
Saat sela dan adelio berjalan menuju parkiran, sela tersadar kalau dirinya ke rumah sakit bersama adam, dan kunci mobil nya juga dibawa oleh adam, karena tadi adam yang menyetir.
"Kak kunci mobil aku dibawa sama pacar ku, soalnya tadi dia yang nyetir", ucap sela kepada adelio
"Kamu punya pacar?" Tanya adelio
"Iya kak, dia sangat baik sama aku selama ini, dan dia juga yang menolongku di saat aku sedang kesusahan, bahkan dia juga pernah kecelakaan gara gara aku".
"Mama, papa tau?"
Sela menggeleng, "enggak"
"Jadi kamu pacaran tanpa sepengetahuan orang tua selama ini?"
"Iya kak, soalnya aku nggak berani bilang".
"Kalau mama sama papa tau, kamu bisa-bisa langsung di pindahkan ke Bandung ikut mama, papa".
"Kakak jangan bilang sama mama, papa ya pliss"
"Demi laki-laki itu, kamu rela berbohong ke orang tua kita?"
"Bukan begitu kak, rencananya aku akan bilang sama mama, papa setelah aku wisuda nanti, jika aku bilang dari kemarin, aku takut mama sama papa marah kepadaku, terus membuat aku kepikiran dan tidak konsentrasi saat praktek, aku sangat menyayanginya, dia sudah cukup banyak berkorban demi aku kak, aku mohon sama kakak jangan beritahu mama, papa soal ini ya kak, plisssss".
"Ya sudah kakak mengalah, Kakak tidak akan beritahu mama, papa asal kamu jaga diri kamu baik-baik, kakak beri kamu kepercayaan".
"Terimakasih banyak kakak ku sayang sudah mau mengerti perasaan adiknya ini".
"Iya sama sama, tapi ingat jangan aneh-aneh", ucap adelio tegas
"Iyaa kakak, Yaudah aku mau telfon Adam dulu, mau tanyakan dia dimana"
"Nama pacar mu Adam?"
"Iya emang kenapa?"
"Gapapa Kaka cuma tanya saja".
Sela pun menelpon adam, dan Adam pun mengangkat nya, "Hallo?"
"Adam, kamu dimana?"
"Aku di toilet ini baru kelar antri soalnya banyak ibu hamil jadi harus ngalah, kalau kamu dimana?"
"Aku ditempat parkiran kamu kesini ya aku sudah mau pulang"
"Oke, aku kesana sekarang" ucap Adam dan langsung mematikan telponnya lalu bergegas menuju parkiran.
"Adam sudah mau kesini, Kaka naik mobil duluan saja"
"Kamu tidak mau mengenalkan Kakak dengan pacarmu?"
"Bukannya nggak mau tapi takut kakak emosi nanti kalau liat aku sudah pacaran dan berubah pikiran lalu mengatakan ke mama, papa".
__ADS_1
"Kakak tidak akan berubah pikiran, selama dia baik sama kamu dan bisa melindungi kamu, kakak tidak akan melarang".
Sela pun menunggu Adam di persimpangan
Tidak lama kemudian sekitar 6 menit Adam pun datang.
"Kenapa kamu tidak menelfon aku kalau sudah keluar dari ruangan dokter Raka? Terus salsa mana?" Ucap Adam
"Sudah tidak usah banyak pertanyaan, ayo jalan"
"Ada apa sih sel?"
"Aku sudah bilang tidak usah banyak pertanyaan ayo jalan saja".
Tidak lama kemudian mereka pun sampai dan adelio pun menoleh.
"Itu siapa sel?"
"Itu kakak ku namanya Adelio, dia mau kenalan sama kamu".
"Terus bagaimana kalau dia ngelarang hubungan kita? Aku harus apa sekarang, aku tidak tau mau bagaimana".
"Kalian bisik-bisik apa? Menceritakan tentang aku?" Ucap adelio
"Tidak kak, bukan begitu"
Adelio pun langsung mengulurkan tangannya, "nama saya adelio kakanya sela, sela sudah menceritakan tentang kamu, saya tidak akan melarang kamu berpacaran dengan adik saya ini, tapi dengan alasan kamu haru menjaga adik saya baik baik".
"Iyaa sama-sama, saya kasih kepercayaan kepada kamu, jangan pernah mengecewakan kepercayaan saya terhadap Kamu, mengerti?".
Adam pun mengangguk, "siap kak".
"Oh iya kak, tolong jangan sampai mama, papa tau ya kak", ucap sela
"Iyaa adik ku kamu tenang saja, ya sudah ayo pulang"
"Aku mau ke kampus dulu baru pulang kerumah". Ucap sela
"Yasudah kalau gitu Kakak duluan", ucap adelio lalu berjalan menuju mobilnya.
Lalu Adam dan sela pun juga naik ke mobil nya dan pergi menuju kampus.
"Untung saja kakak mu bisa mengerti tentang hubungan kita, kalau tidak aku sudah tidak bisa bilang apa-apa lagi, tapi aku tetap tidak akan menyerah atau melepaskanmu, walaupun orang taumu atau orang tuaku melarang hubungan kita, aku akan tetap mempertahankannya dan selalu berjuang demi cinta kita" ucap Adam
"Apaan sih, kok pikiran kamu sampai sejauh itu" ucap sela kesal karena Adam berbicara seperti itu.
"Hehehe iya ya, kok aku berfikir sampai sejauh itu".
"Fokus aja bawa mobilnya"
"Iya-iya".
Tidak lama kemudian mereka sampai di kampus, sela pun turun dari mobil untuk memberikan semua tugas kuliah nya ke dosen, sedangkan adam menunggu nya di dalam mobil.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian sela pun keluar dari kampus dan menuju mobilnya.
"Kamu turun di rumah Rifki?" Tanya sela saat masuk mobil.
"Iya sayang, cinta kita kan bertepi di rumah Rifki", jawab Adam sambil tersenyum.
"Yang sabar ya sayang"
"Iyaa aku pasti selalu sabar".
Lalu mereka pun berjalan menuju rumah Rifki dan meninggalkan kampus, sekitar 20 menit mereka pun sampai dirumah Rifki.
"Aku turun dulu, hati hati bawa mobilnya" ucap Adam saat turun dari mobil
"Iya sayang..."
Setelah Adam turun sela pun menjalankan mobilnya menuju rumah nya, sesampainya di rumah sela pun langsung masuk ke dalam rumah nya dan menuju meja makan, dan disana sudah ada Adelio yang sedang makan.
"Kakak sudah sampai dari kapan?" Tanya sela
"Belum lama, mari sini makan" jawab Adelio
"Ma, papa kemana?" Tanya sela saat duduk disamping Mamanya
"Biasa pergi bertemu temannya, kamu makan dulu saja", ucap Mutia lalu pergi ke dapur
Sela pun berbisik ke adelio, "jangan bilang ya kak sama mama".
"Iya tenang saja".
Tiba tiba mamanya datang, "ada apa? Kok kalian bisik-bisik gitu" tanya Mutia
"Nggak ada apa-apa ma, sela cuma mau nanya sama Kakak soal pacarnya" jawab sela tertawa kecil
"Oh iya adelio kamu sudah boleh nikah loh, kamu sudah mapan dan punya rumah sendiri, tinggal nyari calon istri saja" ucap mamanya
"Tadi Kakak sudah punya teman dekat tapi sayang sombong dan nggak sopan lagi". Sahut sela
"Ya sayang banget deh calon mantu, terus mantanmu sekarang gimana?"
Adelio pun kaget, "kok mama tanya soal dia, adelio tidak tau dia sekarang, karena sudah lama tidak ada kabar".
"Bukan mantan ma, cuma ngga ada komunikasi aja".
"Diam de, Jangan godain Kakak, kakak lagi malas bahas cewe"
"Ya sudah makan saja habiskan, nggak usah dipikirin kalau jodoh tidak akan kemana" ucap Mutia
"Bener tu kata mama", ucap sela menggoda kakaknya, dan adelio pun mengambil ayam sela dipiringnya lalu langsung memakannya.
Bersambung!..
****
__ADS_1