
Alita menangis sejadi-jadinya di bawah guyuran air shower setelah apa yang telah Eza lakukan kepadanya. Malam ini Alita benar-benar disadarkan bahwa dirinya hanya bekerja sebagai wanita yang dibayar untuk memuaskan lelaki. Alita tidak bisa menolak ataupun berontak, toh Eza sudah membayarnya sebagai istri kontrak selama satu tahun ke depan. Namun walaupun begitu tetap saja hati Alita terasa sakit, suami kontrak nya yang begitu baik dan ramah tiba-tiba saja berubah menjadi seorang monster malam ini.
"Mbu.. Naha nasib Alit harus kaya gini sih?" rintih gadis mungil yang sedang tidak berdaya. Bukan hanya fisik yang sakit, namun hatinya juga.
"Aaaaaaahhh.." Alita mendesah hebat saat Eza menghentakkan pinggulnya dengan kuat, lelaki itu menabrak inti tubuh Alita yang paling dalam. "A aaaa' udahan A' sakiiit.."
"Aaaahh.." Eza tidak bergeming. Lelaki itu melanjutkan aksinya untuk mencapai puncak kenikmatanan, melampiaskan nafsu dan juga rasa kecewanya karena Nikita. Dan karena Eza sedang mabuk, lelaki itu sama sekali tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan. "Nungging!!" Pinta Eza.
"Udahan A', Alit gak kuat." Gadis itu merintih. Andai saja Eza melakukannya dengan lembut, Alita pasti menurut tanpa membantah.
__ADS_1
"Cepetan!!"
Dengan perlahan-lahan dan berhati-hati, Alita menuruti kemauan Eza. Mengubah posisinya menjadi menungging seperti posisi yang pernah mereka lakukan sebelumnya.
Jlebb!! Aaaahhh... Eza menerobos masuk lagi. Lebih keras dan lebih cepat lagi. Rasa nikmat itu membuat Eza lumayan melupakan rasa sakit dihatinya, yang ia tahu sekarang hanyalah nikmat yang luar biasa.
Tanpa berdosa Eza menyetubuhi Alita dengan kasar, bahkan tidak berhenti meskipun Alita berteriak minta ampun. Dan Eza tertidur begitu saja setelah dirinya puas. Hiks.. Alita hanya mampu menangis meratapi kemalangan nasibnya.
"Tolong Alit bu.. Alit takuuuut,, Alit mending ikut ibu sama bapak ajaa... hiks.." Alita meraung meminta pertolongan ibunya yang padahal sudah meninggal. Alita benar-benar takut dan tidak berdaya sekali, entah harus bagaimana sekarang yang jelas Alita harus menerima takdir yang sudah digariskan semesta.
__ADS_1
Selesai menangis dikamar mandi, tubuh rintih itu segera dibalut baju lagi. Ditatapnya Eza dengan mata sembab yang penuh ketakutan. "Apa A' Eza ketahuan istrinya ya kalo dia nikah lagi?" batin Alita. Karena saat lelaki itu menyetubuhinya, lagi-lagi Eza meracau sambil menyebut nama Nikita, nama wanita yang diyakini Alita adalah istri Eza. "Ataaauu mereka sedang bertengkar?" tanya Alita dalam hati.
Sudahlah Alita.. kerjakan saja tugasmu.. Kamu tidak berhak mencampuri urusan suami mu. Meskipun dia suami mu, tapi itu hanya sebatas kontrak!
Alita jadi melamun. Bagaimana bila nanti istri Eza tahu keberadaan dirinya di rumah itu? Alita sering mendengar cerita dari para wanita yang pernah terikat kawin kontrak, dan sekian banyak dari mereka mengatakan bahwa mereka pernah dilabrak oleh istri tua suami kontraknya. Ada yang sampai dipukul, dijambak di kata-kata-i bahkan banyak yang lebih parah dari itu. Akankah nasib Alita juga akan seperti itu?
Setelah apa yang dilakukan Eza terhadapnya, apalagi kemungkinan terburuk yang akan terjadi?
Sekian lama Alita melamun, kini tubuhnya terasa dingin dan matanya lumayan berat tanda wanita itu mengantuk. "Hoaaamm.."
__ADS_1
Alita kemudian duduk di tepi ranjang, lututnya terasa gemetar begitupun bulu kuduk yang saling berdiri karna terpaan angin yang dihembuskan AC diruangan itu. Alita sudah mengantuk dan ingin segera beristirahat, namun wanita itu masih takut saat melihat lelaki yang sedang terpejam itu. Takut-takut Eza berbuat kasar atau lebih dari tadi. Kemudian Alita mengambil bantal dan memilih untuk tidur di sofa, tidak lupa juga menelan satu butir pil kontrasepsi sebelum ia benar-benar tidur.
Bersambung~