Terjebak Kawin Kontrak

Terjebak Kawin Kontrak
Ari Kamu!!


__ADS_3

Alita terbangun karena merasa lapar. Sejak tadi pagi ia hanya memakan menu kudapan yang disiapkan untuk Eza. Tidak terasa Alita sudah ketiduran selama berjam-jam.


“Uwgh..” Alita menggeliat. Dan saat Alita merentangkan tangannya, tangan Alita menyentuh sesuatu di sampingnya. Membuat gadis itu mengerjap sedikit kaget. “Ya Ampun Aa’.” Alita terkesiap saat mendapati Eza tertidur di sampingnya, bahkan Eza masih menggunakan setelan kerja yang tadi pagi ia gunakan. “Emang Alit tidur lama banget ya, kok si Aa’ pulang Alit sampe gak tahu? Duh, mana belum masak belum apa initeh.” Alita berbicara sendiri kemudian bangun. Namun saat tubuhnya akan dibawa bangun, tiba-tiba Eza menahannya.


“Mau kemana?” Eza menatap Alita dengan mata yang setengah terbuka.


“Alit belum masak A’, Alit ketiduran dari tadi.” Alita sudah memberengut merasa bersalah. Kenapa bisa kebablasan seperti itu sih.


“Gak usah, bik mumun udah masak tadi.. Mending kita bobo lagi aja.” Pinta Eza sambil menarik tangan Alita agar gadis itu menjatuhkan diri ke dalam pelukannya.


“Aa’ pulang dari tadi?” Alita menahan diri untuk tidak menjatuhkan dirinya ke pelukan Eza, menatap lelaki yang masih setengah terpejam dengan mata yang juga masih lengket.


“Emang gak kerasa dari tadi Aa’ peluk-peluk kamu, Aa’ gerayangin kamu tapi kamu malah makin pules.” Hehe. Eza berbohong. Padahal kan tidak ada adegan gerayang-gerayang. Eza langsung tidur tadi namun sambil memeluk Alita,


“Aa’ kenapa gak bangunin Alit atuh?” Sebagai istri yang selalu melayani Eza saat pergi atau pulang bekerja, Alita selalu merasa bersalah saat dirinya hanya ongkang kaki dan membiarkan bik mumun yang mengambil alih seluruh tugas yang seharusnya dilakukan oleh Alita, istri Eza.


“Aa’ juga pengen dong di bangunin.” EZa malah semakin menggoda Alita dengan senyuman nakalnya. “Eh tapi udah bangun sih, nih.” Tangan Alita yang tadi ditahan Eza kini ditumpuk di atas kobra Eza yang memang sudah bangun.


Cih, Ciri khas seorang lelaki, bobok sendiri bangunnya berdua!


“Apa Sih A’.” Alita menarik tangannya dengan ekspresi tidak suka.  “Alit laper pengen makan.” Tambahnya sambil beranjak dari sana.


“Tumben gak nawarin Aa’?” Eza menatap punggung Alita yang membelakanginya dengan acuh. Gadis itu benar-benar akan melenggang meninggalkan dirinya. Semakin heran dengan sikap Alita.


“Yaudah atuh hayu kalo makan mah kita kebawah.” Alita tidak menghiraukan Eza. Bahkan Alita tidak menoleh lagi sama sekali.

__ADS_1


Gitu doang? Sabar Zaaa!


Hingga makan malam itu selesai, namun sikap Alita masih saja sama. Membuat Eza jadi bingung dengan perubahan drastis Alita. Ada apa dengan gadis itu sebetulnya? Biasanya Alita selalu melayaninya dengan baik. Tapi kenapa sekarang jadi acuh dan seolah mengabaikan?


Alita memang tidak melupakan kewajibannya yang biasa ia lakukan, Gadis itu masih melayani Eza dengan menyiapkan makan malam dan juga bak mandi air hangat. Namun yang membuat semua itu berbeda adalah Alita melakukan itu semua dengan hambar sekali, dingin. Heran. Eza heran.


“Kamu sakit?” tanya Eza saat sudah selesai berganti pakaian. Sedangkan Alita, gadis itu sudah kembali masuk ke dalam selimut setelah ia juga mandi tadi.


“Nggak A’.”  Alita menjawab namun masih bersembunyi di bawah selimut.


“Sini deh, Aa’ pengen ngobrol.” Ujar Eza yang sudah mendudukan diri di sofa yang ada di kamar itu. Mata Eza tidak luput dari memandang Alita yang sudah membalut dirinya dengan selimut sambil memeluk sebuah guling.


“Alit ngatuk A’.” Bohong. Mana mungkin sudah mengantuk lagi, Alita baru saja bangun tidur kan.


“Sini… Aa’ tahu kok kamu belum ngantuk. Bohong sama suami dosa lho.”


Eza merentangkan sebelah tangannya dan meminta Alita duduk disebelahnya. Setelah Alita duduk, eza memandangi istrinya sambil membelai lembut dan memainkan rambut Alita yang masih setengah basah. “Aa’ mau tanya sesuatu, tapi kamu harus jawab jujur.” Eza menatap Alita yang sejak tadi menghindari tatapan darinya. Alita seolah-olah enggan untuk menatap Eza akhir-akhir ini. “Tatap Aa dong, Aa’ lagi bicara sama kamu.”


Tidak. Alita tidak mau. Alita tidak mau menatap Eza. Alita tidak mau semakin dalam mencintai lelaki itu. 


“Lit..” Panggil Eza lagi.


“Iya A’.”


“Aa’ ada salah yaa?” Tanya Eza dengan lembut dengan masih memainkan rambut Alita. Namun sedetik kemudian Alita menggelengkan kepalanya. “Kenapa? Ada yang lagi kamu pikirin? cerita dong sama Aa’.” Eza meraih tangan Alita untuk digenggamnya. Dengan mata yang masih berusaha mempertemukan pandangan mereka.

__ADS_1


“Nggak A’, Alit gapapa.” Alita berbohong sambil terus mengelak agar pandangan mata mereka tidak bertemu. Tatapan lembut itu selalu membiusnya, dan itu jangan sampai terjadi.


“Bohong. Coba liat Aa’... Kalo kamu gapapa kenapa kamu gak mau liat Aa’? Kamu jijik sama Aa’?”


“Bukan begitu A’..” Alita buru-buru meluruskan. Siapa yang jijik, yang ada tatapan mereka hanya akan membuat Alita semakin memiliki perasaan yang lebih. Hore. Pandangan mereka akhirnya bertemu. Tatapan bingung Eza dan tatapan risau Alita yang saling mengharapkan kejelasan.


“Cerita sama Aa’ kalo ada apa-apa. Aa’ tau kamu lagi mikirin sesuatu.” Eza semakin lekat menatap ke arah Alita.


Apa yang harus Alit ceritain A’? Apa Alit harus jujur bahwa Alit menyesal ada di keadaan ini? Alit menyesal percaya kata-kata Aa’, ujung-ujungnya Alit tetep sakit hati karena ternyata Aa’ bukan hanya milik Alit! Alit cuma dijadikan yang ke dua! Alit terlalu kepedean ingin dicintai Aa’ sepenuhnya!


“Aa’ suami kamu.. Kalo ada yang kamu gak suka, bilang. Kalo ada yang bikin gak nyaman, ngomong. Jangan bikin Aa’ bingung sendirian. Aa’ bukan cenayang yang bisa baca pikiran kamu.”


“Nggak A’, Alit beneran gapapa kok.” Alita keukeuh dengan jawabannya, meskipun sebenarnya ia memang sedang tidak baik-baik saja.


“Apa karna mantan istri Aa’ kemaren? kamu belom cerita lhon apa yang terjadi waktu dia dateng.. Kamu belom jawab pertanyaan Aa’ yang ini. Kamu gak diapa-apain kan sama dia?”


“Dia cuman nanyain Aa’ waktu kesini.” Alita menajwab datar. Meskipun sebenarnya yang Nikita katakan kepadanya sangat banyak sekali, termasuk merendahkan Alita yang sama sekali tidak ia kenal. Dan disitu Nikita juga mengakui bahwa dirinya adalah istri Eza. Maka dari itu Alita mengira bahwa mantan istri adalah sebutan untuk istri tua.


“Dia pasti nyakitin kamu ya? Ngatain apa gitu?” Eza terus mendesak Alita untuk menceritakan segalanya meskipun Alita tetap tidak menjawab. “Apapun yang dia bilang jangan didengerin, dia cuma wanita gila!”


“Hush! Gak boleh gitu atuh A’. Mau bagaimanapun dia istri Aa’. Wajar aja si Teteh itu marah sama Alit, wanita mana yang ingin suaminya punya wanita lain. Aa’ gak boleh kayak gitu, Alit juga wanita, Alit ngerti kok kenapa si Teteh itu begitu.”


“Istri Aa’? Siapa? Istri Aa’ cuma kamu Lit. Aa’ kan udah bilang kalo Nikita itu cuma mantan istri Aa’. Jangan bilang kalo kamu gak ngerti arti kata MANTAN?” ASTAGA!!


A a a a a a a a p p p a a a a h h h ! ! ! Jadiiiiii?

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2