Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 24 Baby Sister Nakal


__ADS_3

Selagi Miko berdiri di depan mata nya, jantung Dewi berdetak kencang, lalu di amatilah wajah itu dengan seksama.


"Ya ampun ganteng bangettttt sih" jerit Dewi dalam hati nya


"Hei boy" sapa Miko pada adelio sambil tersenyum, dan Miko menjawil pipi tembam adelio


"Ka-kamu udah makan belum ko?"


Seumur-umur baru kali ini Dewi merasa deg - degan ngomong sama cowok, brondong pula, apa - apaan coba?


Miko menatap nya "belum"


"Mau makan mi rebus nggak?"


"Nanti buat sendiri aja"


Dewi serta Merta berdiri "biar aku aja kebetulan aku juga laper sih"


"Okey" Miko kemudian beranjak masuk ke dalam kamar untuk Menganti pakaian nya.


Dengan hati berbunga - bunga Dewi lantas pergi menuju dapur untuk memasak mie rebus, seperti biasa nya Mutia tidak memasak apa pun di rumah, dia terlalu sibuk mengurusi adelio yang memang tidak bisa ditinggal, jadi tidak ada salah nya kan Dewi memasakan sesuatu untuk Miko? Hanya memasak kok janji.


Disisi lain


Brakkkk!


Mutia nyaris tersungkur ketika tanpa sengaja dia menabrak seseorang, akibatnya barang belanjaan nya pun jatuh ke tanah.


"Mangkanya kalo jalan itu lihat - lihat jangan melamun!" Seru orang itu kesal


Mutia mendongak berniat meminta maaf, tapi setelah dia melihat si pemilik suara tersebut seketika dia terplongo


"Raja!"


"Haahah"


"Ih apaan sih! Kirain siapa tadi nyebelin banget!" Gerutu Mutia sambil berjongkok dan memunguti barang - barang nya yang jatuh.


Raja terkekeh lalu ikut berjongkok membantu Mutia untuk memasukkan barang belanjaan nya ke dalam kantung plastik.


"Akhir nya ketemu Lo juga" ucap raja


"Hm, apa? Kamu barusan bilang apa?"


Raja menatap nya "apa kabar Mutia?"


"Aku baik, kamu sendiri gimana?"


"Baik"


Setelah selesai mengumpulkan semua barang belanjaan nya, Mutia pun berdiri


"Kamu kok jarang kelihatan?"


"Hm nyariin ya?"


"Ya-ya enggak"


Wajah Mutia bersemu merah kenapa tiba - tiba dia merasa salah tingkah begini? Apa karena pertanyaan raja barusan?


"Oh, kirain nyariin"


"Enggak kok!"

__ADS_1


Hampir tiga bulan tak bertemu padahal unit mereka saling berhadapan, wajar saja kalau Mutia bertanya - tanya kenapa dia tak pernah lagi melihat kemunculan raja? Apa raja sesibuk itu, sampai - sampai untuk bertamu ke rumah nya saja tidak sempat, walau bagaimanapun juga Mutia sudah menganggap raja lebih dari sekedar teman.


Mungkin suadara laki - laki nya? Jadi sedikit banyak nya Mutia merasa kehilangan sosok nya yang selalu memberikan Mutia semangat untuk tidak menyerah dalam menjalani kehidupan nya yang pahit ini.


"Sini gue yang bawa" ucap raja dan mengambil alih dua kantung plastik yang ditenteng Mutia


"Enggk usah biar aku aja" tolak Mutia tak enak hati


"Biar gue bantu"


"Ya udah kalo maksa"


Kedua nya lantas berjalan bersama untuk menyebrang jalan, samar - samar mutia mendengar raja bercakap di sisi nya namun entah kepada siapa.


"Kangen"


"Kamu barusan ngomong ya?"


Raja menatap nya "enggak kenapa?"


"Oh tapi kayak nya tadi kamu kek bilang sesuatu"


"Bilang apa emang?"


"Kalo nggak salah kangen?"


Raja tersenyum dan menjawab dalam hati "iya kangen banget tapi sayang lo milik orang lain".


Disisi lain


"Aku salut sama kamu ko, kamu mau bertanggung jawab sampai sejauh ini, padahal ya kebanyakan cowok bakalan lari kalau di suruh nikah muda" ucap Dewi setelah dia selesai memasak mie, dan miko sudah cukup lama mengobrol dengannya.


Dewi senang karena pada kenyataannya miko bukanlah cowok songong yang selama ini dia pikirkan kan, Miko mau bicara dengan nya bahkan secara gamblang menceritakan masalah nya pada Dewi yang memang bertanya lebih dulu.


"Jadi, apa kamu seseorang yang brengsek?" Dewi menyeringai


"Mungkin"


"Seberengsek apa sih kamu?"


Miko tidak menjawab hanya terkekeh kecil.


"By the way kenapa jadi baby sister?" Tanya Miko


"Kebetulan aku suka anak - anak, dan aku anak satu - satu nya, jadi suka aja kerja begini an, kenapa baru nanya sekarang?"


"Baru inget"


"Kamu tuh beneran sayang sama Mutia?"


"Hmm"


"Aku nggak yakin kamu itu setia, jangan - jangan kamu punya pacar di sekolah"


"Jangan menilai orang dari luar nya aja"


"I know aku bener - bener tau" ucap Dewi yakin "ya nggak sih?"


"Terserah Lo aja" Miko hanya mengedikkan bahu acuh tak acuh.


***


"Jadi Minggu depan kamu udah sekolah? Dimana?" Tanya raja selagi mereka berjalan melewati lorong

__ADS_1


Barusan Mutia cerita kalau dia akan kembali melanjutkan sekolahnya, mendengar kabar baik itu tentu saja membuat raja ikut senang, dan dia mendukung sekali keputusan Mutia itu.


"SMK Nusantara"


Seketika raja menoleh dengan ekspresi kaget "serius?"


"Kaget ya kalau kita bakalan satu sekolah? Hihihi"


"Hmm seneng aja"


"Hah?"


"Kenapa kamu mau sekolah disana? Kenapa nggak bareng Miko?"


"Kalau nanya sekali lagi bayar ya" canda Mutia


"Serius nanya"


Mutia tergelak tumben raja jadi serius begini biasa nya juga paling suka bikin Mutia kesal karena lelucon nya


"Ya kan kita berdua itu punya rahasia yang nggak boleh diketahui orang, kalau sampai ketahuan konsekuensinya Miko bakal dikeluarkan dari sekolah nya, gimana pun juga, Miko itu punya cita - cita jadi ada baiknya kalau kami pisah sekolah saja, biar nggak jadi masalah kedepan nya" tutur Mutia panjang lebar sehingga membuat raja manggut - manggut tanda mengerti.


"Lo yakin kalau Miko itu bucin sama Lo?"


"Maksudnya?"


"Lo sebucin itu sama dia sampe - sampe Lo percaya banget sama dia, salut gue"


"Dalam hubungan kan yang paling penting itu kepercayaan ja"


"Bukan tapi kejujuran" potong raja cepat


Mutia hanya mencebikkan bibir nya mendengar jawaban yang dilontarkan raja dengan ketus tersebut.


"Kamu udah punya pacar belum sih ja?" Tanya Mutia serius


"Mau tau aja atau mau tau banget?"


"Mau tau banget"


"Belum, Lo mau jadi pacar gue?" Canda raja


"Idiiihh ya enggak lah! Kan aku udah punya Miko hahahaha"


Raja tertawa "bucin tingkat dewa"


"Siapa?"


"Ya elo lah siapa lagi"


"Hihihi"


***


Dewi nyaris saja terpleset kalau saja miko tidak cepat - cepat menangkap nya, akibat kejadian itu Dewi terpaksa mencengkram lengan miko demi mempertahankan diri nya agar tidak jatuh, sejenak kedua nya saling menatap sampai akhir nya Miko lebih dulu menjauh.


"Makasih ko tadi aku nggak sengaja numpahin air disini" ucap Dewi dan lekas - lekas mengambil kain lap


Miko tidak merespon dan memilih pergi kekamar nya


"Ya ampunnnn! Jantung gue rasa - rasa nya hampir mau copot ngeliat dia dari Deket gitu! Duh mana makin ganteng lagi kalo dari dekat begitu!" Cerocos Dewi dengan wajah berseri - seri dan setelah itu dia membersihkan air yang tidak sengaja ditumpahkan nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2