
Hari ini Eza sedang libur bekerja dan rencananya lelaki itu akan membawa Alita ke sebuah pusat perbelanjaan sesuai ucapannya semalam.
"Gak ada keranjang belanjaan ya A'?" tanya Alita saat mereka sudah siap untuk berangkat.
"Keranjang belanja buat apa Lit?" tanya Eza penuh kebingungan.
"Bukannya kita mau ke pasar ya A'?" tanya Alita dengan wajah polosnya yang selalu saja menggemaskan.
"Kita mau ke mall, bukan ke pasar." Eza menatap istri kontraknya itu.
"Kan semalam Aa' sendiri yang bilang kalo kita,,,"
"Udah udah, mending kita berangkat sekarang yuk.." ajak Eza yang menyela ucapan Alita, lumayan repot bagi Eza jika berdebat dengan Alita dan lebih baik Eza menghindari itu.
Ini gak tau, itu gak tau.. kamutuh cewek macam apasih? batin Eza.
Sudah tiba di mall..
Alita terperangah ketika mereka baru saja tiba di sebuah gedung bertingkat yang katanya adalah sebuah pasar. Pasar macam apa yang semegah ini? gumam Alita. Tidak ada pedagang kaki lima atau penjual sayur yang menjajakan dagangannya seperti di kampung. Tempat itu sangat besar dan juga bersih sekali, Apa Iya itu pasar?
__ADS_1
"Kenapa diem? ayoo.." Eza sudah mulai berjalan namun Alita masih diam mematung didekat pintu masuk.
"Ini beneran pasar A'? tanya Alita dengan mata yang masih saja terpuaku dengan tempat itu.
"Ini mall Alita!! udah jangan banyak tanya, hayuuk!" Eza menarik lengan Alita agar mengikutinya.
Detik pertama Eza membawa wanita itu untuk memasuki sebuah salon kecantikan. Sudah hampir satu bulan wanita itu menjadi istrinya, Eza belum pernah melihat Alita berdandan. Meskipun sebenarnya Alita sudah cantik tanpa make up, tapi wanita itu berhak menerima haknya sebagai istri, walau ia hanya istri kontrak.
"A' aku mau diapain?" Alita menatap Eza dengan tatapan sedih saat dirinya diminta untuk berbaring untuk melakukan treatmen, ditambah ada seorang lelaki kelebihan hormon wanita disana. Alita sangat takut sekali.
"Gak usah takut, pokoknya iyey bakal eykeu sulap jadi cinderella!" ujar tukang salon yang akan mengeksekusi Alita.
"Aku gak mau A', mending kita ke pasar lain yang jual bahan makanan aja. Alit gak mau dioperasi plastik.. Alit udah bersyukur dengan wajah Alit yang ini.." Alita merengek sambil bersembunyi dibalik tangan Eza.
Alita benar-benar takut. Seumur-umur baru pertama kali memasuki tempat seperti itu. Alita sering menonton sinetron dan tempat seperti itu biasanya ruang bedah dirumah sakit. Hiii,, Alita bergidik ngeri.
"Mending kita pulang aja A'.." pinta Alita.
"Yaudah kalo gak mau treatmen kita beli baju buat kamu ajadeh." Eza hanya bisa menggeleng aneh. Ada yaaaa wanita yang enggan untuk melakukan treatment disalon kecantikan? bahkan mantan istri Eza saja bisa berkali-kali ketempat itu dalam sebulan,
__ADS_1
Eza kemudian membatalkan paket kecantikan yang sudah ia pilih tadi untuk Alita.
"Nemu cewek kaya gitu dimana sih om? eykeu heran deh, masa iya dibikin cantik gak mau." ujar si tukang salon saat Eza membatalkan treatment itu.
Lalu detik selanjutnya Eza membawa wanita itu untuk masuk kedalam store baju dengan brand ternama, ingin memberikan sebuah hadiah kecil untuk Alita yang sudah memperlakukan dan melayaninya dengan baik. Ingin memberikan hak seorang istri seperti apa yang Eza berikan kepada Niky dulu.
"Yaampun Aa' masak baju kaya gini aja 2juta sih? kalo dipake buat makan kan pasti cukup buat sebulan.." Alita menatap heran pada sebuah dress yang diberikan pegawai distore itu. Memangnya kain dari bahan apasih sampai bisa se-mahal itu.
Eza hanya mampu menepuk jidatnya sendiri. Ingin tertawa namun kesal juga dengan tingkah Alita yang sangat norak. Bahkan para pegawai itu juga sampai menahan tawa nya.
"Pokoknya kamu pilih aja yang mana yang kamu suka, aku mau ke toilet dulu." pamit Eza sambil beranjak dari sana.
Dan kini Alita sendirian disana, ditemani para pegawai yang memang selalu setia menemani pelanggan saat memilih pakaian disana.
"Disini gak ada baju yang seratus ribu dapet tiga yaa?" tanya Alita dengan polosnya dan hampir saja dua orang pegawai itu tertawa terbahak-bahak.
Ditanya kok malah cengengesan! batin Alita.
Setelah selesai dari toilet, Eza berniat untuk kembali ke tempat dimana Alita berada. Namun saat kakinya akan mulai melangkah pandangan Eza mendapati sosok wanita yang sangat tidak asing baginya. Wanita itu terlihat sedang tertawa sambil bergandengan tangan dengan seorang pria dan wanita itu ternyata adalah Niky, mantan istrinya.
__ADS_1
Bersambung~