinya dimasuki sedalam itu. Ini kali pertama mereka bercinta dengan posisi itu.


Alita menurut. Gadis itu mulai bergerak seiring tangan Eza yang memegangi pinggang Alita dibawa naik turun. Menciptakan gesekan antara cobra dan sarangnya. Hingga beberpa waktu bergulir Alita tiba-tiba merasakan dirinya akan meledak. "Alit pengen pipis A'." Alita bahkan sudah berhenti bergerak. Membiarkan Eza yang mendominan meskipun ia yang berada diatas.


"Pipis enak ya?" Eza tersenyum menggoda kemudian menurunkan sedikit tubuhnya agar lebih mudah bergerak menabrak sesuatu diatas sana.


"Aa'\~\~\~\~\~\~" huh..hah.. Alita sudah ngos-ngosan. Bukannya dibiarkan ke kamar mandi\, Eza justru semakin gencar memompa. Hingga akhirnya Alita tidak bisa menahan lagi. "Alit jadi pipis disini kan."


Hahaha.. Eza malah tertawa.


Eza menjeda sebentar kegiatan itu dengan memainkan gunung Alita yang menggantung dihadapannya. Lalu setelah beberpa saat Alita diminta untuk turun dan menungging membelakangi dirinya. Kaki Alita dilebarkan dan lagi-lagi cobra itu masuk kedalam sarang. Eza lanjut memompa maju mundur hingga akhirnya


 

__ADS_1


 


Ea..Ea..Ea... Udah ah wkwk.


 


 


Alita dan Eza sudah selesai bertempur. Keduanya sudah sama-sama terlentang dan berlomba memasok oksigen. Nafas mereka benar-benar sangat berantakan akibat kegiatan nikmat itu.


 


 


"Enak banget, makasih ya sayang." Cupp!! Eza mengecup kening Alita lama.


"Aaa~ Alit jadi malu A'." Wajah Alita jadi merah merona. Belum pernah mereka bercinta seekstrim itu, biasanya mereka melakukannya dengan ritme standar. Haha.


"Malu apa mau lagi?" Eza tersenyum menggoda gadis yang sudah memanjakan adik kecilnya itu.


"Ish Aa' mah beuki. Baru aja dua ronde! Udah ah, Alit mau pipis dulu." Alita mengambil lingerie tipis tadi kemudian menggunakannya. Berjalan menuju kamar mandi dan meninggalkan Eza sendirian diatas kasur.


Puas. Eza sangat puas. Bahkan Eza ingin langsung tidur tanpa harus ke toilet terlebih dahulu. Eza mengikuti hawa ngantuk itu dan membiarkan matanya perlahan terpejam.


Ting..Tong.. Namun saat mata itu akan benar-benar ditutup, tiba-tiba bell rumah berbunyi.


Siapa yang bertamu malam-malam begini?

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2