Terjebak Pergaulan Bebas

Terjebak Pergaulan Bebas
Bab 44 Sudah Jadian Tapi Masih Cuek


__ADS_3

Sela pun masuk kamar dan berbaring dikasur lalu mengingat ke jadian barusan membuat ia tersenyum sendiri, tidak lama kemudian hp sela pun berdering dan langsung mengangkatnya "hallo?"


"Hallo maaf soal tadi malam aku tidak bisa datang karena aku harus ke rumah sakit Menjenguk sodaraku yang sedang sakit, jangan marah ya" ucap salsa melalui telpon


"Aku tidak marah hanya kecewa saja sama sahabatku sendiri tega bohongin aku, dan gara- gara ulah dia itu, dia sudah membuat orang lain kecelakaan_


Mendengar perkataan sela seperti itu salsa pun kaget "Maksud kamu apa sel?"


"Aku mau kamu jujur dulu, kamu kerja sama kan sama Adam?"


"Iya maaf, Rifki menelponku minta tolong, katanya Adam minta tolong mau ketemu sama kamu, dia sudah tidak tau bagaimana lagi caranya supaya bisa ketemu kamu"


"Kamu tau nggak, kalo sekarang Adam itu kecelakaan"


Mendengar perkataan sela, salsa pun kaget lagi, "apa adam kecelakaan? Terus gimana keadaannya sekarang? Aku benar-benar tidak tau"


"Iyaa, demi mengejar kata maaf dariku dia sudah berjuang begitu besar tanpa memikirkan dirinya sendiri, lalu tiba-tiba dia sekarang kecelakaan karena ada motor yang sangat cepat menabrak adam"


"Terus gimana keadaan Adam sekarang?"


"Dia tidak mau di rawat di rumah sakit, dia tidak mau keluarganya khawatir, terpaksa aku membawanya kerumahku dan merawat di rumah saja, dan aku ucapkan terimakasih karena berkat kamu aku dan Adam sekarang sudah akur kembali, dan saat ini keadaan sudah baik-baik saja, dia hanya butuh istirahat agar cepat sembuh"


"Syukurlah kalau begitu, aku sempat takut tadi mendengar nya"


"Iyaa, tapi dia sempat deman tinggi tadi malam, tapi sekarang sudah turun, dan semoga tidak demam lagi"


"Kalau ada apa- apa sama Adam langsung kabarin ya sel"


"Iya pasti, terima kasih ya salsa, sudah dulu ya daahhh" ucap sela dan langsung mematikan telponnya.


Tidak lama kemudian adam pun menelfon sela, dengan cepat sela mengangkat nya "ada apa dan?"


"Sela aku mau minta tolong bisa nggak?"


Sela mengingat kejadian tadi dia masih malu untuk bertemu Adam


"Nanti satpam kesitu, kalau kamu perlu sesuatu"


"Sel tapi aku minta tolong sekarang kamu ke kamar ku"


Sela pun mematikan telfonnya dan ke kamar Adam, Takut Adam kenapa- kenapa


Tidak lama kemudian sela pun masuk ke kamar Adam, dan melihat Adam tidak apa-apa.


"Kamu mau minta tolong apa? Aku kira kamu kenapa-kenapa"


"Aku mau minta tolong bantuin aku bangun dan anterin ke kamar mandi"


Sela pun kaget mendengar perkataan Adam, "aku kira kamu kenapa- kenapa, ternyata cuma mau di bantuin ke kamar mandi saja?"


"Cepetan aku sudah tidak tahan mau ke kamar mandi"


Sela pun membantu Adam ke kamar mandi dan dia menunggu di luar kamar mandi, dan tidak lama kemudian adam pun keluar dari kamar mandi.


"Kamu khawatir Banget ya sama aku?"


"Apaan sih nggak lah"


"Gengsi banget sih bilang iya"


"Ayo aku bantu ke tempat tidur"


Lalu sela membantu Adam untuk kembali ke tempat tidur dan Adam pun mengucapkan terimakasih


"Iya sama-sama langsung istirahat saja" ucap sela dan langsung berbalik badan dan mulai berjalan menuju keluar tapi tiba-tiba Adam berteriak.


"Sela, aku mau tau tentang perasaanmu kepadaku, sampai hari ini kamu belum mengatakan tentang perasaanmu kepadaku, aku tidak tau bagaimana perasaanmu kepadaku sekarang"


"Maaf Adam aku belum bisa bicara apa- apa sekarang, kamu lagi sakit lebih baik kamu istirahat saja agar cepat pulih" ucap sela dan langsung meninggalkan adam.


"Maafkan aku adam aku belum bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu, bahwa aku juga suka sama kamu, aku takut terluka lagi, tapi jika aku sudah siap terluka aku akan mengatakan nya kepadamu" seruh sela dalam hati.


Tidak lama kemudian salsa dan Rifki datang menjenguk Adam, bel berbunyi dan sela pun berjalan kedepan lalu membukakan pintu.


"Eeeeh salsa, Rifki masuk yuk"


"Bagaimana keadaan Adam?" Tanya Rifki penasaran


"Sudah tidak apa-apa kok, dia lagi istirahat di kamar tamu, ayo aku antar ke kamar nya".


Rifki dan salsa pun menemui Adam di kamar tamu dan bertanya "Bagaimana keadaan mu Adam?" Tanya Rifki


"Seperti yang kamu lihat aku tidak bisa bangun dari tempat tidur, aku juga tidak bisa berjalan, kepala ku sakit dan juga semua badanku juga sakit"


"Cepat sembuh ya Adam" ucap


"Iya terima kasih, aku mau istirahat dulu, kalian pulang saja"


Mendengar perkataan Adam seperti itu salsa dan Rifki pun keluar dari kamar Adam


"Aku pamit ya, sepertinya Adam tidak mau di jenguk siapapun" ucap Rifki


"Maaf ya Rifki, salsa atas kelakuan Adam"


"Iya tidak apa-apa kok, kamu pamit yah"


Sela pun melihat kekecewaan Rifki dan salsa saat menjenguk Adam, sela pun merasa kesal dan masuk ke kamar Adam.


"Eeeh Adam Kok kamu Begitu sih di jenguk sahabat sendiri"


"Memang kenapa, kan aku cuma bilang mau istirahat saja"

__ADS_1


"Tapi tidak dengan seperti itu juga jawabnya, itu namanya mengusir secara halus"


"Memang kenyataannya kaya gitu kok"


"Dasar cowok egois"


Sela pun berbalik dan keluar kamar Adam.


Setelah berada di dalam kamar tiba-tiba Adam menelpon sela dan sela pun langsung mengangkat nya.


"Ada apa lagi?" Ucap sela


"Sel aku---"


Tiba- tiba telpon terputus lalu sela pun langsung berlari melihat Adam, dan Adam pun sudah terjatuh dari tempat tidur dan pura- pura kesakitan "Aduhhhh"


Seketika sela paniknya minta ampun "aduh bagaimana ini, aku harus bawa kamu kerumah sakit"


"Ahh sakit- sakit, tidak usah ke rumah sakit bantu aku naik saja ke tempat tidur"  ucap Adam dan sela pun membantu Adam naik ke tempat tidur namun tegar pun masih pura-pura lalu teriak kesakitan, sela menjadi panik dan Bingung.


"Bagaimana ini aku harus bagaimana, aku ambil obat saja dulu ya kamu tunggu sebentar" seruh sela dan langsung mengambil obat.


Adam pun tersenyum manis melihat sela yang panik, "kamu sayang sama aku sel, tapi tidak mau mengakuinya" seruh Adam dalam hati


Saat sella kembali Adam pun masih pura-pura kesakitan lagi


"Kamu sayang banget sama aku, tapi tidak mau mengakuinya kan" ucap Adam spontan


"Maksud kamu apa Adam?" Tanya sela kaget dengan ucapan Adam


"Aku sekarang tau tentang perasaanmu walau kamu tidak mengatakan nya"


Sela pun bangun dari tempat duduk dan mau memutar balik badannya namun Adam menahannya dengan sangat kuat, "aku ingin kamu mengatakan perasaanmu sekarang juga, aku mau mendengar nya"


"Jadi kamu pura- pura sakit supaya aku kesini gitu? Kamu nggak mikir apa gimana kekhwatiran aku saat aku tau kamu kenapa-kenapa, kamu nggak mikir itu kan" ucap sela sambil menangis.


Sela memang seperti Mutia sangat mudah menangis, ya mungkin karena anak nya dan juga sela wanita sehingga hal tersebut menurun ke sela.


Adam langsung memeluk sela yang sedang menangis, "maaf ya, aku cuma mau tau perasaan kamu ke aku bagaimana"


"Masa kamu nggak nyadar si kalau aku juga sama kamu"


"Bagaimana mau nyadar, di saat aku mencoba meyakinkan kamu suka kepadaku, kamu selalu saja mencari alasan, dan tidak mau mengakuinya, sekarang kita sudah tau perasaan kita masing-masing, apapun masalah nya yang kita hadapi nanti kita akan selalu berjuang bersama-sama" ucap Adam


Sela pun mengangguk "iyaa"


"Sekarang aku mau kita jadian, kamu mau kan jadi pacar aku?"


"Iya aku mau" ucap sela sambil tersenyum dan melihat Adam pipinya pun memerah


"Aku mau minta maaf ya karena sudah merasa egois dan gara-gara aku tidak menghiraukan kamu akhirnya kamu jadi kecelakaan seperti ini" ucap sela


Malam pun semakin larut lalu sela pun memutuskan untuk istirahat, begitu juga dengan Adam.


Tidak terasa sudah tiga hari berlalu dan Adam pun sudah bisa berjalan secara perlahan-lahan.


"Aku sudah agak mendingan, lebih baik aku pulang tidak enak kalau terlalu lama di rumahmu"


"Apa kamu benar-benar sudah merasa sehat?"


"Iyaa aku sudah merasa sehat, aku akan pulang hari ini, kalau aku sudah sampai rumah, aku akan menelfon untuk memberitahumu"


"Iya sudah yang penting kamu sudah benar-benar merasa sehat, nanti aku akan mengantarmu naik mobil"


"Tidak usah aku naik motor saja"


"Tidak boleh aku akan mengantarmu pulang, motormu nanti di bawa sama satpam nanti satpam ikut kita di belakang saat sudah sampai rumahmu baru kamu ambil motormu"


"Iya sudah aku ikut mau kamu saja, yang penting kamu senang aku juga ikut senang"


Adam pun bersiap-siap untuk pulang kerumahnya dan di antar oleh sela.


Tidak kemudian mereka pun sampai di depan pagar rumah Adam


"Sampai sini aja ya, aku nggak bisa antar sampai ke dalam rumahmu"


"Iya nggak apa-apa"


Lalu sela pun pergi meninggalkan rumah Adam menuju rumahnya.


Adam mengetuk pintu rumahnya dan mamanya yang membuka pintu


"Kamu kenapa nak, kenapa kepala mu di perban?"


"Aku jatuh dari motor, dan sekarang sudah tidak apa-apa ma, aku masuk kamar dulu" ucap Adam lalu masuk kamar lalu tidur.


Keesokan harinya seperti biasa Adam bangun pagi-pagi dan berangkat ke kampus sesampainya di kampus langsung menyapa Rifki dan Aldi


"Hai sahabatku bagaimana kabar kalian?" Sapa Adam dengan penuh ceria


"Tumben banget kamu hari ini ceria banget?" Tanya Rifki


"Iya ketimpa apa nih, oh iya kaki kamu masih sakit?" Tanya Aldi


"Kaki sudah baikan, oh iya aku hari ini lagi Seneng Banget jadi aku akan traktir kalian makan"


"Dalam rangka apaan nih, kok pake acara traktiran segala" ucap Rifki sambil menggoda Adam


"Pokoknya lagi senang"


Tidak lama kemudian sela pun datang seperti biasa menunggu salsa dan Rina di depan kampus, dan tidak lama Salsa dan Rina pun datang.

__ADS_1


"Ayo masuk" ucap sela


Lalu Mereka bertiga berjalan masuk kelas,


Setelah sesampainya di kelas sela pun berhadapan dengan Adam, namun sela agak cuek kepada Adam.


"Kenapa lagi sih sela ini, sudah banget di tebak, padahal kemarin perhatian dan selalu senyum-senyum, giliran sekarang ketemu bukannya senyum malah cuek, dasar cewe, lagi M kali ya, cewe memang susah di tebak" seruh Adam dalam hati.


Saat pelajaran sudah berakhir Adam pun memanggil Rifki dan Aldi untuk ke kantin, saat itu Adam melirik ke sela, namun sela masih cuek dan tidak menghiraukannya seperti pura-pura tidak melihat Adam.


"Sel, kamu sama ada sudah baikan kan?" Tanya salsa


"Iya aku sama Adam sudah baikan kok, emang nya kenapa?"


"Tapi kok kmu masih cuek gitu sama Adam"


"Kalo aku kelihatan care sama Adam, nanti satu kampus bisa tau lagi, kalau aku sama Adam sekarang dekat, bisa-bisa heboh satu kampus dan jadi topik pembicaraan terhangat"


"Iya yah kok aku bisa lupa" ucap salsa sambil menepuk jidat


"Ya sudah tidak apa-apa yang penting aku nggak lupa"  ucap sela sambil tersenyum


"Yuk ke kantin lapar nih" ucap Rina


Lalu mereka pun ke kantin dan sampai di kantin bertemu dengan Adam, Rifki dan Aldi namun sela tetap saja cuek dan tidak menghiraukan Adam.


"Salsa Kita duduk di sini saja ya" ucap sela


"Kita gabung saja sama mereka yuk" ucap Rina


"Iya gabung aja yuk?" Ucap salsa


"Nggak usah disini saja nggak usah gabung sama mereka!" Ucap sela ketus.


Adam pun mendengar perkataan sela, dan membuat nya semakin bingung, kenapa jadi begini padahal kan mereka sudah jadian, dulu sebelum mereka jadian selalu kumpul kumpul, tapi ini malah menjauh semakin pusing, kalau aku pikir mendingan aku diam aja ikuti saja maunya apa, seru Adam dalam hati.


"Mba aku mau pesan makanan" ucap salsa


Mbaknya pun datang dan mengatakan "Mau pesan apa mba?"


"Rina, sela kalian mau pesan apa?" Tanya Salsa


Sela nasi goreng, Rina bakso.


"Iya mba di tunggu ya" ucap mbanya


Sekitar 10 menit makanan pun datang dan mereka pun langsung memakan nya sambil berbicara.


"Pasar malam sudah di buka, kita kesana yuk" ucap salsa


"Yuk, kesan nggak sel?" Ucap Rina


"Memang kapan di bukannya?" Tanya sela


"Sudah di buka dari kemarin, sudah ramai banget sekarang, kita kesana yuk" ucap salsa


"Iya aku juga suka pasar malam, jadi kapan kita kesana?" Tanya sela lagi


"Nanti malam saja gimana?" Ucap Rina


Salsa dan sela pun setuju


"Kita ajak Rifki, Aldi dan Adam ya" ucap Rina


"Ok nanti aku bilang sama Rifki, pasti dia mau" jawab salsa


"Sel, nanti malam kamu aja Adam juga ya, supaya kita pergi nya rame-rame" ucap Rina


"Harus ya sama pake ajak mereka segala , kenapa nggak pergi bertiga aja sih"


"Iya lah kan kalau kita kenapa-kenapa ada yang lindungin kita"


"Kita kan bisa lindungi diri kita masing-masing"


"Ya bedalah kalau ada cowok-cowok kita terasa di lindungi, pokoknya nggak seru kalau mereka tidak ikut"


"Terserah kalian saja deh, yang penting kita ke pasar malam" ucap sela dan mereka bertiga pun menyetujui untuk pergi bareng cowok-cowok.


Sepulang kampus salsa pun bertemu dengan Rifki dan mengatakan "Rifki nanti malam ada pasar malam, kamu bisa pergi nggak?"


"Iya bisa, jam berapa kita pergi?" Tanya Rifki


"Jam 7 malam"


"Oke- oke aku akan pergi nanti aku jemput kamu dirumah"


Disisi lain Rina juga menemui Aldi dan mengatakan "nanti malam kamu keluar nggak?"


"Enggak aku dirumah saja, emang nya ada apa?"


"Kita ke pasar malam yuk"


"Jam berapa?"


"Jam 7malam, yang lain juga datang kok$


"Oke kalau gitu aku pasti datang".


Bersambung!


****

__ADS_1


__ADS_2