Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Slot Pertama


__ADS_3

Senja yang menemani santai sore Eza dan Alita kini sudah pulang. Warna emas itu kini sudah berubah menjadi gelap. Namun awan diatas sana terlihat masih menampakan diri, cuaca hari itu memang lumayan cerah. Juga lampu-lampu kapal nelayan yang terlihat seperti kunang-kunang dari kejauhan menambah kesan keindahan yang memanjakan mata mereka.


Pasangan kontrak itu belum beranjak sejak tadi, masih dibalkon dan asik berbincang-bincang. Bercanda dan tertawa dengan hal-hal receh yang sengaja tidak sengaja mereka lakukan.


"Kamutuh lucu banget sih Lit. Kadang aku gak bisa nahan senyum atau ketawa lho... Yaa walaupun kadang kamu juga nyebelin." Eza menatap gadis yang belakangan ini mewarnai harinya dengan tatapan yang menyiratkan bahwa Eza sangat nyaman berada diruang ini.


"Hehe.." Alita malah tersenyum kecil. Lalu membalas tatapan Eza. "Aa' seneng gak sih nikah kontrak sama Alit? Alit gak nyangka lho A' kalo ternyata nikah kontrak itu gak se-menakutkan yang Alita bayangin."


"Menakutkan gimana maksutnya?" Eza terkadang juga harus bersikap polos jika ingin membuat gadis itu banyak berbicara. "Aa' sambil ngerokok yaa ngobrolnya."


"Serem aja A'.. Dulu Alit bayanginnya Alit bakal dinikahin bapak-bapak buncit yang kepalanya botak plontos gitu.. Kalo nggak ya sama turis yang jenggotnya lebat." ujar Alita.


"Orang Arab maksut kamu?" tanya Eza lagi.


"Iya A'.. Alit bersyukur ternyata suami kontrak Alit baik banget. Ganteng juga hehe.." Aaaaa... Alita berujar malu-malu. Wajah gadis itu terasa merah merona sekarang.


"Emang Aa' ganteng ya?" Eza tersenyum simpul sambil melihat Alita yang shy shy cat.


"He em."


"AaaaaMasaaaa.." Cih, Eza berujar so imut sambil menggoda Alita dengan menjawil dagu Alita gemas. "Emang biasanya gimana Lit kalo orang-orang yang kawin kontrak dikampung kamu?"


"Ya begitu A', ada yang seminggu dua minggu, satu bulan dua bulan tergantung suami kontraknya. Ada yang dari luar kota adajuga yang dari luar negri. Ada yang dijadikan istri sungguhan, ada juga yang berakhir dengan kekerasan rumah tangga." ujar Alita bercerita.


"Seminggu dua minggu? emang ada yah Lit?" Eza berujar heran. Mana ada pernikahan hanya berusia satu atau dua pekan. Kalopun hanya pernikahan kontrak tapi itu tidak bisa dibenarkan.

__ADS_1


"Biasanya kalo yang kayak gitu mah orang Arab A', jadi dia liburan trus pengen ditemenin wanita tapi yang halal buat disentuh.. Katanya gitu.."


"Hahaha.." Eza tergelak sendiri. Mana ada sih hal yang seperti itu. Pantas saja daerah tempat tinggal Alita disebut sebagai surga kenikmatan yang dicap halal. "Paling lama berapa tahun Lit yang kawin kontrak?" Eza bertanya lagi sambil masih menggeleng kepala pelan.


"Yang paling lama mah Aa' sama Alit.. Jarang lho A' yang kawin kontrak sampe setahun kaya Aa' sama Alit."


"Wah bisa masuk rekor muri dong." ujar Eza sambil menahan tawa yang belum juga hilang.


"Rekor muri teh naon A'?" tanya Alita.


"Naon?"


"Apa hehe.."


"Ih atuhpan Alit mah bukan guru A' masa ngajarin Aa', aya-aya wae Aa' mah."


"Tuh, aneh-aneh gimana gitu yaa, lucu juga kalo kamy ngomong kayak gitu."


Uchul nya gegara ngomong sunda kayak gitu apa emang Alita nya yang lucu hayoooo?


"Padahal slot pertama kawin kontrak Alit tuh harusnya sama orang arab lho, A', cuma gak tau kenapa tiba-tiba kang Eman minta Alit kawin kontrak lebih cepet. Kudunamah dua minggu lagi, nunggu arab itu datang dulu."


"Kamu mau emang dikawinin sama orang arab?"


"Ih amit-amit utun inji, jaba arabnyateh udah kolot terus jenggotan deuih!" Iwh.. Alita bergidik ngeri sendiri ketika membayangkan nasibnya jika saat itu dirinya benar-benar kawin kontrak dengan pelanggan pertamanya. Beruntungnya Eza lebih dulu datang dan menyelamatkan, meskipun hanya dalam kurun  waktu satu tahun.

__ADS_1


Hahaha.. Eza tertawa kecil melihat bagaiman ekspresi gadis itu. Apapun yang ia lakukan dengan gadis itu pasti selalu mengundang gelak tawa.


Obrolan itu berlanjut. Eza yang mewawancara dan Alita sebagai narasumber. Hanya Eza yang bertanya tentang Alita, namun Alita tidak menanyakan apapun tentang Eza. Bagi Alita hal itu tidak boleh dilakukan, bertanya terlalu banyak kecuali memang Eza yang bercerita.


Hingga akhirnya malam semakin lekat, Eza dan Alita membawa diri mereka masuk kedalam kamar. Lebih tepatnya ke dalam selimut karena mereka akan bersiap untuk tidur.


Sudah berada didalam selimut yang sama, tangan Eza sudah tidak malu lagi untuk sekedar melingkari tubuh Alita. Eza sudah terbiasa memeluk gadis itu bila akan tidur. Namun sepertinya bukan sekedar memeluk, tangan itu juga mulai bergerak-gerak nakal.


"A'.." Ish.. Alita terkadang risih jika diperlakukan seperti itu. Ada sesuatu yang membuai dalam diri Alita jika Eza begitu. Alita terkadang malu.


"Apa?" Eza semakin berani menyentuh Alita. Hidung Eza juga sudah menyeruak dileher dan telinga Alita. Membuat sensasi fore play untuk gadis itu dengan deruan nafas yang sengaja dibuat memburu.


"Aahh.." Alita gusar. Tidak bisa menahan atau menolak. Namun ia juga tidak mau menerima semuanya begitu saja. Takut kehilangan kendali dan malu sendiri nantinya.


"Nikmatin aja.." bisik Eza. Cupp!! Cupp!! Eza membubuhkan kecupannya dileher dan daun telinga Alita. Sengaja membuat Alita agar On seperti dirinya.


"Geli A'." Uwh.. Bahkan Alita tidak bisa mengontrol suaranya. Suara itu terdengar seperti desahan yang tertahan. Sementara Eza sama sekali tidak menjawab dan malah semakin gencar melakukan aksinya.


"Aa'." Alita rasanya ingin berlari. Sudah sangat tidak tahan dengan semuanya. Alita mencoba menahan rasa yang membuatnya sejak tadi menggelinjang.


Mmhh.. Alita semakin tidak bisa mengendalikan diri. Semuanya terasa nikmat namun Alita masih malu. Pada akhirnya Alita hanya bisa memejamkan mata yang memang berat untuk terbuka itu, merasai apa yang Eza lakukan sambil membalas ciuman Eza se-bisanya.


Dan malam ini Eza berhasil meniduri Alita tanpa pil kontrasepsi. Semoga saja gadis itu benar-benar lupa dan segera hamil tentunya. Eza benar-benar menikmati segala penyatuan itu, karna apa yang ia lakukan terhadap Alita tidak hanya didorong nafsu. Rasa sayang itu sudah tumbuh untuk gadis yang berada dibawah kungkungan tubuhnya.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2