
"Hari ini kamu jadi sekolah mut?" Tanya Dewi ketika pagi-pagi dia sudah datang ke apartemen atas permintaan Mutia pada nya kemarin melalui telpon.
Mutia saat itu sudah berseragam sekolah dan sedang menyusun beberapa buku ke dalam tas mengangguk "iya, kak tolong jagain adelio ya kak"
Dewi tersenyum dan mengangguk "siap, tenang aja eh tapi itu kenapa mata kamu Kok bengkak gitu sih? Sakit?"
Mutia seketika salah tingkah "Ehm iya, kemarin tuh mataku merah, gatal-gatal gitu deh"
"Oh, kirain abis nangis, soalnya muka kamu kelihatan sembab gitu"
"Enggak Kok kak" Mutia lalu mengalihkan perhatiannya pada adelio, Mutia tiba-tiba tertegun sejenak dipandanginya adelio yang tengah menatapnya sambil tersenyum, Mutia kemudian meraih jemari mungil adelio dan menciumnya dengan penuh sayang.
Dalam hati berjanji "Mama akan belajar sungguh-sungguh, mama akan ciptakan masa depan yang baik untuk adelio, mama janji".
***
"Mutia?!"
Mutia terhenti berjalan ketika dia mendengar ada suara yang memanggil nya, dengan malas Mutia menoleh dan benar saja Miko datang mengejar nya, tadi Mutia memang sengaja pergi lebih cepat karena sedang malas bertatap muka dengan Miko.
"Berangkat Bareng ya?"
Apa Miko berpikir kalau Mutia sudah baik-baik saja? Apa dia pikir semudah itu rasa sakit dan Kecewa itu hilang? Baru sehari dan Miko bersikap seolah-olah tidak terjadi apa pun di antara mereka.
"Kasih aku jawabannya, Kamu pilih aku dan adelio apa vanilla?"
Miko menurunkan bahunya dramatis "Aku kan udah bilang, aku bakal ninggalin vanilla, plis ya jangan marah lagi"
"Kamu pikir, yang kamu lakukan ke aku itu nggak jahat Ko? Kamu selama ini bohongin aku! Kamu punya pacar dan kamu tidur sama dia! Kamu nggak mikirin aku sama sekali apa? Kalau sampai orang tua kita tau apa yang kamu lakuin dibelakang aku, Gimana? Gimana!? Katanya kamu nggak mau ninggalin aku! Tapi kenapa kamu malah jahatin aku kayak gini? Kenapa!!?"
Setelah semalaman Mutia diam seribu bahasa, pagi ini dia tidak sanggup menahan beban itu, meski sudah menangis berjam- jam, rasanya tak puas jika tidak mengungkapkan nya dengan kata- kata.
Miko tau- tau menarik Mutia ke pelukannya "maafin aku, aku janji nggak gitu lagi"
Mutia mendorong Miko menjauh seraya menyeka air matanya yang sempat jatuh ke pipi, tanpa berkata- kata Mutia lari meninggalkan Miko yang hanya bisa diam memandangi tubuh nya yang menjauh.
__ADS_1
***
SMK Nusantara merupakan sekolah swasta yang terletak di bagian utara kota Bandung, Mutia memilih nya lantaran di sekolah itu ada jurusan tata boga dimana nanti setelah lulus dia akan melanjutkan ke perguruan tinggi dengan jurusan yang sama.
Cita- citanya masih sama yaitu Mutia ingin menjadi seorang chef dengan sebuah impian kecil bisa memiliki restoran sendiri, dan tekadnya kian bulat mengingat masa depannya kini dibayangi oleh rasa cemas dan takut.
Setelah melakukan kesalahan besar dan membuat keluarga nya malu, kini Mutia berjanji akan membanggakan kedua orangtuanya apa pun caranya.
Ini adalah langkah pertama baginya, Mutia kembali memulainya dari awal, meski diwarnai rasa kecewa yang dalam Mutia yakin dia bisa mengawali nya dengan sebuah senyuman.
Sekolah sudah dipenuhi oleh murid- murid berseragam krim dan hijau army ketika Mutia sudah tiba disekolah.
Tak jarang beberapa pasang mata memperhatikan nya, seketika Mutia merasa gugup.
Berharap tidak ada yang mengenali nya, mengetahui rahasianya dan tentang siapa dia sebenarnya.
***
Mutia berhenti di depan sebuah ruang kelas yang sedang dalam suasana belajar mengajar, pelan- pelan diketuk nya pintu tersebut, bisa didengar nya sebuah suara wanita mengijinkan nya untuk masuk, Mutia lantas menekan gagang pintu sekaligus mendorong nya, sehingga tampaklah dua puluh empat murid tengah menatapnya penuh tanya.
"Ayo maju! Kenapa kamu kelihatan kaya taku gitu? Kamu semua nggak gigit kok" seru wanita cantik yang berdiri di depan papan tulis
Seketika terdengar suara tawa dari seisi kelas akibat lelucon yang dilontarkan oleh wali kelas mereka tersebut.
Mutia tersenyum canggung lalu menegakkan bahunya dengan Percaya diri.
Ayo mutia! Mulailah hari yang baru! Jadilah Kamu yang baru!.
"Jadi, di kelas kita sekarang ada anak baru ya, pindahan dari Jakarta" ucap guru perempuan tersebut dan tersenyum pada Mutia kemudian melanjutkan "silahkan perkenalkan diri kamu ke teman- teman baru kamu"
Mutia mengangguk lalu berkata "Nama saya Mutia, Terima kasih"
Lalu seorang anak laki- laki yang duduk dipojokan paling belakang berseru "gitu doang? Boleh tau tinggal nya di mana nggak?"
Suara suit- suitan langsung mengudara, membuat Mutia ikut menoleh ke pemilik suara tadi, rasa- rasanya dia sering mendengar suara itu.
__ADS_1
"Modus aja Lo ja!"
"Jangan mau kasih tau, raja mah emang suka modus"
Raja tersenyum di tempatnya sambil menatap Mutia penuh arti, selagi Mutia masih terlihat terkejut karena tidak mengira bahwa dia dan raja menjadi teman sekelas, raja mengambil Posisi tegak.
"Hai, nama gue raja, gue ketua kelas di sini, kalau ada apa- apa Lo bisa bilang ke gue, apa pun masalah nya".
Lagi- lagi terdengar sorak- Sorai dari kubu cewe yang merasa geli dengan perkataan raja barusan.
"Raja modus"
"Bucin akut"
"Jangan mau Mutia! Raja palingan mau nebeng kamu pulangnya"
Dan suara tawa kembali terdengar lagi oleh lelucon dari salah satu murid wanita tersebut.
Mutia tersenyum dan wajah nya terasa hangat, ini adalah awal yang baik teman- teman baru nya menerima nya dengan baik
Semuanya akan baik- baik saja pasti Mutia yakin itu.
***
"Aku nggak mau Putus", proses vanilla saat Miko mengajaknya bicara serius ditaman belakang sekolah
"aku nggak bisa ninggalin Mutia dan adelio Van" ucap Miko
Vanilla melipat tangan nya di depan dada "ya pokok nya aku nggak mau putus".
"Van, plis lah ngertiin aku, kita bisa bersahabat kalo emang kamu mau"
"Ko, kamu denger ya, kamu nggak akan bisa putus dari aku, mau sekeras apa pun kamu mencoba pergi dari aku, kamu nggak akan bisa, you need me! Kamu butuh aku lebih dari apa pun!" Ucap vanilla yang lalu berlalu meninggalkan Miko yang kembali dikerubungi oleh rasa takut dan penyesalan yang kian membesar.
Harus nya tidak seperti ini jika waktu itu dia bisa menahan sikap cuek nya terhadap vanilla dan harus nya dia sadar kalau dia sudah memiliki Mutia dan adelio yang harus di pikirkan kedepan nya bagaimana, sehingga ia tidak akan terjerumus oleh masalah ini.
__ADS_1
****