Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 13 Godaan


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dan perut Mutia kian membucit, pada bulan-bulan pertama sampai ke empat, Mutia memang merasakan mual setiap paginya, ia bahkan tidak nafsu makan dan cenderung lebih suka memakan buah-buahan yang agak asam, mi instan juga menjadi favoritnya, padalah dulu Mutia sangat jarang mengkonsumsi nya.


Dan tepat pada hari ini kandungannya menginjak usia enam bulan, nafsu makannya pun meningkat dan dia merasa lebih segar ketimbang beberapa waktu yang lalu,


Pagi ini Mutia sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Miko, senyum menghiasi wajahnya ketika melihat Miko datang,


"Rajin banget Ndut pagi-pagi udah bikin sarapan" seloroh Miko dan duduk dimeja makan.


Karena tubuhnya menjadi lebih gemuk Miko kerap kali menggodanya dengan memanggilnya 'ndut' yang artinya gendut, Mutia tidak merasa keberatan justru dia merasa senang karena itu panggilan kesayangan Miko untuk nya,


"Iya soalnya belakangan ini aku lebih ngerasa sehat aja"


Miko tersenyum dan mulai menyantap makanannya


"Enak nggak?"


Miko mengangguk-angguk "enak"


"Enak aja atau enak banget"


Miko tampak berfikir sebelum menjawab "enak banget"


Senyum lebar muncul diwajah Mutia dan dia menjadi lebih semangat untuk memulai harinya,


"Oh iya nanti kita ke minimarket yuk?, Aku mau beli sabun mandi sama isi kulkas soalnya sudah banyak yang udah habis"


"Kamu aja ya soalnya pulang sekolah nanti aku ada latihan basket"


"Sorean juga nggak apa-apa kok"


Miko tampak menimbang-nimbang, "Hmmm oke, aku ke sekolah dulu ya"


"Okey" Mutia mengantar Miko sampai kedepan pintu, setelah memberikan Mutia ciuman dikening, Miko pun beranjak.


Terkadang, muncul perasaan was-was didalam diri Mutia setiap melihat Miko yang akan pergi ke sekolah, dia selalu terlihat sempurna, rapi, wangi, dan tampan, Mutia pun sering kali bertanya tanya, bagaimana Miko disekolah barunya, apakah dia disana sama populernya dengan waktu dia dijakarta dulu, apakah dia punya banyak teman, dan apakah banyak cewek yang menyukai nya?


Mutia memberengut kelamaan dirumah, Mutia senantiasa menonton sinetron tentang dram pernikahan jadi ia mulai berfikir yang bukan bukan, Miko tidak mungkin menghianatinya ia percaya seratus persen.


Sesampainya Miko disekolah


"Miko tuh"


"Ya ampun ganteng banget sih dia!"


"Senyuman nya itu loh gaes bikin meleleh"


"Dia tuh udh punya pacar atau belum sih?"


"Dengar-dengar sih lagi Deket sama vanila"


"Yaaaah, seriusan? Vanilla yang muka nya bule itu?"


"Iya kemarin aja bahkan Meraka pulang bareng".


Miko menjadi pusat perhatian cewek-cewek di sekitarnya saat terus melangkah menuju kelasnya, ada segerombolan cowok yang mengikuti di belakangnya, kurang lebih lima bulan bersekolah dismk harapan, nama dan sosok Miko sudah dikenal oleh semua murid dikarenakan wajahnya yang tampan, style nya dan pesonanya yang memang kharismatik,

__ADS_1


Banyak cewe yang mengagumi nya bahkan ada yang nekat meminta nya untuk dijadikan pacar, akan tetapi Miko menolak dengan alasan dia sedang tidak ingin berpacaran.


Akan tetapi dua bulan terakhir ini seorang gadis berwajah bule mulai mengusik hatinya, vanilla Aprilia teman sekelas nya yang memiliki wajah cantik, murah senyum, dan periang, gadis Yang selalu menunggunya dikelas dengan senyum manis seperti hari ini.


"Pagi" vanilla menyapa nya


Miko menatap nya tanpa membalas sapaannya, tatapan nya dalam mempertanyakan maksud vanilla yang selalu mencari-cari perhatiannya, Miko tidak bodoh ia tau vanilla menyukai nya dan cewek itu bahkan rela mempermalukan dirinya di depan orang banyak lantaran berkali-kali diacuhkan oleh Miko, hanya saja Miko tidak mengerti kenapa vanilla tak lelah mengejarnya padahal Miko selalu menghindar.


"Pagiii mikooo!" Ulang vanilla lagi


Tanpa menoleh Miko menjawab, "hm pagi"


"Oh iya kemarin makasih loh, Lo udah nganterin gue pulang"


Oh itu Miko jadi teringat sesuatu, "terus gimana sama kaki Lo masih sakit?"


Vanilla terjatuh kemarin saat latihan basket dan sialnya semua orang menyuruhnya untuk mengantar vanilla pulang, dari semua teman-teman nya kenapa juga harus dirinya yang dimintai tolong? Apa mungkin karena mereka semua tau kalau vanilla menyukainya maka sebab itu lah mereka membuka jalan untuk cewek itu.


"Masih agak nyeri aja sih hhhee"


Miko hanya mengangguk dan tidak berniat bertanya lagi,


"Ko sebenarnya Lo udah punya pacar belum sih?"


Barulah Miko menoleh dan menatap nya "kenapa Lo mau tau?"


"Karena gue bener-bener pengen tau semua tentang Lo!, Kenapa sih Lo cuek banget sama gue?"


"Sorry tapi mendingan Lo jauh-jauh dari gue karena gue udah punya seseorang"


Miko tak menjawab ia justru beranjak meninggalkan vanilla yang mati-matian menahan rasa dongkol karena Miko mengabaikan nya lagi.


"Dikacangin terus nyebeli banget sih!"


Vanilla benar-benar tidak mengerti dengan sikap cuek Miko, sejak pertama menjadi murid baru dikelas vanilla sudah naksir dengannya, bukan karena wajahnya saja yang tampan tapi juga caranya berbicara dan aura nya benar-benar menarik vanilla seperti magnet, meskipun vanilla sudah melakukan bermacam-macam pendekatan sampai detik ini, miko tak juga merespon nya dengan baik, ntah kenapa.


Saat itu cuaca sedang gerimis dan jam sudah menunjukan pukul lima sore, namun Miko belum pulang juga sementara Mutia sudah bersiap-siap untuk pergi.


Mutia sudah menelepon nya tapi ponselnya tak aktif, kebiasaan!


Belakangan ini Miko terlalu sibuk sekolah bahkan saat malam hari pun Miko belum juga pulang, dan kalau ditanya dari mana Miko akan bilang dari rumah salah satu temannya, untuk mengerjakan tugas kelompok, kadang-kadang Mutia rasanya tak percaya, tapi berburuk sangka pada Miko juga tak baik, mungkin saja ia memang sedang sibuk-sibuknya dikarenakan ujian kenaikan kelas akan datang.


"Pergi sendiri aja" akhirnya Mutia memutuskan untuk pergi sendiri


Dia mengambil sebuah jaket yang tergantung dibelakang pintu kamar, jaket tersebut milik agy yang ketika dipakai nya akan terlihat kebesaran, namun bisa menutupi perutnya yang besar,


Tak lupa Mutia mengenakan masker dan membawa sebuah payung, dengan menggunakan sendal jepit ia keluar dari unit dan berjalan pelan-pelan keluar gedung, rintik rintik hujan kian deras seiring ia melangkah menyusuri trotoar, untung saja minimarket itu berada dekat dengan tempat tinggal nya jadi Mutia bisa jalan sendiri kesana.


Disisi lain Miko sedang duduk dikursi plastik pinggir lapangan,


Miko mendribble bola sambil matanya melihat vanilla yang tersenyum padanya,


"Kayak nya tuh cewek nggak ada cape-capeknya ngejar Lo Mulu, kenapa sih nggak Lo pacarin aja" ucap Reno teman Miko


"Gue udah punya pacar"

__ADS_1


"Ya nggak papa pacarin aja lagi, gue aja yang kaya gini, cewek gua banyak masa Lo nggak"


"Dulu juga gua kek gitu" batin Miko


"Cewek kayak vanilla Lo sia-siakan gue yakin dia mau kasih apa aja buat Lo" bisik Reno kemudia terkekeh penuh arti


Miko tertawa kecil, "ada-ada aja Lo, enggaklah gua udah punya cewek"


Reno tertawa, "Yaudah tapi sampe kapan Lo bisa bertahan, pasti lama kelamaan Lo juga luluh sama vanilla gila sih tuh cewe, ngejar Mulu nggak ada capenya".


Miko mendengus dia kembali menengok ke arah vanilla yang masih saja tersenyum ke arahnya, Miko tak yakin dengan perasaannya hatinya yang semula dingin terhadap vanilla, perlahan-lahan terasa hangat setiap kali melihat nya tersenyum.


Hujan kian deras, Miko berdiri di teras gedung sekolah sendirian, teman-teman basket nya memilih pulang menembus hujan deras, sementara itu ia memutuskan untuk menunggu hujan reda dan ia melirik jam tangan dan mendesah, pasti Mutia sudah menunggu nya dirumah, mau menelpon tapi ponselnya mati lantaran kehabisan baterai, tapi pulang dengan basah kuyup bukanlah pilihan yang dia sukai, kecuali bersama Mutia, karena dulu jika hujan tiba Mutia justru mengajaknya pulang hujan-hujanan, Mutia suka hujan lebih-lebih pada aromanya, apa ya Miko lupa namanya padahal Mutia selalu menyebut nya


"Petrichor...."


Miko langsung menoleh pada pemilik tangan yang menjulur disampingnya menampung air hujan yang turun


Vanilla gadis itu tersenyum sambil menengadah melihat langit yang gelap, dia lalu menoleh menatap Miko yang terkesiap


"Lo tau apa itu? Aroma hujan yang jatuh ketanah"


Miko mengerjapkan matanya kenapa bisa kebetulan begini


Vanilla menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu berkata, "gue suka banget sama hujan hhhehee"


"Kenapa Lo belum pulang"


"Gue lagi nunggu jemputan".


Menurut cerita yang beredar, vanilla merupakan anak seorang pengusaha sukses dan anak semata wayang, sehari-hari dia dijemput oleh supir pribadinya, Namun yang Miko lihat vanilla bukan lah gadis manja, dia terlihat mandiri seperti sudah biasa sendiri,


Vanilla memiliki rambut gelombang sebatas punggung, berwarna pirang dengan poni samping yang membuatnya terlihat manis


Kulitnya putih dan tubuhnya setinggi telinga Miko, memandangi lama-lama membuat dada Miko tiba-tiba bergemuruh.


Miko lalu menarik jaketnya yang sejak tadi disampirkan nya dipundak "gue duluan"


Ia harus pulang tak peduli kalau harus kehujanan, asalkan ia tidak berada lama-lama didekat vanilla,


"Lo mau ninggalin gue disini?"


"Bukannya Lo lagi nunggu jemputan?"


"Iya tapi nunggu disini sendirian?"


Miko melihat sekitar, di bangunan lain ada sekumpulan anak cowok yang tengah duduk-duduk, Miko mengenal beberapa dari mereka, anak-anak nakal yang kerjanya menggoda murid perempuan dan ia pun berfikir bagaimana kalau mereka mengganggu vanilla


"Ikut gue!" Seru Miko kemudian


"Eeh?"


Miko menarik tangan vanilla membawanya berlari menembus hujan deras hingga tiba ditempat parkir, lekas-lekas Miko mengeluarkan motornya, setelah naik ia memberikan helm pada vanilla, tak lama kemudian motor besar itu meninggalkan pekarangan sekolah.


Hujan tak kunjung reda, jalanan basah dan dingin pun menyelimuti, vanilla tau-tau melingkarkan tangannya pada pinggang Miko,

__ADS_1


Sejenak Miko tertegun debaran di jantung nya kian memacu, rasa ini sama seperti ia baru-baru jatuh hati pada seseorang dan ada sebuah dorongan kuat yang meminta miko untuk membiarkan nya.


__ADS_2